Sabtu, 26 Desember 2009

Menyongsong Fajar Persatuan Umat Islam






Menyongsong Fajar Persatuan Umat Islam
: Perspektif Ayatullah Khamenei

Potret Dunia Islam

Hari ini, dunia Islam masih berduka. Pesta pembantaian umat manusia yang digelar Amerika di Irak dan Afganistan belum lagi usai, genderang perang sudah kembali ditiupkan di Gaza dan Libanon Selatan. Umat Islam, bertubi-tubi harus menanggung penderitaan yang berkepanjangan. Berdasarkan hasil penelitian OBA[1] yang dikutip Harian Sore menyebutkan selama invasi Amerika di Irak, lebih dari sejuta warga Irak tewas, empat juta kehilangan tempat tinggal sedang hampir separuhnya telah mengungsi ke negara-negara tetangga. Muslim di Palestina, tentu saja mengalami nasib yang lebih buruk, para peneliti kesulitan menentukan angka korban secara pasti. Karena setiap harinya, jumlah korban terus melonjak. Demikian pula, Afganistan dan negara-negara lainnya.

Arah politik dunia, memang sedang tidak berpihak kepada umat Islam, terutama pasca peristiwa Sebelas September. Prediksi Hungtinton dalam bukunya Who Are We? menegaskan bahwa musuh baru Amerika adalah Islam, membuat para petinggi gedung putih sibuk merancang sebuah imperium baru bernama “Imperium Americanum” Ide ini, selanjutnya mengilhami mimpi Bush tentang peta baru Timur Tengah dan ternyata menjadi mimpi buruk dunia Islam, seperti disitir Sardar.

Dalam ranah ekonomi, dunia Islam juga masih harus menanggung kegetiran. Enam dari delapan negara-negara paling miskin di dunia adalah negara-negara Islam seperti Etiopia, Afghanistan, Somalia, Nigeria, Mozambiq dan Pakistan.[2] Jika dahulu, kelaparan memaksa negara-negara miskin menerima kolonialisasi dan penjajahan dari banga asing. Maka, hari ini, negara-negara miskin telah menggadaikan kedaulatan negaranya lantaran kewajiban hutang yang bertumpuk. Padahal, pada saat yang sama, dunia Islam mewarisi tiga perempat kekayaan mineral dan minyak dunia.

Di belahan dunia Islam yang lain, umat Islam saling berhadapan hanya karena perbedaan mazhab, partai maupun organisasi. Tak jarang, kondisi ini melahirkan pertumpahan darah. Ratusan, bahkan ribuan nyawa tak berdosa telah ditumbangkan atas nama Islam. Belum lagi, ditebarnya berbagai aliran Islam menambah kekisruhan arena panggung peradaban dunia Islam.
Ayatullah Khamenei dan Perjuangan Dunia Islam

Realitas yang terjadi pada umat Islam, tentu saja menyisakkan tanda tanya besar di kepala kita tentang apa yang sebenarnya terjadi di dunia Islam. Umat yang dahulu pernah menjadi imperium terbesar di dunia, menaklukan Persia dan Romawi. Umat yang pernah memimpin di berbagai bidang pengetahuan mulai dari teologi, filsafat, kimia, matematika, astronomi, kedokteran sampai obat-obatan. Bahkan, umat yang pernah mengilhami kemajuan Eropa hari ini.

Jauh hari, para cendikiawan muslim semisal Jamaluddin, Abduh dan Iqbal menangkap kekhawatiran ini dan mulai meniupkan ide persatuan Islam. Meski berbeda metode, ketiganya terilhami oleh semangat Pan Islamism yang mencuat abad ke sembilan belasan.[3] Sayangnya, perjuangan mereka belum menemukan simpulnya sampai api revolusi Islam Iran berpijar.

Bola-bola api itu lalu berhamburan ke seluruh penjuru dunia menyiratkan kebangkitan baru dunia islam. Khomeini, menjadi lokomotif dalam gerakan Islam selanjutnya. Keberaniannya menentang para tiran, mengobarkan dada para pemuda muslim di berbagai belahan dunia. Tiba-tiba, dunia dikejutkan oleh sekelompok pemuda Libanon yang mampu memukul mundur Israel. Dunia juga tercengang oleh lemparan batu para pemuda di sudut-sudut Palestina. Di belahan lain, jutaan umat Islam mulai terbuka kesadarannya.

Tetapi, jumlah itu belum sebanding dengan mayoritas muslim yang ada. Masih banyak umat yang tertidur, padahal tantangan ke depan semakin besar. Perjuangan mengangkat martabat muslim masih panjang dan api kebangkitan Islam harus terus berkorbar. Maka, setelah sang guru mangkat, kini Khamenei yang bertugas melanjutkan misi persatuan umat.

Ayatullah Khamenei, tidak kalah serius dari gurunya dalam menyerukan nilai-nilai persatuan. Beberapa tahun pra Revolusi, saat beliau diasingkan di Propinsi Baluchestan, beliau menggagas upaya persatuan bersama Almarhum Maulavi Shahdad, seorang ulama besar Khuzestan. Beliau mengirim pesan kepada almarhum untuk membahas dan merumuskan asas persatuan hakiki antara Sunni dan Syiah. Rencana itupun, akhirnya terealisir setelah revolusi.

Pasca Revolusi, Ayatullah Khamenei semakin gigih memperjuangan persatuan Islam. Beliau sendiri pernah menghadiri konferensi interasional yang dihadiri oleh negara-negara anggota Gerakan Non-Blok dan negara Islam. Saat itu, mayoritas negara tidak berani menyinggung masalah pendudukan Soviet terhadap Afganistan. Hanya pidato beliau, sebagai wakil dari Iran, yang bernada tegas mengkritik AS dan Uni Soviet.

Pada Tahun 1969 Hs, Ayatullah Khamenei memprakarsai berdirinya Majma Takrib Baina al-Mazhab al-Islamiyah, sebuah lembaga yang bertujuan melakukan pendekatan kepada berbagai kelompok Islam. Terutama, mencari titik persamaan antara kelompok Syiah dan Ahli Sunnah. Setiap tahunnya, lembaga ini mengundang berbagai tokoh agama dari berbagai aliran Islam di dunia.

Di samping kiprah tersebut, Ayatullah Khamenei dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya persatuan dunia Islam. Pada setiap musim haji, pesan persatuan tak pernah absen disampaikan kepada para jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia. Lebih dari itu, beliau secara khusus mencanangkan tahun ini, sebagai tahun kesatuan nasional dan persatuan Islam. Dengan menyaksikan potret dunia Islam yang terjadi saat ini, tentu saja ide tersebut menjadi sedemikian urgen.

Dari sinilah, penulis tertarik untuk mengkaji pemikiran beliau terkait dengan ide-ide persatuan Islam. Konsep persatuan dalam pandangan Ayatullah Khamenei didekati melalui qualitative approach dengan metode content analysis. Dalam hal ini, penulis akan menelaah berbagai naskah pidato serta pesan beliau yang berkenaan dengan tema persatuan, kemudian dianalisis dan diinterpretasi.[4]
Persatuan Islam: Melacak Arti dan Acuan

Secara leksikal, persatuan merupakan gabungan dari beberapa bagian.[5] Persatuan bisa memiliki dua arti, hakiki maupun metaforis. Bersatu secara hakiki adalah meleburnya dua unsur menjadi satu. Dalam realitasnya, persatuan ini mustahil untuk terwujud. Sedangkan secara metaforis, bersatu adalah perubahan dari satu unsur kepada unsur lainnya. Misalnya, perubahan air menjadi uap.

Dalam ranah politik, persatuan mengandung pengertian bersatunya dua atau lebih kelompok atau negara dengan menerima persamaan undang-undang politik, ekonomi dan keamanan.[6] Maka, persatuan Islam berarti bersatunya berbagai kelompok Islam dengan mengedepankan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.

Dalam al-Qur’an, makna persatuan dapat dilacak dalam berbagai terma, misalnya: perdamaian, saling berpegang teguh, saling tolong-menolong, saling berhubungan, persaudaraan, kasih sayang, umat yang satu dan sebagainya.[7]

Al-Qur’an menggambarkan persatuan dari berbagai sisi.

Pertama, Qur’an mengisyaratkan bahwa kecenderungan untuk bersatu, merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari eksistensi manusia.[8] Sejak umat pertama tercipta dan menghuni dunia, saat itu pula keinginan untuk bersatu muncul. Manusia, dengan tujuan untuk melangsungkan kehidupan serta mengurangi berbagi kesulitan, saling membantu antara satu dengan yang lainnya. Tetapi, karena berbagai faktor terjadilah pertikaian dan peperangan.

