Jumat, 16 April 2010

Long Life Tarbiyah [Tarbiyah Madal Hayah]





Rijalud dakwah atau kader dakwah adalah seorang yang telah tertarbiyah secara intensif sehingga memiliki kesiapan untuk berjuang dan berkorban di jalan Allah, dan juga berpotensi menjadi anashirut taghyir atau agen perubah di masyarakat. Karena ia akan melakukan kerja besar yaitu merubah masyarakat ke arah yang lebih baik dan Islami, maka ia harus memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan masyarakat umumnya. Namun tidak semua orang harus menjadi kader karena biasanya lebih sedikit jumlahnya dibandingkan masyarakat umum. (QS 33:23). Para kader dakwah adalah mereka yang telah siap berkorban jiwa,raga dan seluruh harta bendaserta potensi yang mereka milliki (QS At Taubah : 11).
Karakter2 yang harus dimiliki kader dakwah :
1. Pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh dari Al Qur’an & Sunnah
2. Keikhlasan yang tinggi sehingga ia menjadi pembela fikroh dan aqidah bukan membela kepentingan pribadi
3. Mengutamakan bekerja dari pada berbicara,
4. Totalitas dalam dakwah,
5. Siap berjihad dalam menegakkan syariat Allah
6. Siap berkorban dengan segala potensi yang dimilikinya
7. Memiliki ketegaran untuk mencapai cita2 dakwah sekalipun harus menempuh perjalanan dakwah yang panjang, berat & berliku.
8. Selalu taat kepada qiyadah dan jamaah.
9. Tsiqoh kepada qiyadah dan jamaah
10. Selalu memelihara kemurnian ukhuwah yang berdiri di atas landasan kasih sayang dan saling mencintai


Menurut Hasan Al Banna karakteristik kader dakwah yaitu: “rijalul qaul (orang yang pandai berbicara) tidak sama dengan rijalul ‘amal (orang yang pandai bekerja) dan rijalul ‘amal tidak sama dengan rijalul jihad (orang yang optimal dalam bekerja). Rijalul jihad pun tidak sama dengan Rijalul jihad yang muntij (produktif) wal hakim (bijaksana) yaitu orang yang mampu memberikan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang paling kecil. Menurut beliau “Sesungguhnya orang yang pandai berbicara itu banyak, tetapi sedikit diantara mereka yang tetap konsisten ketika bekerja. Dan banyak orang yang pandai bekerja tetapi sedikit yang mampu mengemban amanah jihad yang berat dan mau bekerja keras.


Dasar-dasar Pembinaan Kader Dakwah
- Al Fahmu ad Daqid (pemahaman yang luas)
Kader dakwah yang memiliki pemahaman Islam yang benar akan terpelihara dari berbagai penyimpangan (inhirafat). Penyimpangan fikroh bersumber dari penyimpangan salah apakah penyimpangan juz’i (parsial) dan keliru.
- Al Iman al amiq (keyakinan yang kuat)
Kader dakwah harus memilliki keyakinan yang kuat dan tertanam di dalam jiwanya bahwa Islamlah satu2nya system yang mampu memenuhi kebutuhan manusia dunia dan akhirat. (QS Az Zukhruf:43). Selain itu kader juga harus meyakini bahwa Allah senantiasa bersama orang-orang yang membela agamaNya (QS Al Hajj : 40)
At Takwin al matin (pembinaan yang kokoh)


Kader dakwah dilahirkan oleh sebuah proses pembinaan yang melingkupi berbagai aspek kehidupan yaitu Shibghah Fikriyah (pembentukkan fikroh), Shibghah Ruhiyah (Pembentukkan mental spiritual), Shibghah Harakiyah (Pembentukkan Harokah). Sehingga kader memiliki ketahanan dan mampu melakukan perubahan. Tugas besar hanya bisa dilaksanakan oleh orang besar dan amanah yang berat hanya bisa diemban orang yang kuat. “Jalan dakwah tidak dihampari permadani, tidak pula ditaburi bunga melati dan minyak kasturi. Sebaliknya, jalan dakwah dipenuhi duri dan ranjau2 yang setiap saat siap meledak, dan jalan berliku penuh tikungan maut sementara jurang2 curam. Mengingat jalan dakwah begitu berat maka dibutuhkan kader2 dakwah yang tahan banting dan pantang menyerah.” Yang menjadi perhatian IM adalah Tarbiyatun nufus (mendidik jiwa), tajdidul arwah (memperbaharui semangat), taqwiyatul akhlaq (memperkokoh moral) dan tanmiyaturrajulah as shahihah (mengembangkan kepahlawan yang benar).

Tarbiyah Mutawashilah (tarbiyah yang berkesinambungan)
Proses tarbiyah dalam Islam tidak dibatasi oleh waktu, tempat, & keadaan atau di sebut tarbiyah madal hayah (tarbiyah seumur hidup) Kader dakwah berkualitas adalah kader yang mengikuti proses tarbiyah secara intensif (tarbiyah murakazah), konferensif (mutakamilah) & berjenjang (mutadarijah). Kader dakwah yang bermasalah dalam proses tarbiyahnya hampir dapat dipastikan berpotensi menimbulkan masalah, apakah masalah pribadi, keluarga, social, maupun dakwah & harokah. Tarbiyah dapat dilakukan secara mandiri (tarbiyah dzatiyah)/secara kolektif (jamaiyah). Namun tarbiyah dzatiyah tidak akan dapat mengungguli tarbiyah jamaiyah, karena sehebat dan sepintar apapun seseorang ia tidak bisa menilai dirinya sendiri secara obyektif dan syaithon sangat suka dengan orang yang menyendiri.


Sifat-Sifat Kader Dakwah
Syaikh Abdul Qodir Jailani membuat perumpamaan yang indah bagi seorang mu’min. Ia mengibaratkan mu’min yang matang proses tarbiyahnya seperti biji kurma yang ditanam di halaman sebuah rumah dengan pagar tembok mengelilinginya. Biji kurma itu kemudian merekah & menghasilkan tunas yang tumbuh subur disirami hujan serta diterangi sinar matahari. Maka jadilah ia sebuah pohon kurma yang besar, kokoh dan menjulang tinggi dengan disaksikan oleh orang banyak. Mereka bernaung di atas atap rumah yang dibuat dari ijuk yang berasal dari pohon itu sambil memunguti buah matang yang berjatuhan dari pohon itu. Pohon kurma itu terjaga dan terpelihara dari tangan2 jahat karena ada pagar tembok yang mengelilinginya. Kehidupan tarbiyah kader dakwah seperti proses pertumbuhan pohon kurma tersebut. Kader dakwah yang berkwalitas memiliki sifat2 mulia yang tercermin dari akhlak, sikap, dan prilaku sehari-harinya. Sifat2 tersebut antara lain:
a. Ubudiyah Khalishah Lillah (semangat yang tinggi untuk beribadah kepada Allah SWT)
Poros dakwah Islam berputar pada ibadah yang murni kepada Allah SWT. Melaksanakan ibadah yang fardhu dan memperbanyak yang sunnah. Sangat takut akan siksaNya dan bergetar hatinya bila dibacakan kepadanya ayat2 Al Qur’an. (QS 8 : 2)


b. Tajridus sair wal hadaf lillah (mengarahkan perasaan dan tujuan hanya untuk Allah)
Seorang kader dakwah hendaknya hanya berorientasi kepada Allah dan mencari ridho serta surgaNya. Ciri kader dakwah yang membela agama Allah adalah selalu merasakan kedekatan dengan Allah. Hatinya selalu dapat menikmati lezat dan manisnya ketaatan kepada Allah, Rosul, dan Qiyadah.


c. Rafdhutasallut al jahiliyah (menolak kekuasaan jahiliyah)
Diantara salah satu tanda akan tibanya hari kiamat adalah terjadinya penyimpangan yang sangat jauh seperti telah dijelaskan Rosululllah : “sesungguhnya akan tiba masanya tahun2 penipuan dan kebohongan. Orang2 yang bohong dianggap benar dan orang yang benar dianggap bohong. Orang yang khianat diberi amanah, sementara orang yang jujur dianggap khianat dan orang2 yang tidak tahu apa2 berbicara urusan public” (HR Ahmad).
Kader dakwah harus memiliki sifat yang jelas yakni menolak dengan segala bentuk kekuasaan jahiliyah.


d. Selalu Memilih Hidup Serius
Sifat ini banyak dimiliki para sahabat dan generasi unggul dari kalangan tabi’in, serta generasi penerus seperti Umar bin Abdul Aziz, Ahmad bin Hanbal, para fuqaha, mujahidin, du’at yang telah menyerahkan seluruh kemampuan diri untuk mempengaruhi kehidupan dengan syariat Islam. Begitu juga seharusnya kader dakwah.


e. Tha’atul jama’ah wal qiyadah (mentaati jama’ah dan pemimpin)
Khalifah Umar bin Khotob berkata “Tidak ada Islam tanpa jama’ah, tidak ada jama’ah tanpa imarah (kepimpinan) dan tidak ada imarah (kepemimpinan) tanpa taat (disiplin organisasi).


Ciri2 kader yang taat diantaranya adalah:
a. Taat disaat giat dan malas, disaat susah dan mudah, baik disukai/tidak.
b. Sur’atul Istijabah (segera menyambut dan melaksanakan perintah)
c. Taharrid diqqoh (melaksanakan perintah dengan tepat dan akurat)
d. Tidak meninggalkan tugas tanpa izin qiyadah dan tidak mudah meminta izin kecuali dalam keadaan sangat darurat.
e. Ats tsabat ‘alat thoriqi dakwah (konsisten dijalan dakwah)
Konsisten di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi iman. Iman bukanlan sekedar kata2 yang diucapkan melankan kewajiban dan tanggung jawab serta jihad yang membutuhkan kesabaran dan kekuatan.
Agar kader dakwah tetap konsisten di atas jalan dakwah maka ada Anashirut Tsabit (faktor2 pendukung konsistensi) yang perlu diperhatikan yaitu :
- Dawamuluju ilallah (senantiasa kembali kepada Allah)
- Taqorrub ilallah menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap muslim. Semakin dekat seseorang dengan Allah semakin besar peluangnya untuk mendapatkan rahmatNya ialah istiqomah di jalan dakwah.
- Ma’rifatu thobi’atu thoriq (mengenal karakter jalan dakwah)
Diantara karakter jalan dakwah adalah jalan yang panjang, bertingkat, dan banyak rintangan. Setiap kader dakwah harus memperkuat dirinya dengan kesabaran, nafas panjang, dan memahami bahwasanya ia mungkin saja meninggal lebih dulu sebelum melihat kemenangan. Yang penting ia mati di jalan Allah.
Adamu tanazu’ (menghindari konflik internal)
- Konflik internal biasanya terjadi disebabkan ta’adud qiyadah (dualisme kepemimpinan) dan ta’adud taujihat (banyaknya sumber arahan) / bila hawa nafsu yang mengarahkan pendapat dan pemikiran (QS Al Anfal : 46)

Selasa, 06 April 2010

Muqoyyam [SURVIVAL]






Muqoyyam kemarin {2-4 april 2010}adalah muqoyyam yang berbeda dari tahun - tahun sebelumnya yang peranah saya ikuti dan saya panitiai.
Kalau tahun-tahun sebelumnya lebuh paspek tarbiyah jasadiyah tapi yang protap tahun ini dan kedepan lebih meneklankan pada tarbiyah mental, oleh karena itu DPP mengambil tema besar yakni "SURVIVAL".
Mengajak para ustadz, dan para aleg yang mereka sudah terbiasa dengan kemapanan dalam kehidupannya sehari-hari untuk bertahan hidup dihutan liar yang tidak ada makanan seperti hanya dirumah.
Mereka para ustaadz dan para aleg yang terbiasa tidur dengan AC, berselimut tebal, dan berranjang empuk harus mau tidur beratap langit dengan kedinginan hutan gunung dan beralas matras dan rumput.
Para ustadz yang biasa memberi tauji kamipun harus mau mengikuti intruksi kami ketika muqoyyam, karena kami ditunjuk uktuk mentarbiyah jasadiyah mereka, itulah yang luar biasa dari acara muqoyyam ini.
Dan tidak ada kata yang terucap dari bibir kami sebagai panitia selain kata "Afwan ustadz" dan merekapun mengatakan Jazakallah ya akhi, disertai dengan tetesan air mata sambil kita berpelukan satu sama lain. itu akan menjadi hari yang kita rindukan dalam dakwah dan dalam tarbiyah ini.
Acara yang wajib kami jalankan ini adalah sebagai upaya penggemblengan diri, kesiapan diri, pembentukan kepribadian muslim yang cerdas dan sehat.