Kedua, Qur’an menjelaskan bahwa salah satu tugas kenabian adalah meluruskan perselisihan yang terjadi di tengah umat serta mengembalikannya kepada seruan Qur’an.[9] Ketiga, Qur’an menyebutkan tentang dampak dan pengaruh persatuan. Misalnya, dengan persatuan, umat Islam akan mencapai kemenangan serta kemuliaan.[10] Selain itu, masih banyak sisi-sisi lainnya yang dijelaskan dalam al-Qur’an.

Adapun riwayat yang menuturkan tentang persatuan, jumlahnya cukup banyak, baik dari kalangan Syiah maupun Ahli Sunnah dengan derajat mutawatir. Misalnya, hadist yang menjelaskan bahwa suatu hari Rasul Saw bersabda: Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan yang satu sama lain saling membutuhkan. Pada saat itu, Nabi Saw mengisyaratkan pada jari-jarinya.[11]
Tujuan Persatuan Islam: Kejayaan Umat

Sebuah ide, gagasan atau konsep, dapat terealisasikan secara baik, jika disertai tujuan yang mulia sekaligus universal. Demikian pula gagasan persatuan Islam yang digulirkan Ayatullah Khamenei, menyiratkan tujuan yang luhur, sebagaimana ditegaskannya:

Jika kaum Muslimin saling bahu-membahu dan mengasihi, meskipun satu sama lain berbeda keyakinan, dengan syarat tidak menjadi kendaraan musuh, maka dunia Islam akan mencapai kejayaan. Pada saat itulah, Amerika dan sekutunya tidak akan berani menjejakkan kaki di negeri Muslim, mendirikan pangkalan militer apalagi mengancam umat Islam.[12]

Dalam pesan tersebut, kejayaan Islam menjadi tujuan luhur yang tentunya juga menjadi cita-cita seluruh umat muslim di dunia. Dalam pernyataan yang lain, beliau menyebutkan bahwa tujuan itu dapat tercapai, jika seluruh negara Islam bekerjasama dengan baik.[13]
Melacak Akar Perpecahan

Ayatullah Khamenei sepenuhnya menyadari bahwa fenomena yang hari ini menimpa dunia Islam, akibat perpecahan di tubuh kaum Muslimin. Dalam pandangan beliau, terdapat berbagai faktor yang memicu perpecahan umat, baik dalam konteks internal maupun eksternal.

Secara internal, sebagian umat Islam, disadari atau tidak turut menyumbangkan terjadinya perpecahan, diantaranya adalah ketidaktahuan dan kebodohan. Karena faktor itu pula, mereka mengkafirkan sesama muslim. Rahbar, dalam salah satu pernyataannya menjelaskan:

Saat ini, sebagaian kalangan, karena pemikiran yang dangkal serta berbagai alasan yang tak mendasar, menuding mayoritas kaum Muslimin sebagai musyrik, bahkan sampai menghalalkan darah. Mereka, sadar atau tidak, tengah bekerja untuk kepentingan syirik, kekufuran serta kekuatan-kekuatan zalim.[14]

Di samping kebodohan, diabaikannya nilai-nilai moral merupakan faktor lain yang melemahkan persatuan. Disusul faktor-faktor seperti pemisahan agama dan politik, adanya jarak dengan Islam sejati serta keyakinan yang tidak disertai perbuatan, menjadi penyumbang perpecahan umat berikutnya.

Pada skala eksternal, imperialisme memiliki pengaruh kuat dalam melahirkan perpecahan di dunia Islam, baik imperialisme model klasik maupun neo imperialisme. Pasca perang dunia kedua, negara-negara bekas jajahan, termasuk negara Islam, harus menelan konflik lokal yang cukup parah. Saat inipun, para penjajah terus menghembuskan perpecahan di negara-negara muslim dengan menggunakan isu etnis, mazhab maupun partai.

Ayatullah Khamenei, dalam berbagai kesempatan menyebutkan keculasan para penjajah dalam mengobarkan perseteruan di tengah umat. Beliau menyebutkan bahwa pada saat berbagai negara dan para pemimpin dunia berkonsentrasi menyerukan perdamaian, para penjajah malah berupaya keras mematahkan persatuan berbagai bangsa, terutama umat Islam.[15]

Pada kesempatan lain, Ayatullah Khamenei menjelaskan berbagai perangkap yang digunakan kaum Imperialis untuk melemahkan posisi umat Islam, sebagaimana pernyataannya:

Kekuatan penuh Barat, menggunakan berbagai cara seperti budaya, ekonomi, politik dan keamanan untuk melemahkan berbagai negara serta umat Islam. Di samping juga, melakukan pembodohan, perpecahan serta kemiskinan[16]
Merintis Jalan Persatuan: Tinjauan Holistik

Ketika menyaksikan kondisi dunia Islam yang terjadi saat ini, umat sudah sangat menantikan berbagai pencerahan. Ayatullah Khamenei, dalam berbagai pidato dan pesan yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan, mengemukakan sejumlah format persatuan yang cukup komprehensif. Dari hasil analisis penulis, setidaknya ada empat format penting dalam merintis jalan persatuan dunia Islam.

Pertama, memperkuat basis spiritualitas. Perjalanan menuju persatuan umat, membutuhkan nafas panjang. Maka menurut Ayatullah Khamenei, setiap umat harus kembali menata pandangan dunianya masing-masing. Setiap gerakan, aksi atau rencana apapun harus mengambil inspirasi dari nilai-nilai tauhid dan kenabian.[17] Setiap umat, harus kembali memperbaiki ketakwaan serta memetik pelajaran Ahklakul karimah dari Qur’an dan sang Nabi suci.

Kedua, menyiapkan dua sarana persatuan umat, kesadaran dan kasih sayang. Menurut Ayatullah Khamenei, untuk membentuk barisan umat yang bersatu diperlukan dua sarana vital yaitu kesadaran dan kasih sayang. Umat Islam, terlebih dahulu perlu menyadari bahaya musuh yang sedang mengancam dan bersikap tegas terhadap mereka. Dalam salah satu pernyataanya, beliau menegaskan:

Seluruh umat Islam di dunia harus lebih waspada menghadapi rencana dan konspirasi musuh-musuh Islam untuk memecah belah kaum muslimin dan terjadinya konflik berdarah sesama umat. Saat ini, musuh di Irak, Palestina, Libanon dan di setiap tempat di dunia Islam sedang berusaha menyulut peperangan saudara antar sesama Muslim. Mereka mempergunakan berbagai macam isu seperti mazhab, etnis, partai politik dan lain-lainnya untuk menggerakkan kaum Muslimin agar saling berhadap-hadapan dan saling bunuh.[18]

Pada sisi lain, umat dibimbing untuk saling mengasihi sesama muslim. Karena, dengan menebar kasih pada sesama Muslim, umat akan tergiring untuk saling menghormati serta tidak saling mencaci.[19] Lebih dari itu, kasih sayang juga dapat mengurangi berbagai ketegangan di tengah umat Islam. Sehingga, agenda persatuan lainnya akan dapat terealisasikan secara baik.

Ketiga, mengoptimalkan sinergi seluruh komponen umat. Dalam pandangan Ayatullah Khamenei, untuk mewujudkan cita-cita persatuan dunia Islam, diperlukan sinergi dari seluruh komponen umat, baik dari kalangan intelektual muslim, tokoh agama, politikus, negarawan, ilmuan, maupun budayawan. Tugas para intelektual adalah mengkaji kembali berbagai isu-isu kontemporer dalam bingkai Islam seperti: hak asasi manusia, kebebasan dan demokrasi, hak-hak perempuan, diskriminasi, memerangi kemiskinan dan keterbelakangan pengetahuan serta membongkar kedok media Barat.[20] Adapun, para politikus serta negarawan di negara-negara Islam harus berani mengambil kebijakan yang bersandar pada kemandirian bangsa serta menolak segala ketergantungan pada kaum Imperialis.[21] Demikian pula, seluruh umat harus bekerja keras dalam bidangnya masing-masing.[22]

Keempat, mengusung agenda yang jelas dan berkesinambungan. Gagasan persatuan umat, harus disertai dengan berbagai agenda yang menjadi persoalan dunia Islam dewasa ini. Dalam hal ini, Ayatullah Khamenei menyiapkan sejumlah tawaran agenda bersama umat Islam. Pertama, memperjuangkan keluarnya tentara asing dari Irak dan Afganistan serta mendukung berdirinya negara yang berdaulat penuh pada kedua negara tersebut. Kedua, Melindungi nyawa, harta, kemuliaan serta kebebasan rakyat Palestina secara materi maupun moral. Ketiga, mengumandangkan syiar-syiar Islam ke seluruh penjuru dunia. Keempat, merekatkan para pemimpin Islam serta menyelesaikan perselisihan diantara mereka. Kelima, berperan aktif dalam OKI dan mengkritisi kembali kebijakan hak veto.[23] Keenam, memanfaatkan momentum hari-hari besar Islam, sebagai upaya menggalang persatuan Islam, seperti Haji, Maulid Nabi dan Asyura.
Penutup: Menyongsong Masa Depan Dunia Islam

Jika hari ini, kita masih mendengar tangisan anak-anak di Palestina, masih menyaksikan kelaparan di Mozambiq atau kita masih berduka untuk Irak, Afganistan, Pakistan dan Tanah Islam lainnya, maka esok hari kita akan menyaksikan ketumbangan kaum imperialis. Dengan optimisme dan persatuan, masa depan dunia Islam akan kembali gemilang. Selamat menyongsong masa depan Islam!

Senin, 21 Desember 2009

Bid'a dibulan Muharram


Bulan Muharam adalah bulan yang muliah. Namun demikian, tak banyak kaum Muslim yang tau bagaimana memperlakukannya. Bahkan lebih banyak salah memahaminya. Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dalam masalah Bulan Muharam.

Pertama, Bulan Muharram Adalah Bulan Yang Mulia

Bulan Muharram adalah bulan yang mulia, hal itu dikarenakan beberapa hal:

1. Bulan ini dinamakan Allah dengan “ Syahrullah “, yaitu bulan Allah. Penisbatan sesuatu kepada Allah mengandung makna yang mulia, seperti “ Baitullah “ ( rumah Allah ), “Saifullah” ( pedang Allah ), “ Jundullah” ( tentara Allah) dan lain-lainnya. Dan ini juga menunjukkan bahwa bulan tersebut mempunyai keutamaan khusus yang tidak dimilili oleh bulan-bulan yang lain.

2. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan yang dijadikan Allah sebagi bulan haram, sebagaimana firman Allah swt :

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram." (Q.S. at Taubah :36).

Dalam hadis Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Bulan ini dijadikan awal bulan dari Tahun Hijriyah, sebagaimana yang telah disepakati oleh para sahabat pada masa khalifah Umar bin Khattab ra. Tahun Hijriyah ini dijadikan momentum atas peristiwa hijrah nabi Muhammad saw.

Kedua, Pada Bulan ini Disunnahkan Untuk Berpuasa

Bulan Muharram adalah bulan yang disunnahkan di dalamnya untuk berpuasa, bahkan merupakan puasa yang paling utama sesudah puasa pada bulan Ramadhan, sebagaimana yang tersebut dalam hadist Hurairah ra, di atas. Hadist di atas menunjukkan bahwa Rasulullah saw menganjurkan kaum Muslimin untuk melakukan puasa sebanyak-banyaknya pada bulan Muharram. Tetapi tidak dianjurkan puasa satu bulan penuh, hal itu berdasarkan hadist Aisyah ra, bahwasanya ia berkata : “Saya tidak pernah melihat sama sekali Rasulullah saw berpuasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan saya tidak melihat beliau berpuasa paling banyak pada suatu bulan, kecuali bulan Sya’ban. “( HR Muslim )

Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Rasulullah saw menyebutkan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang paling mulia sesudah Ramadhan, padahal beliau sendiri lebih banyak melakukan puasa pada bulan Sya’ban dan bukan pada bulan Muharram ? Jawabannya : Para ulama memberikan beberapa alasan, diantaranya bahwa Rasulullah saw belum mengetahui keutamaan bulan Muharram kecuali pada detik-detik terakhir kehidupan beliau, sehingga belum sempat untuk berpuasa sebanyak-banyaknya, atau mungkin adanya udzur syar’I yang menghalangi beliau untuk memperbanyak puasa pada bulan tersebut, seperti banyak melakukan perjalan jauh (safar) atau udzur-udzur yang lain.

Puasa bulan Muharram ini berdasarkan hadist di atas adalah puasa yang paling utama dalam sesudah Ramadhan dalam satu bulan. Sedangkan puasa Arafah adalah puasa yang paling utama sesudah Ramadhan bila dilihat dari sisi hari.

عن أبي هريرة t قال : قال رسول الله r : ( أفضلُ الصيام بعد رمضان شهرُ الله المحرم ، وأفضلُ الصلاة بعد الفريضة صلاةُ الليل )

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR. Muslim)

Ketiga, Bulan Muharram terhadap Hari Asyura’

Hari Asyura’ artinya hari kesepuluh dari bulan Muharram. Pada hari itu dianjurkan untuk berpuasa, sebagaimana yang tersebut di dalam hadist Ibnu Abbas ra berkata : “ Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura’, maka beliau bertanya : "Hari apa ini?”. Mereka menjawab :“Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, oleh karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“ . Maka beliau berpuasa dan memerintahkan sahabatnya untuk berpuasa.”(HR Bukhari dan Muslim)

Bagaimana cara berpuasa pada hari Asyura ? Menurut keterangan para ulama dan berdasarkan beberapa hadist, maka puasa Asyura bisa dilakukan dengan empat pilihan : berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram, atau berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram atau berpuasa pada tanggal 9,10, dan 11 Muharram, atau berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, tetapi yang terakhir ini, sebagian ulama memakruhkannya, karena menyerupai puasanya orang-orang Yahudi.

Cara berpuasa di atas berdasarkan hadist Ibnu Abbas ra, bahwasanya ia berkata : Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari ‘Asyura’ dan memerintahkan kaum Muslimin berpuasa, para shahabat berkata : "Wahai Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan.“ (H.R. Bukhari dan Muslim).

Begitu juga hadist Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : "Puasalah pada hari Asyura’, dan berbuatlah sesuatu yang berbeda dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“ ( HR Ahmad dan Ibnu Khuzaimah ) Dalam riwayat Ibnu Abbas lainnya disebutkan : “Berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.“

Apa keutamaan puasa pada hari Asyura’ ini ? Keutamaannya adalah barang siapa yang puasa dengan ikhlas pada hari Asyura’ tersebut, niscaya Allah swt akan menghapus dosa-dosanya yang telah dikerjakan selama satu tahun sebelumnya, sebagaimana yang tersebut di dalam hadist Abu Qatadah ra, bahwasanya seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang puasa ‘Asyura’, maka Rasulullah saw menjawab : “ Saya berharap dari Allah swt agar menghapus dosa-dosa selama satu tahun sebelumnya. “ ( HR Muslim )

Dosa-dosa yang dihapus disini adalah dosa-dosa kecil saja. Adapun dosa-dosa besar, maka seorang Muslim harus bertaubat dengan taubat nasuha, jika ingin diampuni oleh Allah swt.

Adapun hikmah puasa Asyura’ adalah sebagai bentuk kesyukuran atas selamatnya nabi Musa as dan pengikutnya serta tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya, sebagaimana yang tersebut dalam hadist Ibnu Abbas di atas.

Keempat, Kekeliruan dalam menghadapi Bulan Muharram

Di dalam menghadapi Tahun Baru Hijriyah, sebagian kaum Muslimin mengerjakan beberapa amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw, maka hendaknya kekeliruan tersebut bisa dihindarkan dari kita. Diantara kekeliruan tersebut adalah :

1. Menjadikan tanggal 1 bulan Muharram sebagai hari raya kaum Muslimin, mereka merayakannya dengan cara saling berkunjung satu dengan yang lainnya, atau saling memberikan hadiah satu dengan yang lainnya, bahkan sebagian dari mereka mengadakan sholat tahajud dan doa’-do’a khusus pada malam tahun baru. Padahal dalam Islam hari raya hanya ada dua, yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Hal itu sesuai dengan hadist Anas bin Malik ra, bahwasanya ia berkata : “Rasulullah saw datang ke kota Madinah, pada waktu itu penduduk Madinah merayakan dua hari tertentu, maka Rasulullah saw bertanya: Dua hari ini apa ? Mereka menjawab: “Ini adalah dua hari, dimana kami pernah merayakannya pada masa Jahiliyah. Maka Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya Allah swt telah menggantikannya dengan yan lebih baik: yaitu hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri. (HR Ahmad, Abu Daud dan Nasai )

Begitu juga, merayakan tahun baru adalah kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nasrani, maka kaum Muslimin diperintahkan untuk menjauhi dari kebiasaan tersebut, sebagaimana yang terdapat dalam hadist Abu Musa Al Asy’ari bahwasanya ia berkata : “Hari Asyura adalah hari yang dimuliakan oleh Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya.” Dalam riwayat Al-Nasai dan Ibnu Hibban, Rasulullah bersabda, “Bedalah dengan Yahudi dan berpuasalah kalian pada hari Asyura.”