Ustadz Hasan Albanna pernah menulis tentang pembinaan fisik ini dalam risalahnya yang berjudul ”Ilannur” atau Menuju Cahaya, di Kairo pada bulan Rajab tahun 1336 H. (kalau dikonversikan ke tahun masehi berapa yah? Coba kita hitung 1425-1336= 89. Kurang lebih 87 tahun yang lalu.)

Beliau mengatakan: ”Setelah kita sadari bahwa bangsa yang tengah bangkit sangat membutuhkan jiwa keprajuritan yang tinggi, maka ketahuilah bahwa salah satu dari pilar-pilar yang menyangga jiwa keprajuritan tersebut adalah sehat dan kuatnya jasmani.” (Era Intermedia; 1997)

Tentu kita pernah mendengar hadits shahih ini: ”Almu`minul qowiyyu khoirun minal mu’minidhdho’iifi.” Terjemahannya adalah mukmin yang kuat itu lebih baik daripada mukmin yang lemah.
Pelajaran yang bisa diambil adalah Antum sebagai kader partai dakwah, sebagai manusia yang mengemban beratnya amanah dakwah, tidak seharusnya selalu dicekoki dan selalu diberi. Seharusnya Antum dapat berpikir inisiatif dan kreatif. Dakwah membutuhkan orang-orang yang taat, amanah dan juga seperti tadi, punya kepekaan, inisiatif, dan kreatif untuk menghadapi segala permasalahan dakwah.”

”Sesungguhnya jalan dakwah adalah jalan para nabi dan rasul. Jalan yang penuh onak dan duri. Jalan yang sepi dari pujian dan tatapan mata kekaguman orang lain. Bahkan ramai dengan caci maki, hinaan, dan siksa yang memedihkan, namun itu semua adalah ujian bagi orang-orang yang beriman. Karena iman itu perlu diuji dan dan dicoba.”

”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana orang-orang yang dahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkata Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ”Bilakah datangnya pertolongan Allah?” (2:214).

”Sesungguhnya semua ujian itu adalah untuk membedakan orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta. Antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang munafik, agar dikenal siapa yang sabar dan berjihad, dan siapa yang menentang.”

”Dakwah ini perlu orang-orang yang totalitas yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memihkul beban ini, ia terhalang dari pahala besar para mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk-duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan sanggup memikul beban dakwah ini.”

”Akankah Antum mau digantikan oleh generasi yang baru yang lebih sanggup daripada antum?”

Selasa, 23 Maret 2010

KKN (Kuliah Kerja Nikah)







A. Menikah semasa kuliah peluang dan tantangan

Menikah semasa kuliah dalam merupakan peluang sekaligus tantangan. Disebut peluang, di masa kuliah adalah masa pembentukan jiwa seseoarang menuju kedewasaan berpikir, sikap, dan sosial. Di masa kuliah seorang mahasiswa dituntut untuk bisa mendewasakan diri dalam pemikiran, sikap, kejiwaan dan lain sebaginya. Karena di masa kuliah itu kemandirian untuk menempa diri dengan segala keterbukaan dan kebebasan bisa diraihnya. Apabila seseorang gagal dalam membentuk pribadi semasa kuliah, maka ia ekmungkinan besar akan gagal di masa-masa yang akand datang pasca masa kuliah.di masa kuliah itu juga merupakan peluang untuk mencari pasangan hidup baik suami maupun istri. Di situ banyak pilihan dan alternativ. Yang peluang itu mungkin tidak kita dapatkan pasca kuliah. Mencari pasangan dimasa kuliah adalah kesempatan.Namun menikah dimasa kuliah juga banyak tantangan:Kondisi mental dan pemikiran yang sedang berproses, Kuliah yang belum selesai dan perlu keseriusan untuk menyelesaikannya., kondisi pekerjaan dan penghasilan yang belum menentu. Orangtua juga belum tentu mengizinkan, karena khawatir kuliahnya akan gagal dan berantakan. Menikah akan bisa kapan saja dan di mana saja bila diikuti dengan persiapan-persiapan. Walau di usia tua dan sudah mapan secara ekonomi, menikah akan berantakan bila tidak diiringi dengan persiapan-persiapan. apalagi pernikahan semasa kuliah, memerlukan persiapan ekstra.



D. Persiapan Menikah

1. Kenapa menikah?? Menikah bukan bukan hanya memiliki satu dimensi saja. Motivasi menikah selain ia sunnah Rasulullah, ia adalah juga tuntutan, antara lain:



a. Tuntutan syariah

Syariah Islam menuntut kita untuk melaksanakan nikah. Banyak keutamaan dari ibadah menikah ini. Bahkan Islam mengahramkan rohbaniah/ tidak menikah. Ia adalah Sunnah Rasulullah, barangsiapa yang ingin mengikuti dan diakui sebagai umat Rasulullah, saw hendaknya ia menikah,Wal;aupun hukum menikah bagi lama fiqih bukan hanya satu; ia bisa wajib, bisa sunnah, bisa makruh, bisa mubah dan bisa haram.



b. Tuntutan Fitrah

Tuntutan menikah juga merupakan tuntutan fitrah. Manusia bisa hdiup bahagia bersama fitrah kemanusiaannya, ia akan senggsara bila hidupnya bertentangan dengan fitrahnya. Diantara fitra ini antara lain:- Fitrah ingin bersama Manusia tidak bisa hidup sendiri, ia makhluq sosial yang senantiasa memerlukan kepada orang lain. Sebagai orang tua, sebagai teman, sebagai pasangan hidup (suami/istri), sebagai keturunan (anak cucu) dan lain sebagainya. Menikah adalah merupakan tuntutan fitrah.

- Dorongan biologis, libido seksual manusia yang sehat selalu berkembang dan memerlukan penyaluran. Apabila libido seks ini terkekang maka akan mengebiri potensi manusia itu sendiri. Penyaluran libido seks yang berttanggung jawab akan meningkatkan kwalitas dan vitalitas manusia. Menikah adalah satu-satunya penyaluran yang bertanggung jawab.

- Ingin kedamaianDiantara fitrah manusia adalah ingin kedamaian, dan kedamaian yang hakiki adalah kedamaian di bawah lembaga perkawinan yang baik dan benar di bawah tuntunan agama.







c. Tuntutan sosial

Menikah juga merupakan tuntutan sosial, sebagai makhluk sosial manusia dituntut untuk melaksanakan pernikahan, tuntutan sosial itu antara lain:

- Tuntutan Pribadi

Pribadi yang matang, sehat dan bertanggung jawab akan menuntut dirinya untuk menikah dan mencari pasangan hidup. Pribadi yang tidak ingin menikah sementara kondisinya sudah memungkinkan adalah pribadi yang sakit dan akan menjadi penyakit di masyarakat.- Tuntutan keluargaMenikah juga merupakan tuntutan keluarga, terlebih bila kondisi sudah memungkinkan untuk. Sebuah keluarga yang baik tidak bercita-cita untuk mengoleksi bujang-bujang dan gadis-gadis yang tidak mau menikah. Pewrnikahan bagi keluarga adalah kelanjutan dari sejarahnya.



- Tuntutan Masyarakat

Masyarakat yang sehat akan menuntut individu yang ada di dalamnya untuk menikah. Sebab masyarakat memilki tanggung jawab yang harus diemban. Adanya keluarga baru, berarti bertambahnya oran gyang akan mengemban beban masyarakat, dan mengurangi satu bebannya.



- Tuntutan Profesi

Seseorang ingin mencapai cita-citanya dan meraih prestasi dalam karriernya. Bila sudah sampai ke cita-citanya, profesi menuntut orang tersebut untuk menikah. Orang yang sampai dipuncak prestasi dan karier akan gersang dan kering bila tidak memilki tanggung jawab rumah tangga. Apalah arti semua itu bila tidak bisa dirasakan oleh orang-orang yang dikasihinya, suami istri, maupun anak-anaknya. Rumah tangga adalah muara dari profesi dan prestasi.



- Tuntutan perjuangan dan dakwah.

Menikah adalah tuntutan bagi perjuangan dan dakwah. Perjuangan sangatlah berat, apalagi bagi orang yang membawa idealisme dan cita-cita perjuangan. Suka duka perjuangan akan mudah dilaluinya dalam keharmonisan rumah tangga, sebaliknya perjuangan akan rentan dengan kegagalan dan penyelewengan bila jiwa tidak stabil. Rumah tangga adalah salah satu pilar stabilitas jiwa. Bagi perjuangan dakwah.



- Menikah merupakan Perlindungan diri aktivis, perjuangan yang bersih memerlukan aktivis yang bersih dan bermoral, menikah adalah salah satu pelindung aktivis dakwah dari kegagalan, penyelewengan perjuangan dsb.



- Aplikasi Tarbiah, sebuah perjuangan - terutama perjuangan islam- haruslah dimulai dengan tarbiah dan pembinaan individunya. Memang tarbiah bukan segala-galanya, namun segala-galanya harus dimulai dari tarbiah. Berumah tangga adalah fase kedua dari perjuangan dakwah. Perjuangan yang mandul, bila aktifisnya enggan atau tidak mau menikah.



- Penerus cita-cita perjuangan, Cita-cita perjuangan dakwah tidaklah mesti bisa diraih dalam satu generasi. Ukuran keberhasilan bukanlah usia sang pejuang, tapi ukuran keberhasilan adalah keberhasilan peradaban. Artinya perjuangan sangatlah panjang. Maka memerlukan generasi penerus yang akan membawa tongkat estafet. Anak dan keturunan adalah ladang dakwah yang paling dekat untuk mencuri penerus perjuangan.



- Tuntutan realita, Menikah juga merupakan tuntutan realita, artinya realita masyarkat saat ini dengan segala problematikanya menuntut anggota masyarakat untuk menikah.



- Tuntutan prioritas, Menikah adalah merupakan tuntutan bagi orang yang memang priroitasnya menikah. Orang yang prioritasnya menikah, namun tidak mau menikah, maka kerugian dan penyesalan yang akan dirasakan.