2. Menjadikan tanggal 10 Muharram sebagi hari berkabung, sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok Syi’ah Rafidhah. Mereka meratapi kematian Husen bin Ali yang terbunuh di Karbela. Bahkan sejak Syah Ismail Safawi menguasai wilayah Iran, dia telah mengumumkan bahwa hari berkabung nasional berlaku di seluruh wilayah kekuasaannya pada tanggal 10 hari pertama bulan Muharram. Ritual meratapai kematian Husen ini dilakukan dengan memukul tangan-tangan mereka ke dada, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menyabet badan mereka dengan pisau dan pedang hingga keluar darahnya, dan sebagian yang lain melukai badan mereka dengan rantai.



3. Menjadikan malam 1 Muharram untuk memburu berkah dengan berbondong-bondong menuju kota Solo dan menyaksikan ritual kirab dan pelepasan kerbau bule, yang kemudian mereka berebut mengambil kotorannya, yang menurut keyakinan mereka bisa menyebabkan larisnya dagangan dan membawa berkah di dalam kehidupan mereka. Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan syirik dan bid’ah dan menunjukkan kita kepada jalan yang lurus.

Rabu, 16 Desember 2009

Kekuatan Terpendam "Kekuatan Hati"


Dalam berbagai training dan seminar motivasi, seringkali para motivator mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif. Dalam berbagai tulisan, artikel dan buku-buku motivasi, para motivator dan penulis juga mengajarkan kita berpikir positif untuk meraih kesuksesan. Banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Memang, tidak diragukan lagi, kalau kekuatan pikiran positif ini dan membawa manusia pada kesuksesan dalam meraih tujuannya. Mereka yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif juga.

Meskipun demikian, kita sebagai manusia yang memiliki keyakikan keimanan kepada Allah, sebaiknya menyadari bahwa bukan hanya mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata. Karena sesungguhnya ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran. Kekuatan ini bukan hanya mengantarkan manusia meraih sukses namun juga mampu mengantarkan manusia pada kemuliaan hidup. Yakni kekuatan hati atau kekuatan hati yang positif, kekuatan hati yang jernih. Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, pikiran dan panca indra manusia.

Tuhan melalui berbagai ajaran yang dibawa oleh para Nabi, maupun melalui kitab suci-NYA telah mengajarkan kepada manusia untuk senantiasa mendengarkan suara hati nuraninya. Mengajarkan manusia untuk dapat memelihara kejernihan hatinya, sehingga sifat-sifat mulia yang tertanam dalam hati dapat memancar ke permukaan. Karena di dalam hati manusia sudah tertanam " built in" percikan sifat-sifat "Illahiah" dari Allah Tuhan Sang Pencipta Kehidupan. Diantara sifat-sifat mulia Allah yang tertanam dalam hati manusia adalah sifat kepedulian, kesabaran, kebersamaan, cinta dan kasih sayang, bersyukur, ikhlas, damai, kebijaksanaan, semangat, dan lain sebagainya. Karena itu sesungguhnya kekuatan hati ini sangat "powerfull" untuk meraih kesuksesan dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan.

Di dalam hati tempatnya pusat ketenangan, kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan sejati yang hakiki. Bahkan hati merupakan cerminan dari diri dan hidup manusia secara keseluruhan. Di dalam hati terdapat sumber kesehatan fisik, kekuatan mental, kecerdasan emosional, serta penuntun bagi manusia dalam meraih kemajuan spiritualnya. Hati menjadi tempat di mana sifat-sifat mulia dari Allah swt Sang Pencipta Kehidupan bersemayam. Hati adalah tempat dimana semua yang hal yang terindah, hal yang terbaik, termurni, dan tersuci berada di dalamnya.

Dengan demikian, kekuatan hati ini sangat "powerfull" dan sangat dahsyat dalam membawa manusia meraih sukses dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan. Hati yang jernih akan melahirkan pikiran-pikiran yang jernih dan pada akhirnya melahirkan tindakan-tindakan mulia berdasarkan suara hati nurani. Kejernihan hati dapat menjadikan manusia menjadi mampu betindak bijaksana, memiliki semangat positif, cerdas dan berbagai sifat-sifat mulia lainnya. Dengan hati yang jernih, kita dapat berpikir jernih dan menjalani kehidupan dengan lebih produktif, lebih semangat, lebih efisien dan lebih efektif untuk meraih tujuan.

Hati adalah kunci hubungan manusia dengan Tuhannya. Karena Hati adalah tempat bersemayamnya Iman, dengannya kita bisa berkomunikasi dengan sang Khaliq. Hati juga menjadi kunci hubungan dengan sesama manusia. Hubungan yang dilandasi kejernihan hati dapat menjadikan hubungan yang lebih sehat, baik dan konstruktif dengan siapapun. Karena hubungan yang dilandasi kejernihan hati akan mengedepankan kasih sayang, kejujuran, kebersamaan dan saling menghormati. Hubungan dengan manusia akan terasa menyenangkan, menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan demikian akan semakin banyak orang lain yang akan memberikan dukungan bagi kesuksesan kita.

Dalam meraih kesuksesan sebaiknya jangan hanya mengandalkan kekuatan otak semata. Karena otak atau pikiran merupakan sesuatu yang terbatas dan bersifat sementara. Berusahalah menggunakan kekuatan hati nurani, menggunakan kekuatan kejernihan hati dengan seimbang. Gunakanlah kekuatan hati yang positif, karena dialah sesungguhnya diri sejati Anda. Hatilah tempat sifat mulia Allah swt Sang Pencipta bersemayam di dalam diri kita. Dengan senantiasa menggunakan kekuatan hati, mendengarkan suara hati, akan membawa manusia menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kalau seseorang dapat merasakan kedamaian hati dan kebahagiaan hati, maka akan memiliki hidup yang penuh dengan Sukses dan kemuliaan.

Namun, berbagai godaan kehidupan modern seringkali dapat mengotori kejernihan hati. Sikap egoisme, mementingkan hawa nafsu, mengikuti ambisi meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara dan berbagai emosi-emosi negatif seperti amarah, dendam, benci dan iri hati dapat menjadikan kejernihan hati terbelenggu, Hati yang terbelenggu cahaya kejernihannya tidak dapat memancar ke permukaan. Inilah yang dapat melemahkan kehidupan spiritual umat manusia. Kalau dibiarkan, dapat menjadikan kita semakin sulit mendengarkan bisikan hati dan lebih mempercayai atau mengandalkan kemampuan otak serta produk-produk pikiran atau akal semata. Inilah yang akan melahirkan ketidak seimbangan antara kemampuan nalar dengan hati nurani, sehingga melahirkan berbagai masalah dalam kehidupan.

Lantas bagaimana agar kita dapat menjaga kejernihan hati dalam kehidupan modern ini ? Bagaimana dapat memelihara kejernihan hati sehingga cahayanya dapat memancar ke permukaan ? Buku "Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi" karya Eko Jalu Santoso yang diterbitkan Elex Media Komputindo, mengajarkan bagaimana menjaga kejernihan hati. Buku ini secara runtut membahas bagaimana proses penjernihan hati sampaimengaktifkan kekuatan hati. Sebagaimana komentar dari Dr. Muhammad Syafii Antonio, Chairmain Tazkia Business School yang mengatakan, "Buku ini dengan sangat baik mempetakan berbagai pola hidup yang melupakan hati, kemudian berusaha untuk menemukan suara hati yang murni lantas memberdayakannya. Jika hati sudah terberdayakan maka akan terciptalah revolusi diri dan revolusi kehidupan yang pada gilirannya revolusi ummat, berhijrah kearah yang lebih baik."

Sahabat semuanya, Jangan hanya mengandalkan kekuatan pikiran semata, tetapi dengarkanlah suara hati nurani Anda. Jadikanlah hati nurani Anda sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan. Berusahalah menagah kejernihan hati, agar rahmat dan berkah dari Allah senantiasa mengalir dan memberikan yang terindah untuk hati, perasaan dan seluruh diri kita. SEMOGA BERMANFAAT.

Senin, 14 Desember 2009

Menyalahkan Diri Sendiri Untuk Memotivasi Diri

Semua orang pernah gagal, tapi dari semua orang itu hanya sedikit yang tahu cara mengubahnya menjadi Kesuksesan. Lalu kenapa ada yang bisa bangkit dan ada banyak yang menyerah. Jawabannya mudah! Karena yang mampu bangkit adalah mereka yang mau mengakui kesalahan pada diri mereka.

INGAT INI BAIK-BAIK!

Teknik Motivasi terbaik untuk bangkit dari kegagalan adalah dengan cara menyalahkan diri sendiri.

Memang benar kegagalan maupun keberhasilan seseorang PASTI juga di tentukan oleh orang lain. Tapi 90% kontribusinya tetap pada diri anda. Artinya walaupun semua orang yang ada di dunia ini membantu, tapi jika tidak segera berubah! SELAMANYA ANDA TETAP GAGAL.

Bahkan Tuhan tidak akan pernah menolongmu, jika tidak sesegera mungkin melakukan PERUBAHAN.

Camkan Ini baik-baik : Bersyukurlah karena anda telah melakukan kesalahan. Karena dengan kesalahan itulah anda segera belajar untuk tidak mengulanginya lagi. Dan ini akan memotivasi diri untuk segera menghadapi tantangan selanjutnya. PASTI akan terasa lebih MUDAH karena anda memang mempunyai motivasi belajar dari kesalahan.

Jika ini benar-benar dilakukan “Memotivasi diri dari kesalahan“. Saat tujuan telah tercapai anda tidak akan merasa telah bekerja keras, tapi sebaliknya malah seolah-olah merasa telah bersenang-senang .

YA! memotivasi diri untuk selalu mencari kesalahan dan kemudian mengenal diri sendiri untuk memperbaiki kesalahan itu adalah teknik motivasi yang harus anda camkan BAIK-BAIK.

TENTU BUKAN mencari-cari kesalahan diri sendiri. Biarlah secara alami saat melakukan usaha anda menemukan kesalahan itu. BERSYUKURLAH! karena dengan kesalahan itu ANDA BISA langsung memperbaiki dan meninggalkan pesaing-pesaing anda.

Jumat, 11 Desember 2009

Berjama'ah Didalam Dakwah

Kesadaraan berjamaah adalah masalah yang sangat penting bagi umat Islam. Tidaklah sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia cintai dirinya sendiri. Pada peristiwa hijrah ke Madinah, salah satu hal yang pertama sekali dilakukan oleh Rasulullah saw. adalah menghubungkan kaum Anshar dan Muhajirin dalam ikatan tali persaudaraan. Si fulan bersaudara dengan si fulan, keduanya bertanggung jawab untuk memastikan kebutuhan hidup saudaranya terpenuhi. Aktifis dakwah pun dibiasakan untuk saling menyapa dengan sebutan “akhi” dan “ukhti” untuk mengingatkan bahwa mereka semua bersaudara.

Uzlah (menyendiri) tidak pernah jadi opsi utama bagi Rasulullah saw. dan para sahabatnya. Rasulullah saw. hanya sering menyendiri ke Gua Hira menjelang turunnya wahyu pertama. Justru wahyu-wahyu awal itulah yang kemudian memberi instruksi tegas kepada beliau untuk menyingsingkan lengan baju dan terjun ke masyarakat untuk berdakwah.

Seketika mengucap syahadatain, ketika itulah kita lepas dari kesendirian. Kita tidak lagi sendiri-sendiri. Urusan kita adalah urusan seluruh umat Muslim di dunia, dan urusan mereka adalah urusan kita. Tidak ada individualisme dalam Islam. Kalau kaya, harus ingat pada yang miskin. Kalau kenyang, harus diingatkan pada yang lapar. Kalau membuat makanan, bagikanlah juga kepada tetangga. Kalau ada yang sakit, jenguklah. Kalau ada yang wafat, shalatkanlah. Kalau tidak ada yang mau menshalatkannya, maka berdosalah seluruh umat.

Itulah sebabnya ketika ada seorang sahabat mangkir dari panggilan jihad, kemudian ia mengakui bahwa sikapnya itu bukan didasari oleh alasan-alasan yang syar’i, maka Rasulullah saw. menetapkan hukuman boikot, yang terbukti sangat ampuh. Orang yang tadinya hidup dalam kehangatan ukhuwwah bersama Rasulullah saw. tiba-tiba saja dilemparkan kembali pada kehidupan jahiliyyah yang mengabaikan urusan orang lain. Orang-orang tidak lagi menyapanya, tidak lagi menjabat erat tangannya, tidak lagi bertanya kabarnya, tidak lagi bertamu ke rumahnya. Tapi hukuman ini lebih berat lagi baginya, karena ia tidak disuruh pergi mengasingkan diri. Ia dibiarkan tinggal di rumahnya dan ‘menonton’ bagaimana para sahabat berinteraksi setiap harinya. Kehangatan ukhuwwah itu hanya untuk dilihat olehnya, namun tidak untuk dirasakannya sendiri. Ia benar-benar dibuat sendiri.

Hukuman itu sangat efektif bagi orang yang sudah mengecap lezatnya ukhuwwah. Bagi yang sudah tahu nikmatnya berjamaah, tentu tak mau hidup sendiri lagi. Betapa ganjilnya orang yang memiliki kesempatan untuk membina ukhuwwah, namun ia memutuskan untuk mencabik-cabiknya dan hidup sendiri selamanya.

Yang seperti ini bukannya tidak ada, bahkan ia ada di tengah-tengah umat Islam sendiri. Sementara dakwah Rasulullah saw. mengeluarkan orang dari kesendiriannya menuju amal jama’i, sebagian pengikutnya justru percaya sebaliknya.

Kesendirian (atau lebih tepatnya penyendirian) adalah salah satu ciri khas dakwahnya aliran-aliran sesat. Untuk ‘mengaji’ harus sembunyi-sembunyi, meskipun keadaan memungkinkannya untuk berdakwah secara terbuka. Orang lain tak boleh tahu, bahkan orang tua sendiri. Kalau orang tua tidak mendukung, maka kafirlah mereka. Harta orang tua adalah hartanya sendiri, dan kita tak ada kepentingan atasnya. Karena itu, boleh diambil saja demi kepentingan dakwah. Dunia mau hancur, moralitas umat rusak berantakan, terserah. Itu urusan masing-masing!

Lain lagi kesendiriannya orang-orang nyeleneh. Mereka senantiasa merasa dirinya single fighter; tidak punya ikatan dengan para pendahulunya. Sejarah bagi mereka hanyalah arkeologi, bukan hikmah; kerjanya mencari makam raja-raja dan peninggalan peradaban yang sudah punah. Mereka tidak tertarik pada pengalaman orang-orang di masa lampau dan peninggalan pemikirannya. Ramai orang berdebat tentang hal-hal yang sudah dibicarakan sejak dahulu, seolah-olah bangunan pemikiran umat harus dileburkan hingga ke pokok pondasinya. Belum lama ini, mahasiswa sosiologi IAIN Sunan Ampel, Surabaya, mengadakan sebuah seminar sebagai tugas kuliahnya. Seminar itu pada intinya mendukung homoseksualitas, lengkap dengan pendapat para pelakunya dengan sharing pengalamannya yang cukup vulgar. Hebohlah dosen-dosen mereka menyatakan dukungannya; hadits ini dhaif, penafsiran ayat Al-Qur’an yang ini belum jelas, kaidah yang itu masih diperdebatkan dan seterusnya. Ulamakah yang lalai mewariskan ilmu, ataukah anak-anak muda ini yang tidak merasa diwarisi?

Di kalangan aktifis dakwah sendiri pun ternyata ada fenomena kesendirian ini. Merekalah orang-orang yang menutup mata terhadap adanya perbedaan pendapat diantara ulama dan kemungkinan terjadinya perbedaan tersebut. Al-Ghazali mengutip hadits dhaif, tiba-tiba saja semua pemikirannya nampak seolah tak berharga. Istri dan anak seorang ulama tak berjilbab, seolah-olah terlupakanlah semua jasanya. Ulama yang berjuang melalui demokrasi sekonyong-konyong dituduh sebagai penyembah thaghut dan sistem kufur. Semua dosa bagaikan syirik yang bisa menghapus seluruh amal baik, sedangkan perdebatan dalam masalah-masalah tertentu malah diabaikan sama sekali.

Merekalah yang berjalan sendiri-sendiri. Saudaranya ada dimana-mana, tapi ia tak merasa bersaudara dengan mereka. Mau saling menjenguk rasanya berat, karena beda harakah. Mau bertanya kabar tapi enggan, karena ia adalah anggota partai politik. Mau bicara baik tentang si fulan tapi ragu-ragu, karena walaupun si fulan orang baik, tapi istrinya tak berjilbab.

Sudah di surga, tapi minta ke neraka. Ditawari ukhuwwah, tapi rindu kehidupan jahiliyyah.

Rabu, 02 Desember 2009

Yang lebih Hebat dari Spiderman




Yup, pernah lihat film Spiderman kan? Dalam film itu dikisahkan Peter Parker seorang pemuda yang secara fisik dia culun ,lemah dan "tidak bisa berkelahi". Pada suatu hari dia dan teman-temannya melakukan study tour ke pusat penelitian laba-laba. Tanpa sengaja dia tergigit laba-laba yang terlebas dari "kandangnya". Ternyata laba-laba itu sebelumnya telah terkena sinar ,semacam sinar radio aktif. Sampai di rumah si Paker merasakan tubuhnya sakit, demam, pusing, nyeri. Ternyata dalam tubuhnya, kromosom dan gennya telah berinteraksi dengan zat yang masuk dari gigitan laba-laba tadi.