2. Orientasi menikah

Menikah seharusnya memiliki orientasi, orientasi menikah bukan hanya sekedar nafsu dan dorongan seksual. Sebuah rumah tangga yang hanya bernafaskan syahwat, akan gagal dan layu dalam sekejap. Ia tidak bisa dipertahankan. Oleh karena itu lembaga pernikahan hendaknya berorientasi untuk :



a. Mendirikan rumah ibadah

Menikah adalah ibadah, maka harus bersendikan ibadah dan dimulai dengan niat dan cara yang baik. Akhirnya rumah tangga bernuansakan ibadah. Aktivitas selurah anggota keluarga adalah ibadah, baik sebagai suami istri, anak dan lain sebagainya. Kalau motivasi ibadah mendominasi aktifitas rumah tangga, maka keharmonisan akan bisa di raih dan bisa dipertahankan.



b. Mendirikan rumah ilmu

Orientasi keilmuan juga harus merupakan orientasi rumah tangga kita. Rumah tangga yang berorientasi kelimuan akan melahirkan anggota-nggota keluarga dan anak keturunan yang berilmu. Akan melahirkan generasi yang bertanggung jawab, karena berbuat degan penuh pertimbangan logika yang matang dan ilmu yang membimbing kepada plihan yang tepat. Orang-orang yang berhasil dalam keilmuan mayoritas memang tumbuh dan besar dari lingkungan yang berilmu. Ulama-ulamna besar Islam kebanyakan tumbuh dalam suasana keluarga yang menghargai ilmu.



c. Mendirikan rumah Harakah

Hendaknya orientasi menikah juga untuk mendirikan rumah harakah. Kalau individu sebagai urat nadi harakah dan perjuangan dakwah, maka rumah tangga adalah lembaga untuk mensuplai kekuatan bagi urat nadi tersebut.





d. Mendirikan lembaga pendidikan anak

Mesti di sadari, menikah akan melahirkan anak dan keturunan. Sehingga pasangan sumai istri harus menyiapkan diri untuk menjadi pendidik bagi anak-anaknya. Jangan sampai ada dalam rumah tangga kita anak lahir tanpa kita kehendaki, artinya ia lahir sementara kita belum menginginkannya. Kasihan anak yang demikian. Ia dilahirkan untuk di acuhkan oleh orangtuanya.



e. Mendirikan Rumah Sosial

Rumah tangga kita adalah bagian dari masyarakat, maka kita harus menjadikan sebagai sarana sosial maysarakat. Ia adalah salah satu lembaga bagian dari masyarakat. Maka ia memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat. Ia hendaknya ikut berperan aktif untuk membangun masyarakat dan meningkatkan kwalitas masyarakat. Jangan sampai rumah tangga kita terpisah dari masyarakat.



f. Mendirikan rumah Qudwah

Orientasi yang lain berumah tangga adalah mendirikan rumah Qudwah atau contoh bagi masyarakat. Sehingga masing-masing rumah tangga akan berlomba-lomba dalam kebaikan, yang akan menjadi contoh bagi keluarga yang lain. Rumah tangga tersebut menjadi contoh dalam akhlaq, ekonomi ( mencapai ekonomi yang halal) ,ilmu, sosial ( peduli dengan lingkungan),kesederhanaan.



g. Mengembangkan prestasi dan produktivitas

Pernikahan hendaknya jangan menjadi penghalang dalam mengembangkan presatasi dan produktivitas bagi suami , istri maupun anak. Sebab bila terjadi pernikahan akan menjadi beban yang memberatkan dan membosankan. Lembaga pernikahan akan menjadi algojo yang akan memenggal semua potensi yang sudah dibangun oleh calon suami maupun calon istri sebelum menikah.



3. Persiapan Menikah

Menikah bukan sekedar suka-suka atau berpasangan, akan tetapi ia adalah tanggung jawab. Akad Nikah adalah kesepakatan di hadapan Allah dan dihadapan manusia untuk saling bertangung jawab. Masing-masing pihak baik suami maupun istri memiliki kewajiban-kewajiban yang harus diemban, sebelum masing-masing menuntut hak-haknya. Selain itu akad nikah juga merrupakan perpindahan tanggung jawab terhadap wanita, perpindahan dari orang tua kepada suami. Untuk itu pernikahan memerlukan persiapan-persiapan yang matang. Persiapan-persiapan itu antara lain meliputi; persiapan individu dan keluarga.



3.A. Persiapan Pribadi .

Orang yang ingin menikah baik laki-laki maupun perempuan harus menyiapkan dirinya sebaik mungkin. Fisik yang kuat, sehat jelas lebih baik dari pada phisik yang tidak sehat. Karena beban tanggung jawab yang berat akan lebih mudah dipikul oleh orang yang yang kuat dan sehat. Dari persiapan-persiapan pribadi ini meliputi:

3.A.1. Persiapan Fisik

Fisik yang sehat dan kuat akan lebih ringan dan mudah untuk memikul tanggung jawab, daripada fisik yang kurang sehat. ( inna khoiro man ista'jarta al qowiyyul amin). Diantara persiapan fisik ini antara lain:

3.A.1.a. Baligh

3.A.1.b. Sehat Lahir dan batin

3.A.1.c.Makan makanan yang sehat dan mempu mengolahnya.

3.A.1.d.Menghindari hal-hal yang membahayakan fisik; seperti merokok, minuman keras.

3.A.1.e. Menghindari kebiasaan-kebiasaan yang merusak kesehatan, seperti begadang yang berlebihan.

3.A.1.f. Mengusahakan hidup yang sehat dan teratur.



3.A.2. Persiapan Psychys.

Kehidupan rumah tangga tidak selamanya mulus, akan tetapi pasti akan mengarungi riak-riak problema rumah tangga. Masalah dalam kehidupan rumah tangga ibarat ujian bagi orang yang sekolah, pasti ada masa ujiannya. Sekolah yang tidak ada ujiannya kualitas muridnya dipertanyakan. Begitu pula dengan lembaga perkawinan.



Namun yang perlu dicermati, tidak semua masa adalah masa ujian. masa ujian adalah masa terkecil dari masa pendidikan. Lembaga rumah tangga tidak boleh terus-terusan problema, seharusnya adalah lebih banyak masa indah dari masa problem. Agar mampu mengarungi masa ujian itu, maka diperlukan persiapan mental (psychys) yang kuat. Sebab ujian rumah tangga tidak bisa di tebak , terkadang besar-terkadang kecil. Mental yantg kuat akan lebih mampu mengarungi berbagai probelamatika tersebut. Persiapan tersebut antara lain:

- Siap beradaptasi dengan suami/istri ,

suami/istri adalah orang baru bagi masing-masing pasangan. penyatuan dua karakter dan dua latar belakang, yang telah dididik oleh lingkungannya bertahun-tahun. Penyatuan kedua belah pihak merupakan penyatuan dua peradaban untuk membuat peradaban baru. Maka masing-masing pasangan harus siap untuk beradaptasi. Diperlukan di sana saling pengertian, saling mengalah, dalam rangka membuat peradaban baru di rumah kita. Kegagalan yang akan didapatkan bila kita hanya menuntut pasangan kita untuk mengerti diri kita terus menerus.

- Siap berbagi rasa

Pasangan suami istri hendaknya saling siap berbagi rasa, baik fisik maupun psychys. Lembaga perkawinan tidak memberikan tempat kepada orang yang egois. Ingin menikmati sendiri, ingin didengarkan terus keluhan dan diringankan bebannya.



3.A.3. Persiapan Ruhani ( Ibadah).

Ruhani adalah merupakan pilar keutuhan rumah tangga yang paling kuat, ia mampu memberikan kekuatan yang luar biasa bagi lembaga perkawinan untuk tetap bertahan. Maka kekuatan ruhani rumah tangga harus senantiasa fit, dan terjaga. Semua problema berat sekalipun , akan bisa dilalui bila ruhani rumah tangga kuat. Namun masalah yang kecil akan menghancurkan bangunan rumah tangga bila ruhani kropos.oleh karena itu persiapan ruhani sangat perlu dan bahkan paling perlu bagi calon suami maupun bagi calon istri.



Diantara persiapan ibadah ini antara lain :

- Mandiri dalam ibadah, artinya masalah ibadah bukan menjadi masalah lagi baik suami maupun istri. Ibadah sudah bukan menjadi beban, akan tetapi ia sudah menjadi akhlaq.

- Mampu menjaga ibadah dalam keadaan darurat.Kondisi rumah tangga tidak selamanya dalam kemudahan, maka calon suami maupun istri perlu mempersiapkan diri untuk mampu mengawal ibadah dalam kondisi darurat sekalipun, terutama ibadah-ibadah fardhu, seperti sholat lima waktu dsb.Seorang dai mengatakan," Bila kamu ingin tahu seseorang itu sholeh, lihatlah sholatnya. Bila kamu ingin melihat seseorang itu serius dengan dakwahnya ( da'i), lihatlah sholat subuhnya. Dan bila kamu ingin mengetahui seseorang itu mujahid atau bukan, lihatlah qiyamullailnya."- Mampu mengajarkan ibadah yang benar untuk anak.



3.A.4. Persiapan Ilmu ( Fikri )

Rumah yang ingin kita bangun adalah rumah yang berilmu, karena ilmulah yang akan menjaga selalu stabilits visi dan misi keluarga yang kita ikrarkan bersama saat awal kita mau menikah. Maka budaya kelimuan harus selalu dihidupkan. Diantara nuansa keilmuan di rumah adalah keterbukaan, demokratis, mengerjakan sesuatu berdasarkan pengetahuan dan penuh tanggung jawab, dialogis.Diantara ilmu-ilmu yang diperlukan antara lin- Ilmu agama. paling tidak gambaran umum agama, hukum agama. Sehingga rumah tangga tahu masalah agama Yang haram, yang makruh, yang mubah, yang sunnah dan yang wajib. Rumah tangga yang buta agama lebih berbahaya daripada rumah tangga yang buta huruf.

- Ilmu kerumah tanggaan , paling tidak hal-hal asasi yang diperlukan dalam rumah tangga.

- Ilmu kesehatan , minimal masalah kesehatan umum

-Ilmu ketrampilan, agar menjadikan rumah tangga yang produktif dan bukan hanya menjadi rumah tangga yang konsumtif. Rumah tangga yang poduktif lebih mandiri daripada rumah tangga yang konsumtif.

- Ilmu jiwa dan sosial, karena rumah tangga harus berinteraksi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. maka, harus tahu ilmu umum untuk berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat.

- Ilmu mendidik anak, sehingga orientasi pendidikan anak berdasarkan ilmu. Anak jangan menjadi kelinci percobaan pendidikan. Karena kegagalan dalam mendidik anak adalah penyesalan hingga ke akhirat. Maka sangat salah kalau rumah kita hanya mengkonsumsi majalah-majalah dan buku-buku yang menjadikan keluarga tersebut berbudaya konsumtif buta.



3.A.5. Persiapan keahlian ( Mihany)

Masing-masing calon pasangan suami istri hendaknya menyiapkan berbagai ketrampilan. Keterampilan adalah bekal yang tidak memberatkan. Hal ini sangat perlu, karena kondisi ekonomi tidak menentu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Sementara tuntutan tanggung jawab terus. Diantaranya adalah tanggung jawab mendidik dan membesarkan anak. Sang istri tidak boleh hanya mengandalkan dari gaji suami, sebab umur bukan ditangan kita. Sehingga sewaktu-waktu suami meninggal, kondisi rumah tangga dan kondisi pendidikan anak tidak mengalami kegoncangan. Pendidikan anak hingga ia menjadi dewasa harus dilanjutkan.