Yup, betul sekali karena berinteraksi dengan zat tersebut kromosom manusianya menjadi kromosom bentuk lain.Wal hasil, esok paginya Paker mendapati tubuhnya menjadi berotot dan matanya tidak lagi minus. Kemudian dia pun bisa lari lebih cepat dari biasanya, lompatannya juga lebih tinggi. Sampai di sekolah dia hendak dihajar oleh temannya, tapi apa yang terjadi? Parker yang culun itu bisa menghindari serangan si teman dengan mudah bahkan dapat balik menghajarnya. Lanjut cerita dia bisa manjat dinding dan mengeluarkan jaring sampai akhirnya dia menjadi SPIDERMAN sang pahlawan superhero yang namanya dikenal setiap orang dan ditakuti penjahat.

Wow keren ya, tapi ternyata kita pun bisa menjadi lebih dari spiderman. Gimana caranya?? Apa harus digigit laba-laba yang sudah terkena sinar radio aktif? Lihatlah tadi kromosom paker berinteraksi dengan zat dari gigitan laba-laba itu. Kita juga bisa menginterasikan diri dengan sesuatu yang sangat hebat,yang sangat luar biasa ,yang akan membuat kita lebih dari SPIDERMAN, SUPERMAN, BATMAN dan MAN-MAN yang lain, yang tentu saja jaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuhhh banget lebih hebat dari zat laba-laba tadi. Apa itu???? Jawabnya tak lain adalah AL QURAN.

Coba bayangkan ketika seorang membaca Al Quran, mengetahui artinya, memahami makna serta tafsirnya. Al Quran itu akan masuk ke dalam darah,mengalir menyinari,menembus otak mencerahkannya, berinteraksi dengan DNA,kromosom,tulang menjadikannya lebih kuat sehingga terbentuk manusia-manusia yang luar biasa,manusia- manusia yang berani.Contoh orang yang berhasil menjadi manusia yang luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran adalah para Sahabat Rasulullah SAW. Bilal bin Rabbah ra.yang dulunya budak hitam (tanpa bermaksud merendahkan bekiau), menjadi pejuang Islam yang namanya dikenal setiap orang saat ini,muadzin Rasulullah SAW. Ali bin Abi Tholib ra menjadi pemuda yang sangat berani menggetarkan musuh. Thariq bin Ziyad sang penakluk selat Gibraltar, Rabi' bin Amr yang tidak mau ‘ndungkluk' dihadapan Rustum ,raja Romawi yang kafir. Wow keren kan ,orang-orang di atas adalah orang-orang yang menjadi luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran, yup betul sekali tentunya lebih hebat dari Spiderman, jauh banget. Bayangkan saja, Spiderman hanya bisa menaklukan segelintir perampok atau paling poll Globin dan DR.Octovius tapi Thariq bin Ziyad tadi bisa menaklukan selat atau negara. Allah Akbar.

Al Quran adalah dahsyat karena itu adalah petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika kita ingin menjadi orang yang berani, pembela kebenaran dan luar biasa maka berinteraksilah dengan Al Quran. Dengan Al Quran si penakut jadi pemberani, si lemah jadi kuat, si pecundang jadi pahlawan.

Pernah seorang pendeta nasrani berkata pada pengikutnya,jika kamu ingin menghancurkan pemuda Islam maka cara yang tepat bukan dengan memurtadkan mereka tapi dengan menjauhkan Al Quran dari mereka. Pendeta itu faham bahwa yang menjadikan pemuda Islam kuat adalah interaksinya dengan Al Quran, maka dia perintahkan pengikutnya untuk menjauhkan kita dari Al Quran. Dia begitu takut jika para pemuda dekat dengan Al Quran.

Maka,bangkitlah dengan Al Quran,jadikan tulangmu lebih kuat dengannya,otakmu lebih tajam dengannya dan hidupmu mulia.Dan jadilah lebih dari sekedar spiderman. Wallahu a'lam bishowb.


Senin, 30 November 2009

Qurban, Hikma dan Sejarahnya!

 Qurban wajib bagi orang yang mampu atau berkemampuan tetapi apabila tidak 
melaksanakannya, Nabi Muhammad saw mengingatkan :
"Barang siapa yang sudah mampu dan mempunyai kesanggupan tapi tidak berqurban, 
maka dia jangan dekat-dekat ke mushala-ku." Hadis tersebut merupakan sindiran 
bagi orang-orang yang mampu dan banyak harta tetapi tidak mau berqurban.
   
  Sejarah qurban dibagi kepada tiga, yaitu: zaman Nabi Adam As; zaman Nabi 
Ibrahim As; dan pada zaman Nabi Muhammad saw. 
   
  Zaman Nabi Adam As
  Ketika zaman Nabi Adam As, qurban dilaksanakan oleh putra-putranya yang 
bernama Qabil dan Habil. Kekayaan yang dimiliki oleh Qabil mewakili kelompok 
petani, sedang Habil mewakili kelompok penternak. Saat itu sudah mulai ada 
perintah, siapa yang memiliki harta banyak maka sebahagian hartanya dikeluarkan 
untuk qurban. 
  Sebagai petani si Qabil mengeluarkan qurbannya dari hasil pertaniannya dan 
sebagai peternak si Habil mengeluarkan haiwan-haiwan peliharaanya untuk qurban. 
Diterangkan dalam sejarah, harta yang diqurbankan itu disimpan di suatu tempat 
yaitu di Padang Arafah.
  Qabil dan Habil mempunyai sifat yang berbeza. Si Habil mengeluarkan haiwan 
yang diqurbankan dengan tulus ikhlas yang mana haiwan yang dipilih gemuk dan 
sihat. Manakala siQabil, memilih buah-buahan yang busuk. Ketika keduanya 
melaksanakan qurban, ternyata yang habis adalah qurban yang dikeluarkan oleh si 
Habil sementara buah-buahan yang dikeluarkan si Qabil tetap utuh, tidak 
berkurang. 
  Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur?an surat Al-Maidah ayat 27 : 
"Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang 
sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah 
seorang dari meraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), 
Ia berkata : "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil " Sesungguhnya Allah hanya 
menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa". 
  Qurban si Habil di terima Allah SWT kerana dia mengeluarkan sebagian hartanya 
yang bagus-bagus dan dikeluarkan dengan tulus dan ikhlas. Sementara si Qabil 
mengeluarkan sebagian harta yang tidak baik dan secara terpaksa. 
   
  Zaman Nabi Ibrahim As
  Ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun beliau belum juga dikurnia putra oleh 
Allah dan beliau selalu berdo?a: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang 
anak yang saleh" Kemudian dari isterinya yang kedua yakni Siti Hajar yang 
dinikahinya ketika Nabi Ibrahim mengadakan silaturahmi ke Mesir (setiap 
kedatangan pembesar diberi hadiah seorang isteri yang cantik oleh pembesar 
Mesir).Dari Siti Hajar lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama Islam, 
ia lahir di tengah-tengah padang pasir yang mudian dikenali sebagai Mekkah. 
Pada saat Nabi Ibrahim diberi petunjuk oleh Allah agar meninggalkan isterinya 
Siti Hajar dengan seorang putranya, Ismail. Beliau meninggalkan beberapa potong 
roti dan sebuah guci berisi air untuk Siti Hajar dan Ismail. Pada waktu Siti 
Hajar kehabisan makanan dan air, ia melihat disebelah timur ada air yang 
ternyata adalah fatamorgana yaitu di Bukit Sofa. Di situ Ismail ditinggalkan 
dan Siti Hajar naik Ke Bukit Marwah serta kembali ke Sofa sampai berulang tujuh
 kali, tapi tidak juga mendapatkan air sampai ai kembali ke Bukit Marwah yang 
terakhir. 
  Ismail yang kehausan menendang-nendang tanah yang tiba-tiba keluar air dari 
dalam tanah. Siti Hajar berlari kebawah sambil berteriak kegirangan 
:"zami-zami?" itulah kemudian tempat itu dinamakan Perigi Zam-zam. 
  Nabi Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim yang berada di Yerusalem sampai 
Nabi Ismail menjelang remaja. Kemudian di Yerusalem ternyata Siti Sarah hamil 
melahirkan seorang putra yang diberi nama Iskhak. Nabi Ibrahim diperintahkan 
lagi oleh Allah untuk kembali ke Mekkah untuk menengok istri dan anaknya yang 
pertama yaitu Nabi Ismail, yang rupanya sudah mulai besar. 
  Dalam suatu riwayat kira-kira berusia 6-7 tahun. Sejak dilahirkan sampai 
besar itu Nabi Ismail menjadi kesayangan. Tiba-tiba Allah memberi ujian 
kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash Shaffaat : 102 : "Maka 
tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim 
berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahawa aku menyembelihmu. Maka 
fikirkanlah apa pendapatmu " Ia menjawab: "hai bapakku kerjakanlah apa yang 
diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang 
yang sabar". 
  Asbabun Nujul atau latar belakang sejarahnya ketika nabi Ibrahim bermimpi 
(ru?yal Haq). Dalam impiannya ia mendapat perintah dari Allah supaya 
menyembelih putranya Nabi Ismail dan sampai di Mina beliau menginap, beliau 
mimpi yang sama. Demikian juga ketika di Arafah malamnya di Mina, masih 
bermimpi yang sama juga. Ibrahim kemudian mengajak putranya Nabi Ismail, 
kira-kira antara ratusan meter dari tempat tinggalnya (Mina), baru lebih kurang 
70-80 meter berjalan, syaitan menggoda isterinyanya Siti Hajar: "Ya Hajar! 
Apakah benar suamimu yang membawa parang akan menyembelih anakmu Ismail ?". 
Akhirnya Siti Hajar, sambil berteriak-teriak: "Ya Ibrahim, ya Ibrahim mau 
dikemanakan anakku?" Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT, 
ditempat itulah dimana pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah bagi jemaah haji 
disuruh melempar batu dengan membaca : Bismillahi Allahu Akbar. Hal tersebut 
mengandung arti bahwa kita melempar syaitan atau sifat-sifat syaitan yang ada 
di dalam diri kita. 
  Akhirnya tibalah mereka di Jabal Qurban kira-kira 200 meter dari tempat 
tinggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagaimana di firmankan oleh Allah 
didalam surat ASH-Shaffaat ayat 103-107: "Tatkala keduanya telah berserah diri 
dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran 
keduanya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami 
memberi balasan kepada orang yang berbuat baik". Sesungguhnya ini benar-benar 
suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang 
besar ". 
   
  Zaman Nabi Muhammad saw
  Masalah qurban diceritakan kembali yaitu di dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3 
"Se-sungguhnya Kami telah memberikan kepadanya nikmat yang banyak, Maka 
dirikanlah solat kerana Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang 
yang membenci kamu dialah yang terputus". Berbicara tentang kenikmatan, Allah 
mengingatkan: "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu 
menhitungnya" (QS:Ibrahim: 34).



Senin, 23 November 2009

Wong Fei Hung Ternyata Pendekar(Penegak Nahi MungkarI Islam)



Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin. (kaskus.us)


Jumat, 20 November 2009

Menjadikan Hidup lebih "Hidup"





Mari kita lihat orang-orang hebat. Apa saja yang membuat mereka ( dan anda ! ) bisa semangat setiap saat. Beberapa prinsip di bawah ini akan sangat membantu:



Kesadaran
Pernah nonton pertandingan sepakbola? Sebagai penonton, kita bisa melihat bagaimana seluruh pemain bergerak memperebutkan bola, saling oper, berlari, berkelit, bertahan, dan sesekali nyikut lawan. Kita bisa melihat kesalahan-kesalahan para pemain. Juga melihat kehebatan-kehebatannya. Kita berteriak gembira bila para pemain melakukan kehebatan. Kita juga teriak – tapi kecewa atau marah – bila mereka melakukan kesalahan.
Nah, saudara bisakah anda bayangkan bila anda menjadi penonton, sekaligus pemain sepakbola tadi? Bila anda bisa melakukannya untuk hidup sehari-hari anda, itulah kesadaran. Para pemain sepakbola yang hebat punya kesadaran yang tinggi. Secara fisik, mereka memang berada di lapangan, bergerak seperti para pemain yang lain. Tapi kesadaran mereka juga bergerak. Mereka sadar atas fisik mereka dan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Mereka ’memantau’ semua pergerakan pemain-pemain yang lain. Itulah yang membuat mereka berada di posisi yang tepat.
Ketika anda sadar sepenuhnya atas diri anda, maka anda menjadi tuan bagi diri anda sendiri. Anda jadi pemimpin bagi diri anda sendiri. Anda mengambil kendali diri anda. Anda bukan hanya sadar atas fisik, pikiran, dan perasaan anda. Anda bahkan sadar atas pertempuran di dalam diri anda. Yap, pertempuran dalam diri antara ego (nafsu) dan nurani anda. Anda tahu di dalam diri anda ada pertempuran. Anda jadi penonton pertempuran itu. Kepada siapa anda berpihak terserah anda. Anda punya kekuatan untuk memilih salah satu diantara keduanya, atau tidak memilih sama sekali. Kekuatan untuk memilih tersebut adalah Free Will (Kebebasan Berkehendak/Memilih)



Free Will


Misalnya Anda bertamu ke rumah saya. Saya tawari anda minum : “Mau minum apa? Teh atau Kopi?” Apa jawaban anda? Bila anda menjawab teh, maka anda baru menggunakan kekuatan Free Choice (Pilihan Bebas). Begitu juga bila anda menjawab kopi, free choice. Anda memang bebas mau milih minum apa, tapi pilihannya dibatasi oleh saya yang menawari.
Anda disebut mengaktifkan Free Will, bila anda menjawab : “Kalau saya minta minumnya Jus Durian, Pak Supardi nggak keberatan kan?” Nah, pilihan anda sudah keluar dari batas yang saya buat. Free Will anda telah aktif.
Free Will adalah kekuatan anda untuk bebas memilih hal-hal yang baik untuk anda. Orang yang telah sadar dan free will-nya aktif, maka ia akan dengan mudah memilih memihak pada nurani untuk mengalahkan dan mengendalikan ego (nafsu). Dua hal ini lah (kesadaran dan free will) yang membuat orang-orang hebat selalu bisa bertahan dan keluar dari berbagai kesulitan.
Keyakinan
Seorang pengamen jalanan memenangi Indonesian Idol. Yap, itulah yang telah Aris buktikan pada kita semua. Darimana kemenangan itu bermula? Keyakinan!. Keyakinan Aris lah yang membakar dirinya untuk ikut audisi dan menjalani proses dengan penuh semangat. Keyakinan bagaimana? Keyakinan bahwa ia layak dan berkemampuan untuk menjadi Indonesian Idol. Dan keyakinannya pun benar dan terbukti.
Di Indonesia ini, banyak pengamen lain yang mungkin punya kemampuan yang lebih hebat dari Aris. Tapi mereka tak punya keyakinan. Akibatnya, mereka tidak bertindak. Mereka diam dan menjadi penonton saja. Itulah sebabnya, kenapa kemampuan bukan faktor utama dalam membentuk keyakinan yang membakar. Jadi apa faktor utamanya? FREE WILL. Free Will membuat siapapun bisa memilih untuk yakin bahkan bila berbagai faktor lainnya justru membuat tidak yakin.
Jadi bila anda miskin, buruk rupa, cacat, pendidikan rendah, tinggal di kampung, dilecehkan oleh banyak orang – termasuk orang tua anda yang seharusnya mendukung anda, intelektualitas (IQ) rendah dan penyakitan, anda masih bisa memilih untuk yakin dan punya mimpi meraih sukses besar. Bahkan menjadi yakin adalah satu-satunya harapan anda untuk meraih sukses itu.
Ketika keyakinan anda tak tergoyahkan, semangat anda akan terus terbakar setiap saat. Memang api semangat itu sesekali redup. Tapi ia tak akan pernah mati. Ia bahkan terus membesar.



Tujuan yang membakar.
Tak ada tujuan, tak ada semangat! Hidup tanpa tujuan apapun akan melemahkan anda. Anda hanya akan menjalani rutinitas yang sangat membosankan. Bahkan punya tujuan pun belum tentu membuat anda semangat setiap saat. Anda bukan hanya butuh sekedar tujuan. Anda butuh tujuan yang membakar. Tujuan yang membuat anda tidur larut malam dan bangun shubuh. Tujuan yang sangat penting untuk diri anda. Tujuan yang bisa membuat anda rela berkorban apapun deminya. Nah, tetapkan lah tujuan yang seperti ini, dan semangat anda meraihnya tak akan pernah padam. Sang semangat akan terus membara dan membakar anda.



Tekad
Tekad, niat super kuat yang membuat anda bertahan dalam badai apapun dalam mencapai tujuan anda. Tekad adalah sebuah kesadaran akan kesulitan yang akan menghadang di perjalanan. Dengan tekad, anda justru akan semangat ketika kesulitan menghadang. Anda sadar, hanya dengan mengatasi berbagai kesulitan lah, maka keinginan anda akan tercapai. Justru dengan kesulitan lah anda menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih mampu, lebih yakin, dan lebih bersemangat. Anda juga sadar bahwa manusia memang diciptakan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan besar. Itulah kepercayaan Tuhan pada manusia yang terbesar.