3.B. Persiapan KeluargaMenikah bukan hanya menjadi proyek pribadi kita, akan tetapi ia juga proyek keluarga dan proyek masyarakat ( sanak kerabat). Maka persiapan untuk menikah bukan hanya dari individu, akan tetapi harus diikuti oleh persiapan keluarga. Sebab berapa banyak pengalaman orang yang telah sepakat ingin menikah, tidak disetujui oleh keluarganya. Akhirnya berakhir dangan kekecewaan, baik kekecewaan keluarga maupun pasangan suami istri tersebut. Kita menginginkan menjadi anak yang sholeh/ sholehah, yang memberikan kepada aorrang tua kita menantu yang sholeh/ sholehah yang akhirnya melahirkan cucu-cucu yang sholeh dan sholehah yang disambut dengan cinta oleh kakek neneknya.. Diantara persiapan keluarga tersebut antara lain:

3.B.1. Izin Orang tua.

Izin orang tua sangat perlu. Karena terkandung dalam izin orang tua tersebut antara lain;- Perkawinan yang direstui oleh kedua orang tua dari kedua belahj pihak lebih dekat keberkahan Allah yang akan turun dalam rumah tangga tersebut.- Izin adalah restu, restu orang tua mendekatkan kita kepada rahmat Allah.- Izin mengandung toleransi dari orang tua, artinya bila ada berbagai kondisi dalam rumah tangga yang akan kita bangun kelak, maka orang tua akan memberikan toleransinya, sehingga rumah tangga akan mudah untuk keluar dari problematikanya.- Izin orangtua identik dengan tanggung jawab, artinya bila ada hal-hal yang tidak kita rencanakan , maka keikutsertaan orang tua untuk bertanggung jawab sangat diperlukan.

3.B.2. Terhadap Calon Suami/IstriHendaknya keluarga kita, terutama menerima calon pasangan kita apa adanya. Bukan menerima karena terpaksa, karena penerimaan dengan sukarela dari orangtua dan sanak keluarga akan meringankan beban rumah tangga baru. Betapa sulitnya rumah tangga yang tidak direstui oleh keluarga, sementara kondisi kita masih dalam masa kuliah dan belum mandiri.

3.B.3. Terhadap Mahar dan permintaan-permintaan perkawinan. Hendaknya kondisi mahar dan permintaan-permintaan perkawinan juga merupakan bahan pemikiran bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Artinya kedua belah pihak harus mengusahakan untuk terjadinya perkawinan itu. Mahar dan permintaaan-permintaan perkawinan jangan sampai memeberatkan kedua belah pihak, akhirnya berakhir dengan kegagalan perkawinan tersebut.Yang bisa dijadikan pertimbangan antara lain:

- Mahar bukan harga seorang wanita, maksudnya adalah semakin mahal mahar seorang wanita bukan berarti semakin mahal harganya. Wanita bukan barang tukar dan bukan untuk dihargai sebagai komoditi jual. Mahar adalah tanda keseriusan dan kesiapan, bukan sebagai harga. Baik calon suami maupun calon istri harus menyadari dan berusaha untuk mencari kata sepakat dengan keluarga, sebab bisa tidak ada kata sepakat akan berakhir dengan bubarnya rencana.

- Mahar untuk mencari berkah, Perkawinan adalah peristiwa sakral yang sangat jarang dilakukan oleh seseorang berulang kali, maka hendaknya kita harus menjadikan peristiwa tersebut sebagai peristiwa yang mendatangkan keberkahan. Bukan peristiwa yang rentan dengan masalah di masa mendatang. Sabda Rasululla Saw.,” wanita yang paling sedikit maharnya adalah yang paling banyak berkahnya. “

- Membangkitkan kecintaan suamiHendaknya mahar dijadikan sebagai sarana untuk saling mengingat hal yang baik bagi suami maupun istri, sebab biasanya saat yang paling indah adalah saat mengenang kembali saat berjumpa pertama dan kesan pertama. Sehingga pemberian mahar bisa dijadikan sebagai kenangan yang indah yang bisa semakin menambah cinta dan kasih sayang suami dan istri.

- Tidak membebani calon suami sehingga menjadi beban suamiMahar janganlah terlalu berat, sehingga memberatkan calon suami. Begitu juga permintaan-permintaan pernikahan. Kedua belah pihak harus menyesuaikan dan saling mengerti. Karena kalau menjadi beban akan mengurangi keharmonisan kehidupan suami istri.



3.B.4. Mempersiapkan walimah yang Islamy.Yang perlu dipikirkan dan dipersiapkan kedua belah pihak adalah mempersiapkan walimah yang islamy. Tidak mudah untuk mengkondisikan keluarga dengan model pernikahan yang kita inginkan, sebab keluarga kita sudah terbelenggu dengan adat dan tidak tahu alternatif walimahan yang lain. Tanda-tanda pernikahan islamy antara lain :

- Tidak Tabdzir

- Tidak Terjadi pelanggaran Syariah

- Tidak terjadi ikhtilath



Demikianlah semoga makalah singkat ini bisa memberikan kontribusi bagi saudara dan saudari yang ingin melaksanakan pernikahan. Baik saat masih kuliah maupun setelah selesai kuliah.

Ayo Semangat !!! (hehehehe)

Sabtu, 20 Maret 2010

Sukses Yang Kita Dambakan





Suatu hari ada seorang ibu-ibu bertanya, "Mas Rofiq, bagaimana caranya membangkitkan semangat hidup?" Ibu tersebut tersebut berkisah bahwa ia sering keliru memaknai sebuah hadits yang berbunyi, "Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok". Ia beranggapan bahwa untuk apa bekerja keras meraih kesuksesan dunia kalau pada akhirnya kita juga akan mati.Ya, memang benar kita akan mati, tapi bukan berarti kita menjadi bersikap apatis seperti itu. Memang pada suatu saat nanti maut pasti akan menjemput, dan berakhirlah kontrak hidup kita di dunia ini. Namun jika hal ini menjadikan kita kehilangan semangat untuk berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita, atau paling tidak berusaha agar kita bisa meraih kehidupan yang lebih baik maka pemahaman seperti itu kurang benar.
Akhirat memang harus kita dapatkan, namun dunia juga tidak boleh kita abaikan. Dan yang paling ideal adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semua orang pasti menghendaki kedua hal tersebut. Jadi ada keseimbangan dalam hidup ini. Di samping bekerja keras untuk urusan dunia, di sisi lain kita juga tidak melupakan ibadah kita kepada Tuhan. Kita tidak mementingkan dunia saja, tapi kita juga tetap ingat kepada Allah SWT, dan sadar betul kewajiban kita kepada-Nya. Dengan memahami pentingnya keseimbangan hidup tersebut, kita akan memiliki sebuah semangat untuk menjalani hidup ini dengan dinamis, optimis dan bahagia.
Bukankah kita kit diakarkan oleh Nabi kita sebuah doa yang luar biasa yang mencakup kehidupan kita didunia dan kehidupan di akhirat kelak, doa ini yang sering orang menamai dengan dia sapu jagat.
"Rabbana atina fiddunya hasana wafil akhirato hasana", kehidupan didunia kita meminta ahsan/ kebaikan, dan kehidupan diakhirat kita juga minta ahsan/ kebaikan...
Wallahu a'lam bishowaf.

Rabu, 17 Maret 2010

Meluruskan Niat & Motivasi Menikah




Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan pentingnya sebuah niat : “ Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung dengan niatnya “ (HR Muslim). Maka selagi belum terlambat, tengoklah hati kita lebih dalam lalu bertanyalah dengan jujur ; Untuk apa Anda ingin menikah ? Atas dasar apa Anda ingin mengikatkan akad pernikahan ?. Luruskan niat, sekali lagi. Jangan sampai terkotori oleh hal-hal yang tercela seperti kepentingan duniawi atau hawa nafsu semata.

Mungkin pasangan anda nanti boleh saja cantik, kaya, dan turunan orang mulia, tapi tetap saja anda harus memilih dia karena agamnya. Bukan selainnya. Dengar peringatan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bagi mereka yang salah dalam motivasi menikah :
" Barang siapa menikahi seorang wanita karena memandang kedudukannya, maka Allah akan menambah baginya kerendahan, Barang siapa menikahi wanita karena memandang harta bendanya, Allah akan menambah baginya kemelaratan, Barang siapa menikahi wanita karena keturunannya, Allah akan menambah baginya kehinaan. (HR Thabrani)

Maka tugas Anda kali ini akan lebih berat, jika nanti calon istri anda memang jamilah, sweetlook, fotogenik, putih berseri dan sebagainya. Apalagi jika si dia adalah putri seorang tokoh, negarawan, politikus, ilmuwan, atau bahkan ulama sekalipun, luruskan niat. Belum lagi jika ia adalah seorang akhwat borju, yang kendaraannya mengkilap dan fasilitas hidupnya lengkap. Maka sungguh nanti Anda harus benar-benar meluruskan niat.


Pertanyaannya kemudian, bagaimana meluruskan niat itu ? Pertama, kita menikah untuk menggapai mardhotillah dalam rangka mengikuti sunnah rasul-Nya itu jelas dan itu yang pertama kali kita sucikan. Kedua, masih dalam hadits yang sama, Rasulullah memberikan alternatif motivasi bagi kita dalam menikah yang dapat mengundang keberkahan. Subhanallah !

Masih dalam rangkaian hadits yang sama, Rasulullah SAW bersabda : Tetapi barang siapa menikahi seorang wanita karena ingin menundukkan pandangannya dan menjaga kesucian farjinya, atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahi bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya ( HR Thabrani )

Memperbanyak motivasi dalam koridor syar’I, itulah tugas berat kita malam ini. Inventaris segala motivasi Anda dalam menikah, lalu jauhkan dan hapus segala hal yang menyalahi syar’I dan menghapus keberkahan.

Menikah karena menundukkan pandangan ? Silahkan, bukankah kita telah lelah dengan bisikan-bisikan syetan saat barisan akhwat lewat dihadapan ? Menikah untuk menjaga kesucian farji ? Subhanallah, bukankah tiba saatnya hati ini bersih dari segala keinginan-keinginan nista saat sejuta kemaksiatan bertebaran di depan mata ? Menikah karena akan memperbanyak ikatan saudara dan jaringan ? Tafaddhol, Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam juga menganjurkan kita untuk menikah bukan dengan kerabat dekat.

Menikah agar kuat dalam menjalani jalan dakwah ? Menikah agar dapat lebih bersemangat dalam bekerja dan beramal ? Menikah agar dapat saling menasehati dan menguatkan azzam dalam ibadah dan jihad ? Menikah agar dapat menambah dan menguatkan hafalan Quran ? Menikah agar dapat memurojaah ulang materi-materi tarbiyah bersama pasangan kita ? Menikah agar dapat berdiskusi tentang persoalan-persoalan umat ? Menikah agar menghindari godaan, lirikan, dan sms-sms nakal dari lawan jenis ?

Silahkan akhi, silahkan ukhti…hanya saja ingat semangat awal dan termulia kita dalam hidup ini : Allah Ghoyatuna ! Allah tujuan hidup kami !

Senin, 15 Februari 2010

Survival Di Hutan






Agustus 2008, tepatnya tanggal, 8-17 adalah hari yang tidak pernah terlupakan. Hari yang saya dan teman-teman seangkatan diksar korsad angkatan ke-8, mari - hari yang dilalui dengan penuh haru dan semangat yang mengajarkan bagailaman hidup dan bertahan hidup. Salah satu hutan di Jawa barat yang menjadi tempat belajar survival pada waktu itu.
Dan kemarin tgl 12-15 Februari 2010, saya kembali mengingat masa 2 tahun yang lalu yaitu dolepas dihutan dan bertahan hidup(survival), di salah satu hutan di Jawa Timur.
Saya hanya ingin mengingatkan teman-teeman yang lain,aktivitas di alam terbuka sering memunculkan situasi darurat. Tersesat, terhadang cuaca buruk, atau kehabisan bekal. Jangan panik, tumbuhan liar hutan menyediakan aneka daun, buah, umbi, batang yang bisa dimakan, asalkan kita mengenal ciri-cirinya.
Arbei hutan (Rubus) rasanya menggiurkan. Kalau Anda mengaku pencinta alam yang doyan menempuh rimba atau mendaki gunung, pasti kenal dengan istilah survival, yaitu upaya untuk bisa bertahan hidup di alam liar. Pengetahuan survival wajib dikuasai oleh para petualang untuk menghadapi situasi darurat lantaran kehilangan orientasi atau kehabisan bekal.

Kiat hidup darurat ini penting, soalnya alam kerap sulit diprediksi perilakunya, walaupun sejak awal Anda telah mempersiapkan segala sesuatu secermat mungkin. Misalnya peta lokasi, kompas, global positioning system (alat untuk mengetahui posisi sesaat dengan bantuan satelit), alat komunikasi (HT, HP), bekal, dan obat-obatan.

Dengan pengetahuan survival yang andal, Anda seperti mempunyai jurus pamungkas yang sewaktu-waktu bisa dikeluarkan di saat posisi terjepit. Sebagian dari ilmu survival itu adalah pengetahuan tentang aneka tumbuhan liar yang layak dan aman untuk dimakan.

Menurut para ahli, 10% dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga di dunia ada di Indonesia. Artinya kita memiliki kurang lebih 25.000 jenis tumbuhan berbunga. Jika ditambah dengan tumbuhan tak berbunga dan jamur, maka jumlahnya akan berlipat-lipat. Dari keseluruhan jenis tumbuhan itu ada yang beracun, ada yang bisa dimakan, dan ada yang disarankan untuk dimakan.

Tak beracun = dimakan satwa
Untuk mengetahui apakah suatu jenis tumbuhan di hutan aman atau tidak untuk dimakan, ada beberapa kunci yang bisa dijadikan pegangan.

Tumbuhan yang daun, bunga, buah, atau umbinya biasa dimakan oleh satwa liar, adalah tumbuhan yang tidak beracun. Jadi kita bisa mengkonsumsinya. Sementara, tumbuhan yang berbau tidak sedap dan bisa membuat pusing, serta tidak disentuh oleh binatang liar, sebaiknya jangan disentuh. Juga tumbuhan bergetah yang membikin kulit gatal, dianjurkan untuk dihindari. Buah senggani (Melastoma sp.) boleh dimakan.

Tumbuhan lain yang perlu disingkirkan adalah tanaman yang daunnya bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu, atau permukaannya kasar. Tanaman dengan daun yang keras atau liat juga jangan dikonsumsi. Jika mendapatkan tumbuhan kemaduh (Laportea stimulans) waspadalah lantaran bulu pada daunnya membuat kulit gatal dan panas.

Sementara itu beberapa jenis tumbuhan yang mungkin ditemui di hutan dan dapat dimakan meliputi beragam jenis. Di antaranya keluarga palem-paleman, misalnya kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, aren, dan siwalan. Bukan hanya bagian umbutnya (bagian ujung batang muda dan berwarna putih) yang bisa dimakan, tapi juga buahnya (seperti kelapa dan siwalan).

Jenis jambu-jambuan yang masuk dalam keluarga Myrtaceae juga banyak dijumpai di hutan. Ciri-ciri Myrtaceae adalah daunnya berbau agak manis jika diremas. Bunganya memiliki banyak sekali benang sari dengan buah yang enak dimakan.

Tumbuhan semak dari keluarga begonia juga bisa jadi penyelamat dalam keadaan darurat. Daun begonia umumnya berbentuk jantung tidak simetris. Beberapa jenis dijadikan tanaman hias. Bila tangkai daunnya yang masih muda dikupas dan dimakan, rasanya masam dan sedikit pahit.

Beberapa jenis keladi umbinya bisa dimakan, meski pada jenis lain umbinya menyebabkan gatal di mulut dan bibir. Untuk itu dianjurkan untuk tidak sembarangan melahap keladi hutan. Sebaiknya dicoba dulu dalam jumlah kecil. Hindari makan iles-iles (Amorphophallus sp.)

Tumbuhan merambat dan melilit di pohon lain, bisa dimakan jika lilitan batang ke arah kanan (searah dengan jarum jam). Di antaranya gembili (Dioscorea aculeata), gembolo (Dioscorea bulbifera), ubi rambat. Tapi bila arah lilitannya ke kiri (berlawanan arah jarum jam) dan batangnya berduri, harus ekstrahati-hati. Jenis yang kedua ini misalnya gadung (Dioscorea hispida), yang beracun, walau tetap dapat dimakan setelah melalui proses pengolahan khusus.

Sementara keluarga rumput-rumputan seperti tebu dan beberapa jenis bambu, rebungnya enak dimakan. Demikian pula pisang hutan bisa langsung dikonsumsi.

Di tempat yang lembap dan tinggi, jenis paku-pakuan tunas dan daun mudanya enak dimakan. Tumbuhan lain yang buahnya juga bisa dimakan misalnya markisa (Passiflora sp.). Markisa ini adalah tumbuhan merambat dengan bunga khas. Beberapa anggota keluarga sirsak (Annonaceae), misalnya Annona muricata, daging buahnya segar. Buah lainnya semisal senggani (Melastoma sp.), arbei hutan (Rubus), dan anggur hutan.

Hindari warna mencolok
Selain tumbuhan di atas, jamur juga bisa menjadi dewa penyelamat bila tersesat. Menurut literatur, sudah ditemukan 38.000 jenis jamur di seantero dunia. Di antaranya ada yang enak dimakan, tapi sayang, yang tidak boleh dimakan karena beracun lebih banyak lagi. Tidak heran bila budaya makan jamur yang layak konsumsi konon sudah ada sejak jaman Mesir Kuno.

Untuk mengetahui jamur itu beracun atau tidak, bisa dilihat dari bentuk, warna, dan tempat tumbuhnya. Sementara di laboratorium, bisa dilakukan analisis secara kimiawi maupun dengan hewan percobaan. Tetapi jika sedang dihadapkan pada masalah mendesak survival di hutan belantara, mustahil bisa pergi ke laboratorium dulu untuk memastikan apakah jamur yang ditemukan itu beracun atau tidak. Karena itu kita perlu mengenal jamur-jamur yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Untuk menghindari makan jamur liar beracun, perlu diketahui ciri-cirinya. Yaitu, warna payungnya gelap atau mencolok misalnya biru, kuning, jingga, merah. Perkecualian untuk jamur kuping dengan payung coklat yang toh juga dapat dimakan.

Bau tidak sedap lantaran kandungan asam sulfida atau amonia juga sekaligus menunjukkan jamur tersebut tak layak konsumsi.

Tahukah Anda, beberapa jenis jamur ada yang memiliki cincin atau cawan pada tangkainya, misalnya jenis Amanita muscaria, dalam bahasa Jawa disebut supa-upas. Bentuknya seperti payung putih kekuningan, bagian payungnya warna merah bintik-bintik putih. Awas, racun pada jamur ini tergolong racun kuat. Beda dengan jamur merang (Volvariella volvacea), meski mempunyai cincin tetapi bisa dimakan.

Jamur beracun umumnya tumbuh di tempat kotor, misalnya pada kotoran hewan dsb. Mereka dapat berubah warna jika dipanasi. Jika diiris dengan pisau perak atau digoreskan pada perkakas perak akan meninggalkan warna biru. Warna biru ini disebabkan kandungan sianida atau sulfida, yang beracun. Sementara nasi akan berwarna kuning jika dicampur jamur beracun. Petunjuk lain, ia juga tidak dimakan oleh hewan liar.

Repotnya jenis jamur ini juga berbahaya kalau sampai sporanya menempel pada kulit, karena dapat menyebabkan kulit gatal, bahkan melepuh. Bagaiamana ciri-ciri orang yang keracunan jamur? Selidikilah, apakah ia pusing, perut sakit terutama ulu hati, mual, sering buang air kecil, tubuh lemas, pucat? Jika ia muntah, adakah darah pada muntahannya? Racun akibat jamur cukup ganas juga, kalau tidak tertolong korban bisa meninggal setelah 3 - 7 hari.

Sebelum dimakan, tumbuhan liar di hutan sebaiknya dimasak dulu untuk mengurangi dampak buruk seperti diare dan alergi. Bagaimana kalau sedang coba-coba makan tumbuhan hutan lantas keracunan? Masih ada upaya menetraliskan. Upayakan untuk memuntahkannya dengan jalan "dipancing-pancing". Jika sudah muntah minumlah air kelapa. Pil norit mungkin bisa juga membantu mengurangi kadar racun, kalau ada.

Senin, 18 Januari 2010

Mengurai Skandal Bank Century





Pemberian bail out atau dana penyertaan oleh pemerintah kepada Bank Century yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun dari semula hanya Rp 1,3 triliun terus menjadi bahan pembicaraan dan perdebatan seru. Bukan hanya di media massa, di kalangan para ahli, dan birokrasi pemerintahan, tapi juga di parlemen. Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan (Komisi XI) DPR RI terus mempersoalkannya.

Natsir Mansyur mensinyalir tindakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) memberikan dana penyertaan ke Bank Century merupakan tindak pidana yang meliputi dua aspek yaitu politik serta hukum. "Jelas-jelas sudah dinyatakan sebagai bank gagal, kok masih diberi tambahan Rp 4,9 triliun. Ini sudah tindakan pidana," kata anggota Komisi XI DPR dari Partai Golkar itu.

Untuk itu, ia mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menonaktifkan Ketua KSSK. "Lebih bagus Ketua KSSK yang juga dijabat Menteri Keuangan harus dinonaktifkan dan hanya satu orang yang bisa, yaitu Presiden," ujar Natsir.

Namun menurut Menkeu, keputusan menyelamatkan Bank Century pada 21 November 2008 itu tidak bisa dinilai berdasarkan kondisi saat ini. Sebab ketika itu kondisi perbankan Indonesia dan dunia mendapat tekanan berat akibat krisis global. Keputusan KSSK saat itu untuk menghindari terjadinya krisis secara berantai pada perbankan yang dampaknya jauh lebih mahal dan lebih dasyat dari 1988. "Dengan meminimalkan ongkosnya dan dikelola oleh manajemen yang baik maka Bank Century punya potensi untuk bisa dijual dengan harga yang baik," ucap Sri Mulyani. Menkeu pun siap dipanggil Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna dimintai keterangan seputar pengambilan kebijakan penyelamatan bank yang memiliki aset sekitar Rp 10 triliun itu.

Menkeu menyebutkan hingga Juli 2009 bank hasil penggabungan PT Bank CIC Internasional, Bank Danpac, dan Bank Pikko itu sudah untung sebesar Rp 139,9 miliar. Bahkan, menurut Bank Indonesia, jika dilihat posisinya sejak Desember 2008 sampai Agustus 2009, ada kenaikan simpanan nasabah sebesar Rp 1,1 triliun.

Namun, pemberian dana peryertaan Century yang sekarang terus dipersoalkan membuat Menkeu cemas lantaran bisa berakibat buruk terhadap bank itu. "Isu panas atas penyehatan Century yang tak sesuai dengan fakta bukan mustahil bisa menjungkalkan kembali bank ini," tutur Sri Mulyani.

Kekhawatiran Menkeu setidaknya mulai terjadi. "Sejak Bank Century diributkan akhir-akhir ini, tolong tulis yang besar ya, dana pihak ketiga Bank Century turun Rp 431 miliar," ujar Deputi Gubernur BI Budi Rochadi di Gedung DPR/MPR, Jakarat, Rabu (16/9). "Coba, kalau kasus Century didiamkan saja, pasti kejadiannya tidak seperti itu. Itu sekarang salah siapa."

Selain besarnya dana penyertaan, hal lain yang dipersoalkan kenapa Bank Century tak ditutup kabarnya ada nasabah besar yang dilindungi. Kabarnya, nasabah besar itu memiliki dana sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Harry Azhar, anggota Komisi XI DPR, menyebut nasabah besar itu antara lain Budi Sampoerna. Paman Putera Sampoerna, mantan pemilik PT H.M. Sampoerna itu disinyalir punya dana sebesar Rp 1,8 triliun di Century.

Munculnya Budi Sampoerna turut menyeret Komisaris Jenderal Susno Duadji. Isu tidak sedap merebak di kalanggan anggota dewan. Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri itu disebut-sebut dalam proses pencairan dana Budi Sampoerna. Keterlibatan Susno, seperti ditulis Majalah Tempo, terlihat dari dikeluarkannya surat Badan Reserse Kriminal pada 7 serta 17 April 2009. Surat itu menyatakan dana milik Budi Sampoerna dan 18 juta dolar AS milik PT Lancar Sampoerna Bestari di Bank Century "sudah tak ada masalah lagi".

Selain itu, Susno turut memfasilitasi beberapa pertemuan direksi Century dengan pihak Budi di kantor Bareskrim. Pertemuan itu menghasilkan dua kesepakatan. Salah satunya soal persetujuan pencarian dana senilai 58 juta dolar AS-dari total Rp 2 triliun-milik Budi atas nama PT Lancar Sampoerna Bestari. Kesepakatan lainnya, pencairan dilakukan dalam rupiah. Atas upaya tersebut, Susno dikabarkan dijanjikan oleh Lucas, kuasa hukum Budi, komisi 10 persen dari jumlah uang Budi yang akan cair.

Soal komisi 10 persen itu dibantah Susno. "Boro-boro dapat itu," ucap Susno. "Ongkos saya ke luar negeri untuk mendapatkan aset-aset Robert (Tantular, pemilik Bank Century) saja belum diganti. Bantahan serupa juga dikatakan Lucas. "Maksudnya fee? Enggak ada sama sekali. itu fitnah," tegas Lucas seperti ditulis Majalah Tempo.

***

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut ada perkara kriminal di Bank Century sehingga tidak layak diselamatkan. Menurut Wapres, masalah yang dihadapi Bank Century bukan lantaran krisis global. Melainkan karena pemiliknya yaitu Robert Tantular merampok dana bank sendiri. "Masalah (Bank) Century itu bukan masalah karena krisis, masalah perampokan, kriminal. Karena pengendali bank ini merampok dana bank sendiri dengan segala cara termasuk obligasi bodong," ujar Wapres Kalla.

Karena itu, Wapres Kalla lalu memerintahkan polisi menangkap Robert Tantular serta direksi Bank Century. Dia khawatir Robert dan direksi Bank Century melarikan diri. "Saat itu juga saya telepon (Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri), Robert Tantular dan direksi yang bertanggung jawab ditangkap dalam dua jam," kata Kalla.

Menurut Arif Havas Oegroseno, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Luar Negeri, seperti dimuat Majalah Tempo, modusnya yaitu pemilik Bank Century membuat perusahaan atas nama orang lain untuk kelompok mereka. Lantas, mereka mengajukan permohonan kredit. Tanpa prosedur semestinya serta jaminan yang memadai, mereka dengan mudah mendapatkan kredit. "Bahkan ada kredit Rp 98 miliar yang cair hanya dalam dua jam," kata Arif. Jaminan mereka, tambahnya, hanya surat berharga yang ternyata bodong.

Robert sendiri sudah divonis penjara empat tahun serta denda Rp 50 miliar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 10 September lalu. Vonis ini jauh lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yakni delapan tahun penjara. Karena itu, Kejaksaan Agung langsung mengajukan banding atas putusan tersebut. Alasannya, majelis hakim hanya mengenakan pada satu dakwaan dari tiga dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum.

Tiga dakwaan tersebut pertama, Robert dianggap menyalahgunakan kewenangan memindahbukukan dan mencairkan dana deposito valas sebesar 18 juta dolar AS tanpa izin sang pemilik dana, Budi Sampoerna. Kedua, mengucurkan kredit kepada PT Wibowo Wadah Rejeki Rp 121 miliar dan PT Accent Investindo Rp 60 miliar. Pengucuran dana ini diduga tak sesuai prosedur. Dakwaan yang ketiga adalah melanggar letter of commitment dengan tidak mengembalikan surat-surat berharga Bank Century di luar negeri dan menambah modal bank. Perbuatan Robert dan pemegang saham lain berbuntut pada krisis Bank Century yang berujung pada pengucuran dana talangan Rp 6,7 triliun.

Selain Robert, mantan Direktur Utama Bank Century, Hermanus Hasan Muslim, juga sudah divonis tiga tahun penjara dengan denda Rp 5 miliar. Sedangkan mantan Direktur Treasur Bank Century Laurence Kusuma divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Tersangka lainnya adalah Hesman Al Waraq Talaat dan Rafat Ali Rizvi. Dua pemegang saham Bank Century ini juga dipersangkakan dalam tindak pidana pencucian uang.

Polisi turut menetapkan Dewi Tantular selaku Kepala Divisi Bank Note Bank Century sebagai tersangka. Dewi kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dua tersangka lainnya adalah Linda Wangsa Dinata, selaku pimpinan KPO Senayan, dan Arga Tirta Kiranah, Kadiv legal Bank Century. Keduanya kini dalam proses penyidikan.

Kini, pemerintah terus memburu aset Robert Tantular dan pemegang saham lainnya di luar negeri dengan membentuk tim pemburu aset. Tim ini beranggotakan staf Departemen Keuangan, Markas Besar Polri, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan, Departemen Luar Negeri, Kejaksaan Agung, serta Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Sejauh ini, kata Arif Havas Oegroseno, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Luar Negeri, tim sudah berhasil menelusuri aset itu di 13 yurisdiksi. Namun, dia enggan membeberkan secara detail lokasi yurisdiksi tersebut. Sebab jika lokasi aset itu dibuka, pemiliknya akan cepat-cepat menggugat banknya, seperti yang terjadi di Hongkong.

Untuk di dalam negeri, jumlah aset yang disita polisi terkait kasus tindak pidana perbankan di Bank Century sebesar Rp 1,191 miliar. Sementara di luar negeri, polisi berhasil menemukan dan memblokir aset milik Robert Tantular senilai 19,25 juta dolar AS atau setara Rp 192,5 miliar. Uang sebesar itu antara lain terdapat di USB AG Bank Hongkong senilai 1,8 juta dolar AS, PJK Jersey sejumlah 16,5 juta dolar AS, dan British Virgin Island (Inggris) sebesar 927 ribu dolar AS.

Selain itu, polisi juga menemukan dan memblokir aset Hesham Al Waraq Talaat serta Rafat Ali Rizvi senilai Rp 11,64 triliun. Aset itu tersebar di UBS AG Bank sejumlah 3,5 juta dolar AS, Standard Chartered Bank senilai 650 ribu dolar AS dan sejumlah SGD 4.006, di ING Bank sebesar 388 ribu dolar AS.(*dari berbagai sumber/VIN)

Rabu, 06 Januari 2010

PILKADA GRESIK 2010


Tak lama lagi 18 pemilihan kepala daerah (Pilkada) digelar di sejumlah kabupaten/kota di Jatim. Pilkada Gresik termasuk di dalamnya. Bagaimana pola pertarungan antarkekuatan politik di kawasan santri Islam Tradisional itu?

Media peraga yang berbentuk baliho, billboard, spanduk, dan lainnya ada di mana-mana. Ada gambar Husnul Khuluq dengan back ground ke-NU-annya, lalu Monash (Mohammad Nashihan) yang gaya hormat sebagaimana figur militer dan kabarnya dia adalah salah satu pengacara Syech Pudji dari Ungaran.

Ada pula gambar Bambang Suhartono--yang populer dengan sebutan Bambang Ger--yang media peraganya ada yang ber-back ground warna hijau (Islam) maupun merah (nasionalis), Sambari Halim Radianto-M Qosim yang diusung Partai Golkar Gresik, Sastro Suwito, Wabup Gresik sekarang yang mencoba peruntungan dengan masuk ke kancah pertarungan pilkada untuk merebut kursi Gresik satu, dan figur lainnya.

Huluq, Sambari, Bambag Ger, Monash, Sastro, dan lainnya adalah nama-nama yang sekarang berjuang keras merebut hati dan dukungan warga Gresik pada pilkada pertengahan tahun 2010. Siapa kira-kira yang bakal memenangkan pertarungan politik ini?

Jawabannya: tak gampang. Yang menarik dicatat dalam konteks ini, munculnya rivalitas antara incumbant versus non-incumbant, kubu establish yang menghendaki tetap berlanjutnya pola dan langgam pemerintahan lokal Gresik seperti sekarang versus kubu perubahan, dan lainnya.

Kalau kita kilas balik sedikit ke belakang, pilkada Gresik tahun 2005 mempertemukan 2 kubu yang memiliki pendukung relatif seimbang. Yakni, Robbach-Sastro versus Sambari Halim-M Nasikh. Pemenang pilkada Gresik ditentukan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim setelah kubu Sambari mengajukan gugatan hukum atas hasil pilkada. Kubu Robbach-Satro yang dinyatakan menang.

Kiai Robbach adalah tokoh lama di Gresik. Yang bersangkutan pernah menjabat ketua NU setempat dan pengelola sebuah pondok tua di Kecamatan Dukun, Gresik. Keluarga Robbach dikenal memiliki kiprah lama dan menyejarah di NU. Sebelum reformasi 1998, keluarga besar pondok milik Robbach dan kerabatnya dikenal pendukung berat PPP.

Selama 10 tahun menjabat bupati Gresik setidaknya menegaskan kuatnya pengaruh Robbach di kalangan Islam Tradisional dan kalangan lain di Gresik, terutama di kawasan Gresik bagian utara. Karena itu, munculnya nama Husnul Khuluq sebagai cabup Gresik disebut-sebut untuk melanjutkan pola dan langgam kepemimpinan yang diterapkan Robbach selama 10 tahun terakhir di pemerintahan lokal Gresik.

Husnul Khuluq sekarang selain menjabat sekkab Gresik dan juga ketua PCNU setempat. Dua level tertinggi jabatan pemerintahan dan sosial keagamaan dipegang sekaligus. Itu jadi modal sangat berharga bagi Huluq menghadapi pilkada nanti.

Masalahnya kendaraan politik apa yang dipakai Huluq dalam pertarungan nanti? Belum ada kejelasan hingga sekarang. Tapi, kemungkinan besar adalah PKB dan Partai Demokrat (PD). Dua partai besar di Gresik yang diharapkan menjadi mesin pemenangan bagi Huluq yang di media peraganya memakai tagline "Lanjutkan" ini.

Kubu Sambari Halim-M Qosim juga mulai bergerak cukup lama untuk menggalang simpati dan dukungan pemilih Gresik. Sambari seorang pengusaha tulen dan pernah menjadi wabup berpasangan dengan Robbach di periode pertama kepemimpinan Robbach. Keduanya pecah kongsi menghadapi pilkada Gresik tahun 2005 lalu.

Yang menarik dilakukan Sambari Halim sekarang adalah pasangannya, M Qosim, birokrat tulen yang berkecimpung di bidang pendidikan. M Qosim sekarang menjabat salah satu asisten sekkab Gresik dan pernah menduduki posisi Kadinas Diknas Gresik. Dengan demikian, baik kubu Huluq maupun Sambari sama-sama berebut pengaruh dari kalangan birokrasi dan pemilih di bidang pendidikan (guru).

Bambang Ger yang diusung PDIP juga tak kalah gencar memenangkan pertarungan pilkada Gresik. Bambang Ger dikenal lihai merebut simpati dan dukungan pemilih. Terbukti pada pileg 2009 lalu, Bambang Ger adalah caleg dengan raihan suara dukungan terbanyak di antara 100 caleg terpilih yang duduk di DPRD Jatim. Bambang Ger meraih prestasi bukan di dapil Gresik, tapi di dapil Blitar, Kediri, dan Tulungagung.

Yang menarik adalah Bambang Ger berusaha menggaet tokoh NU sebagai cawabupnya, khususnya sayap NU/PKB pro Gus Dur di Gresik, yang sejak beberapa tempo lalu mendirikan posko Pondok Gus Dur. Belum ada kepastian siapa tokoh NU Gresik yang digandeng Bambang Ger. Apakah Ali Muchid, pimpinan Pondok Gus Dur, ataukah KH As'ad Toha yang menjabat dewan syuro PKB Gresik pro Gus Dur.

Kendati dikenal sebagai kawasan hijau (baca: santri), massa pendukung partai nasionalis sekuler (PDIP) di Gresik juga tak kecil. PDIP berada di ranking ketiga di bawah PKB dan PD pada pileg 2009 lalu. Pendukung PDIP di Gresik terutama berada di kawasan selatan, seperti Kecamatan Cerme, Menganti, Drioyorejo, Kedamean, dan Wringinanom.

Jika benar bahwa Bambang Ger menggaet Ali Muchid atau KH As'ad Toha, maka potret kepemimpinan nasionalis-religius (Islam Tradisional) coba diterapkan PDIP untuk memenangkan pilkada Gresik. Kalkulasi politik ini menemukan reasoning yang kuat, mengingat bahwa kawasan Gresik utara, seperti Kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu, Dukun, Ujungpangkah, dan Panceng dikenal sebagai basis kaum santri Islam Tradisional.

Walaupun demikian, di kawasan Gresik utara itu ada pula sentra santri Islam Modernis (Muhammadiyah), terutama di Kecamatan Dukun dengan Pondok Maskumambang yang dekat dengan PBB dan Kecamatan Sidayu, kendati kuantitasnya tak sebesar komunitas Islam Tradisional.

Eksprimen politik yang dilakukan Bambang Ger dan PDIP di pilkada Gresik hasilnya efektif ketika tokoh yang digandeng populis dan tingkat elektabilitasnya tinggi. Sebab, ranah politik Islam Tradisional Gresik kemungkinan besar ada pembelahan antara elite santri Islam Tradisional dari kawasan perkotaan (Kecamatan Kota Gresik dan Kebomas) dan Gresik kawasan utara.

Mesin-mesin parpol besar di Gresik telah dipanasi menjelang pilkada pertengahan tahun 2010. Apakah PKB mampu mempertahankan dominasinya dalam percaturan politik lokal Gresik seperti 10 tahun terakhir ini. Ataukah bakal terjadi suksesi kepemimpinan secara substantif di pemerintahan lokal Gresik berdasar hasil pilkada nanti. Fakta penting yang bisa dicatat dalam perjalanan pilkada Gresik sekarang adalah menguatnya pola pertarungan politik seperti pilkada 2005 lalu.

Maksudnya, persaingan keras terjadi antara kubu Sambari Halim-M Qosim versus Husnul Khuluq yang kemungkinan besar di-back up incumbant sekarang.

Apakah Huluq mampu menapaki jejak Soekarwo yang di-back up mantan Gubernur Imam Utomo pada pilgub Jatim yang berlangsung 3 putaran. Ataukah justru Sambari Halim yang bisa mengikuti jejak Dade Angga yang sempat kalah dalam pilkada Kabupaten Pasuruan, kemudian running kembali dan menang. Ataukah ada kandidat kuda hitam yang justru leading di balik persaingan keras antara kubu Huluq versus kubu Sambari. Pertarungan sedang berjalan dan hasilnya baru diketahui 6 bulan kemudian. Selamat menonton. [air/bersambung]

Sabtu, 26 Desember 2009

Menyongsong Fajar Persatuan Umat Islam






Menyongsong Fajar Persatuan Umat Islam
: Perspektif Ayatullah Khamenei

Potret Dunia Islam

Hari ini, dunia Islam masih berduka. Pesta pembantaian umat manusia yang digelar Amerika di Irak dan Afganistan belum lagi usai, genderang perang sudah kembali ditiupkan di Gaza dan Libanon Selatan. Umat Islam, bertubi-tubi harus menanggung penderitaan yang berkepanjangan. Berdasarkan hasil penelitian OBA[1] yang dikutip Harian Sore menyebutkan selama invasi Amerika di Irak, lebih dari sejuta warga Irak tewas, empat juta kehilangan tempat tinggal sedang hampir separuhnya telah mengungsi ke negara-negara tetangga. Muslim di Palestina, tentu saja mengalami nasib yang lebih buruk, para peneliti kesulitan menentukan angka korban secara pasti. Karena setiap harinya, jumlah korban terus melonjak. Demikian pula, Afganistan dan negara-negara lainnya.

Arah politik dunia, memang sedang tidak berpihak kepada umat Islam, terutama pasca peristiwa Sebelas September. Prediksi Hungtinton dalam bukunya Who Are We? menegaskan bahwa musuh baru Amerika adalah Islam, membuat para petinggi gedung putih sibuk merancang sebuah imperium baru bernama “Imperium Americanum” Ide ini, selanjutnya mengilhami mimpi Bush tentang peta baru Timur Tengah dan ternyata menjadi mimpi buruk dunia Islam, seperti disitir Sardar.

Dalam ranah ekonomi, dunia Islam juga masih harus menanggung kegetiran. Enam dari delapan negara-negara paling miskin di dunia adalah negara-negara Islam seperti Etiopia, Afghanistan, Somalia, Nigeria, Mozambiq dan Pakistan.[2] Jika dahulu, kelaparan memaksa negara-negara miskin menerima kolonialisasi dan penjajahan dari banga asing. Maka, hari ini, negara-negara miskin telah menggadaikan kedaulatan negaranya lantaran kewajiban hutang yang bertumpuk. Padahal, pada saat yang sama, dunia Islam mewarisi tiga perempat kekayaan mineral dan minyak dunia.

Di belahan dunia Islam yang lain, umat Islam saling berhadapan hanya karena perbedaan mazhab, partai maupun organisasi. Tak jarang, kondisi ini melahirkan pertumpahan darah. Ratusan, bahkan ribuan nyawa tak berdosa telah ditumbangkan atas nama Islam. Belum lagi, ditebarnya berbagai aliran Islam menambah kekisruhan arena panggung peradaban dunia Islam.
Ayatullah Khamenei dan Perjuangan Dunia Islam

Realitas yang terjadi pada umat Islam, tentu saja menyisakkan tanda tanya besar di kepala kita tentang apa yang sebenarnya terjadi di dunia Islam. Umat yang dahulu pernah menjadi imperium terbesar di dunia, menaklukan Persia dan Romawi. Umat yang pernah memimpin di berbagai bidang pengetahuan mulai dari teologi, filsafat, kimia, matematika, astronomi, kedokteran sampai obat-obatan. Bahkan, umat yang pernah mengilhami kemajuan Eropa hari ini.

Jauh hari, para cendikiawan muslim semisal Jamaluddin, Abduh dan Iqbal menangkap kekhawatiran ini dan mulai meniupkan ide persatuan Islam. Meski berbeda metode, ketiganya terilhami oleh semangat Pan Islamism yang mencuat abad ke sembilan belasan.[3] Sayangnya, perjuangan mereka belum menemukan simpulnya sampai api revolusi Islam Iran berpijar.

Bola-bola api itu lalu berhamburan ke seluruh penjuru dunia menyiratkan kebangkitan baru dunia islam. Khomeini, menjadi lokomotif dalam gerakan Islam selanjutnya. Keberaniannya menentang para tiran, mengobarkan dada para pemuda muslim di berbagai belahan dunia. Tiba-tiba, dunia dikejutkan oleh sekelompok pemuda Libanon yang mampu memukul mundur Israel. Dunia juga tercengang oleh lemparan batu para pemuda di sudut-sudut Palestina. Di belahan lain, jutaan umat Islam mulai terbuka kesadarannya.

Tetapi, jumlah itu belum sebanding dengan mayoritas muslim yang ada. Masih banyak umat yang tertidur, padahal tantangan ke depan semakin besar. Perjuangan mengangkat martabat muslim masih panjang dan api kebangkitan Islam harus terus berkorbar. Maka, setelah sang guru mangkat, kini Khamenei yang bertugas melanjutkan misi persatuan umat.

Ayatullah Khamenei, tidak kalah serius dari gurunya dalam menyerukan nilai-nilai persatuan. Beberapa tahun pra Revolusi, saat beliau diasingkan di Propinsi Baluchestan, beliau menggagas upaya persatuan bersama Almarhum Maulavi Shahdad, seorang ulama besar Khuzestan. Beliau mengirim pesan kepada almarhum untuk membahas dan merumuskan asas persatuan hakiki antara Sunni dan Syiah. Rencana itupun, akhirnya terealisir setelah revolusi.

Pasca Revolusi, Ayatullah Khamenei semakin gigih memperjuangan persatuan Islam. Beliau sendiri pernah menghadiri konferensi interasional yang dihadiri oleh negara-negara anggota Gerakan Non-Blok dan negara Islam. Saat itu, mayoritas negara tidak berani menyinggung masalah pendudukan Soviet terhadap Afganistan. Hanya pidato beliau, sebagai wakil dari Iran, yang bernada tegas mengkritik AS dan Uni Soviet.

Pada Tahun 1969 Hs, Ayatullah Khamenei memprakarsai berdirinya Majma Takrib Baina al-Mazhab al-Islamiyah, sebuah lembaga yang bertujuan melakukan pendekatan kepada berbagai kelompok Islam. Terutama, mencari titik persamaan antara kelompok Syiah dan Ahli Sunnah. Setiap tahunnya, lembaga ini mengundang berbagai tokoh agama dari berbagai aliran Islam di dunia.

Di samping kiprah tersebut, Ayatullah Khamenei dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya persatuan dunia Islam. Pada setiap musim haji, pesan persatuan tak pernah absen disampaikan kepada para jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia. Lebih dari itu, beliau secara khusus mencanangkan tahun ini, sebagai tahun kesatuan nasional dan persatuan Islam. Dengan menyaksikan potret dunia Islam yang terjadi saat ini, tentu saja ide tersebut menjadi sedemikian urgen.

Dari sinilah, penulis tertarik untuk mengkaji pemikiran beliau terkait dengan ide-ide persatuan Islam. Konsep persatuan dalam pandangan Ayatullah Khamenei didekati melalui qualitative approach dengan metode content analysis. Dalam hal ini, penulis akan menelaah berbagai naskah pidato serta pesan beliau yang berkenaan dengan tema persatuan, kemudian dianalisis dan diinterpretasi.[4]
Persatuan Islam: Melacak Arti dan Acuan

Secara leksikal, persatuan merupakan gabungan dari beberapa bagian.[5] Persatuan bisa memiliki dua arti, hakiki maupun metaforis. Bersatu secara hakiki adalah meleburnya dua unsur menjadi satu. Dalam realitasnya, persatuan ini mustahil untuk terwujud. Sedangkan secara metaforis, bersatu adalah perubahan dari satu unsur kepada unsur lainnya. Misalnya, perubahan air menjadi uap.

Dalam ranah politik, persatuan mengandung pengertian bersatunya dua atau lebih kelompok atau negara dengan menerima persamaan undang-undang politik, ekonomi dan keamanan.[6] Maka, persatuan Islam berarti bersatunya berbagai kelompok Islam dengan mengedepankan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.

Dalam al-Qur’an, makna persatuan dapat dilacak dalam berbagai terma, misalnya: perdamaian, saling berpegang teguh, saling tolong-menolong, saling berhubungan, persaudaraan, kasih sayang, umat yang satu dan sebagainya.[7]

Al-Qur’an menggambarkan persatuan dari berbagai sisi.

Pertama, Qur’an mengisyaratkan bahwa kecenderungan untuk bersatu, merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari eksistensi manusia.[8] Sejak umat pertama tercipta dan menghuni dunia, saat itu pula keinginan untuk bersatu muncul. Manusia, dengan tujuan untuk melangsungkan kehidupan serta mengurangi berbagi kesulitan, saling membantu antara satu dengan yang lainnya. Tetapi, karena berbagai faktor terjadilah pertikaian dan peperangan.

Kedua, Qur’an menjelaskan bahwa salah satu tugas kenabian adalah meluruskan perselisihan yang terjadi di tengah umat serta mengembalikannya kepada seruan Qur’an.[9] Ketiga, Qur’an menyebutkan tentang dampak dan pengaruh persatuan. Misalnya, dengan persatuan, umat Islam akan mencapai kemenangan serta kemuliaan.[10] Selain itu, masih banyak sisi-sisi lainnya yang dijelaskan dalam al-Qur’an.

Adapun riwayat yang menuturkan tentang persatuan, jumlahnya cukup banyak, baik dari kalangan Syiah maupun Ahli Sunnah dengan derajat mutawatir. Misalnya, hadist yang menjelaskan bahwa suatu hari Rasul Saw bersabda: Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan yang satu sama lain saling membutuhkan. Pada saat itu, Nabi Saw mengisyaratkan pada jari-jarinya.[11]
Tujuan Persatuan Islam: Kejayaan Umat

Sebuah ide, gagasan atau konsep, dapat terealisasikan secara baik, jika disertai tujuan yang mulia sekaligus universal. Demikian pula gagasan persatuan Islam yang digulirkan Ayatullah Khamenei, menyiratkan tujuan yang luhur, sebagaimana ditegaskannya:

Jika kaum Muslimin saling bahu-membahu dan mengasihi, meskipun satu sama lain berbeda keyakinan, dengan syarat tidak menjadi kendaraan musuh, maka dunia Islam akan mencapai kejayaan. Pada saat itulah, Amerika dan sekutunya tidak akan berani menjejakkan kaki di negeri Muslim, mendirikan pangkalan militer apalagi mengancam umat Islam.[12]

Dalam pesan tersebut, kejayaan Islam menjadi tujuan luhur yang tentunya juga menjadi cita-cita seluruh umat muslim di dunia. Dalam pernyataan yang lain, beliau menyebutkan bahwa tujuan itu dapat tercapai, jika seluruh negara Islam bekerjasama dengan baik.[13]
Melacak Akar Perpecahan

Ayatullah Khamenei sepenuhnya menyadari bahwa fenomena yang hari ini menimpa dunia Islam, akibat perpecahan di tubuh kaum Muslimin. Dalam pandangan beliau, terdapat berbagai faktor yang memicu perpecahan umat, baik dalam konteks internal maupun eksternal.

Secara internal, sebagian umat Islam, disadari atau tidak turut menyumbangkan terjadinya perpecahan, diantaranya adalah ketidaktahuan dan kebodohan. Karena faktor itu pula, mereka mengkafirkan sesama muslim. Rahbar, dalam salah satu pernyataannya menjelaskan:

Saat ini, sebagaian kalangan, karena pemikiran yang dangkal serta berbagai alasan yang tak mendasar, menuding mayoritas kaum Muslimin sebagai musyrik, bahkan sampai menghalalkan darah. Mereka, sadar atau tidak, tengah bekerja untuk kepentingan syirik, kekufuran serta kekuatan-kekuatan zalim.[14]

Di samping kebodohan, diabaikannya nilai-nilai moral merupakan faktor lain yang melemahkan persatuan. Disusul faktor-faktor seperti pemisahan agama dan politik, adanya jarak dengan Islam sejati serta keyakinan yang tidak disertai perbuatan, menjadi penyumbang perpecahan umat berikutnya.

Pada skala eksternal, imperialisme memiliki pengaruh kuat dalam melahirkan perpecahan di dunia Islam, baik imperialisme model klasik maupun neo imperialisme. Pasca perang dunia kedua, negara-negara bekas jajahan, termasuk negara Islam, harus menelan konflik lokal yang cukup parah. Saat inipun, para penjajah terus menghembuskan perpecahan di negara-negara muslim dengan menggunakan isu etnis, mazhab maupun partai.

Ayatullah Khamenei, dalam berbagai kesempatan menyebutkan keculasan para penjajah dalam mengobarkan perseteruan di tengah umat. Beliau menyebutkan bahwa pada saat berbagai negara dan para pemimpin dunia berkonsentrasi menyerukan perdamaian, para penjajah malah berupaya keras mematahkan persatuan berbagai bangsa, terutama umat Islam.[15]

Pada kesempatan lain, Ayatullah Khamenei menjelaskan berbagai perangkap yang digunakan kaum Imperialis untuk melemahkan posisi umat Islam, sebagaimana pernyataannya:

Kekuatan penuh Barat, menggunakan berbagai cara seperti budaya, ekonomi, politik dan keamanan untuk melemahkan berbagai negara serta umat Islam. Di samping juga, melakukan pembodohan, perpecahan serta kemiskinan[16]
Merintis Jalan Persatuan: Tinjauan Holistik

Ketika menyaksikan kondisi dunia Islam yang terjadi saat ini, umat sudah sangat menantikan berbagai pencerahan. Ayatullah Khamenei, dalam berbagai pidato dan pesan yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan, mengemukakan sejumlah format persatuan yang cukup komprehensif. Dari hasil analisis penulis, setidaknya ada empat format penting dalam merintis jalan persatuan dunia Islam.

Pertama, memperkuat basis spiritualitas. Perjalanan menuju persatuan umat, membutuhkan nafas panjang. Maka menurut Ayatullah Khamenei, setiap umat harus kembali menata pandangan dunianya masing-masing. Setiap gerakan, aksi atau rencana apapun harus mengambil inspirasi dari nilai-nilai tauhid dan kenabian.[17] Setiap umat, harus kembali memperbaiki ketakwaan serta memetik pelajaran Ahklakul karimah dari Qur’an dan sang Nabi suci.

Kedua, menyiapkan dua sarana persatuan umat, kesadaran dan kasih sayang. Menurut Ayatullah Khamenei, untuk membentuk barisan umat yang bersatu diperlukan dua sarana vital yaitu kesadaran dan kasih sayang. Umat Islam, terlebih dahulu perlu menyadari bahaya musuh yang sedang mengancam dan bersikap tegas terhadap mereka. Dalam salah satu pernyataanya, beliau menegaskan:

Seluruh umat Islam di dunia harus lebih waspada menghadapi rencana dan konspirasi musuh-musuh Islam untuk memecah belah kaum muslimin dan terjadinya konflik berdarah sesama umat. Saat ini, musuh di Irak, Palestina, Libanon dan di setiap tempat di dunia Islam sedang berusaha menyulut peperangan saudara antar sesama Muslim. Mereka mempergunakan berbagai macam isu seperti mazhab, etnis, partai politik dan lain-lainnya untuk menggerakkan kaum Muslimin agar saling berhadap-hadapan dan saling bunuh.[18]

Pada sisi lain, umat dibimbing untuk saling mengasihi sesama muslim. Karena, dengan menebar kasih pada sesama Muslim, umat akan tergiring untuk saling menghormati serta tidak saling mencaci.[19] Lebih dari itu, kasih sayang juga dapat mengurangi berbagai ketegangan di tengah umat Islam. Sehingga, agenda persatuan lainnya akan dapat terealisasikan secara baik.

Ketiga, mengoptimalkan sinergi seluruh komponen umat. Dalam pandangan Ayatullah Khamenei, untuk mewujudkan cita-cita persatuan dunia Islam, diperlukan sinergi dari seluruh komponen umat, baik dari kalangan intelektual muslim, tokoh agama, politikus, negarawan, ilmuan, maupun budayawan. Tugas para intelektual adalah mengkaji kembali berbagai isu-isu kontemporer dalam bingkai Islam seperti: hak asasi manusia, kebebasan dan demokrasi, hak-hak perempuan, diskriminasi, memerangi kemiskinan dan keterbelakangan pengetahuan serta membongkar kedok media Barat.[20] Adapun, para politikus serta negarawan di negara-negara Islam harus berani mengambil kebijakan yang bersandar pada kemandirian bangsa serta menolak segala ketergantungan pada kaum Imperialis.[21] Demikian pula, seluruh umat harus bekerja keras dalam bidangnya masing-masing.[22]

Keempat, mengusung agenda yang jelas dan berkesinambungan. Gagasan persatuan umat, harus disertai dengan berbagai agenda yang menjadi persoalan dunia Islam dewasa ini. Dalam hal ini, Ayatullah Khamenei menyiapkan sejumlah tawaran agenda bersama umat Islam. Pertama, memperjuangkan keluarnya tentara asing dari Irak dan Afganistan serta mendukung berdirinya negara yang berdaulat penuh pada kedua negara tersebut. Kedua, Melindungi nyawa, harta, kemuliaan serta kebebasan rakyat Palestina secara materi maupun moral. Ketiga, mengumandangkan syiar-syiar Islam ke seluruh penjuru dunia. Keempat, merekatkan para pemimpin Islam serta menyelesaikan perselisihan diantara mereka. Kelima, berperan aktif dalam OKI dan mengkritisi kembali kebijakan hak veto.[23] Keenam, memanfaatkan momentum hari-hari besar Islam, sebagai upaya menggalang persatuan Islam, seperti Haji, Maulid Nabi dan Asyura.
Penutup: Menyongsong Masa Depan Dunia Islam

Jika hari ini, kita masih mendengar tangisan anak-anak di Palestina, masih menyaksikan kelaparan di Mozambiq atau kita masih berduka untuk Irak, Afganistan, Pakistan dan Tanah Islam lainnya, maka esok hari kita akan menyaksikan ketumbangan kaum imperialis. Dengan optimisme dan persatuan, masa depan dunia Islam akan kembali gemilang. Selamat menyongsong masa depan Islam!