Disiplin
Disiplin berarti hanya melakukan hal yang benar dan penting untuk anda. Tidak masalah apakah hal yang benar dan penting itu anda sukai atau tidak. Dan memang sangat mungkin hal yang benar dan penting itu justru tidak menyenangkan, membuat anda menderita dan menimbulkan kesakitan-kesakitan fisik, mental, finansial, dan sosial. Tapi disiplin benar-benar membebaskan jiwa anda. Dan jiwa yang bebas merdeka membuat anda semangat setiap saat.
Saya bangun tidur sebelum shubuh. Dan ini – awalnya – sangat tidak menyenangkan. Ketika alarm di HP saya berteriak-teriak, fisik saya masih ingin tidur. Demikian juga dengan pikiran dan perasaan saya. ”Ah, lagi enak nih. Lima menit lagi deh”. Untungnya, saya sadar, menggunakan freewill untuk memihak nurani. Maka setiap hari, saya pun disiplin bangun sebelum shubuh. Dan di setiap harinya, saya benar-benar merasa tenang dan bahagia. Memang, ketika kita berhasil mengatasi kesulitan, maka itulah imbalannya. Dan imbalan itu benar-benar sepadan.



Fokus
Fokus adalah sebuah janji untuk berada di jalur anda, apapun yang terjadi di jalur itu. Bila anda telah memilih untuk berbisnis jualan sayuran misalnya, maka tetaplah di jalur itu, meski berbagai kesulitan menghadang. Ketika anda tetap di jalur anda (fokus), maka anda akan lebih ahli dari waktu ke waktu. Berbagai kesulitan di jalur anda itu telah anda kenali, dan anda ahli dalam mengatasinya. Anda bahkan terus makin cepat dalam melakukannya. Anda memang menapaki jalur anda dari nol. Tapi tingkat anda terus meningkat. Anda tidak pernah kembali ke tingkat nol lagi. Itulah keuntungan fokus.
Masalah dengan orang yang tidak fokus adalah mereka harus memulai dari nol terus menerus untuk berbagai jalur yang mereka pilih. Dan ini jelas menghamburkan sumberdaya.
Nah, saudara... selamat bersemangat. Setiap saat!!!

Rabu, 18 November 2009

Saudariku, Jaga Jilbabmu…


Berkah dan karunia terbesar dari Alloh SWT adalah iman dan hidayah. Tiap tiap orang punya kisah tentang perjalanannya mengenal dan mencintai Alloh. Salah satu di antara berkah Alloh tersebut adalah hijab. Tidakada anugerah dan pertolongan terhadap seorang perempuan yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab. Begitu indah Islam mengatur segala sesuatu bagi kemaslahatan umat manusia. Jika mau bertafakkur sejenak,semua peraturan dan perintah Allah itu diberikan untuk kebaikan hamba-Nya sendiri. Tak terkecuali, perempuan. Diperintahkan, seorang muslimah harus menghijab dirinya dengan sempurna. Karena itu, berjilbab menjadi wajib hukumnya bagi setiap akhwat atau perempuan muslim.Tapi jilbab yang seperti apa??

Banyak saat ini kita lihat dilingkungan sekitar terutama kampus, lalu lalang wanita dengan jilbab lebar serta menutup seluruh tubuhnya,tetapi lebih banyak lagi kita melihat wanita yang ber”jilbab” gaul tapi dengan memakai celana jins ketat dipadu dengan kaos ketat,bergandengan tangan dengan lelaki yang bukan mahrom,tentu ini merupakan sumber fitnah bagi orang-orang yang belum mengetahui.Ini tidak hanya terjadi dikampus-sekuler tetapi sudah menjangkit semua kampus2 Islam,seperti salah satu kampus diutara Jogja,bagi sebagian kita mungkin sudah tidak heran melihat mahasiswi berjilbab serbet,bercelana jins berkaos ketat, dengan tanpa rasa malu,hampir tiap hari berada dikosan sang cowok,berboncengan rapat,bahkan sepasang suami istri pun tidak seserem itu kalau berboncengan,dan yang membuat hati miris adalah semua dilakukan dengan Jilbab masih menempel..Tidakkah mereka malu dengan jilbabnya?tidakkah mereka malu dengan Alloh??? Rasa malu adalah salah satu ciri dari muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh,sekarang jaman sudah terbalik,sesuatu yang sesuai dengan syariat dianggap aneh bahkan lebih ekstrimnya lagi dianggap sesat.

Seperti dalam salah satu hadits rasulullah mengatakan “Islam datang dalam keadaan terasing,dan nanti ada saat Islam akan dianggap asing,beruntunglah orang-orang yang terasing itu” …Disini mungkin diperlukan kerja keras dari semua pihak terutama Lembaga Dakwah kampus,namun terkadang terjadi ironi ketika dakwah telah sampai kepada mereka,akan sering kita mendengar kata-kata dari para wanita “saya belum siap pake jilbab” Lebih baik jilbabin hatinya terlebih dahulu, baru pake jilbab,sedang yang pake jilbab aja kelakuan dan tingkahnya aja seperti itu ;-( ” nah loo….
Hidayah hanya Alloh yang memberi,kita hanya bisa membuka jalan,Hanya kepada Alloh sajalah kita menyerahkan segala urusan..

Kemaksiatan dan ketaatan adalah dua sisi mata uang yang berganti setiap saat.Tentunya, ketaatanlah yang harus menjadi PILIHAN, dan kemaksiatan harus segera DITENDANG dan dibuang jauh-jauh dari kehidupan setiap insan muslim yang bertaqwa!!! Berbusana muslimah dan jilbab yang sesuai untunan syariat adalah KEWAJIBAN, yang harus diikuti dengan KEWAJIBAN-KEWAJIBAN lain yang harus senantiasa dilakukan. Jika ada pelanggaran terhadap kewajiban,maka diperlukan peran pemahaman individu serta kontrol masyarakat dalam penegakan syariat yang harus dilakukan secara komprehensif. Jika dakwah telah menyebar dan masyarakat awam telah paham akan ajaran Islam yang benar dan sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh yang mulia Rasulullah saw,maka citra wanita berjilbab akan mengarah pada citra yang positif, bukan stigma negatif yang sering muncul saat ini.

Saudariku…
Islam mengatur dengan sangat sempurna terutama dalam hal berpakaian bagi wanita muslimah. Defenisi jilbab secara umum adalah pakaian untuk menutup aurat wanita. Aurat wanita adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Jilbab wajib dipakai oleh para muslimah. Apabila ada muslimah yang memakai jilbab trendi dan lekuk-lekuk tubuhnya kelihatan, berarti wanita itu belum berjilbab, sebab fungsi jilbab adalah untuk menutup seluruh aurat, baik yang terbuka maupun yang tertutup kain dengan lekuk-lekuk tubuhnya terlihat oleh orang lain.        
Beberapa alasan muslimah harus mengenakan jilbab:     
1. Jilbab adalah perintah Alloh ,Quran surah Al Ahzab; 59 dan Quran surah An Nuur: 31.
2. Jilbab adalah identitas utama bagi muslimah. Wanita akan diketahui sebagai seorang muslimah dari ia berjilbab ( QS Al Ahzab; 59).     
3. Dengan mengenakan jilbab, muslimah lebih aman dan tidak diganggu. Pria iseng akan lebih tertarik menggoda dan melakukan pelecehan seksual kepada wanita yang memakai pakaian you can see or whatever. Biasanya wanita berjilbab akan sering disapa dengan ucapan(Assalaamu’alaikum) atau dengan perkataan: mmhh…bau syurga nih (tuh,malah didoakan!).
4. Wanita akan menjadi bebas dan merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh: kasihan sekali kalau melihat rekan perempuan yang memakai rok mini, naik kendaraan umum atau berboncengan motor,ia akan sangat gelisah dan berusaha menarik-narik baju pendeknya yang memperlihatkan bagian belakang tubuhnya atau menarik rok mininya terus untuk menutupi pahanya. Kadang gelagapan menutupi bagian tersebut dengan tas. Sangat tidak nyaman. Dengan mengenakan busana muslimah, kita bisa duduk dengan santai dan leluasa.(tuh kan sebenarnya dia tahu malu juga;-) 
5. Wanita akan terjaga dari pandangan orang yang mengukur kita dari fisik semata. Kita tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, pinggang atau bagian tubuh kita lainnya. Orang akan mengukur kita semata dari kebaikan hati dan kecerdasan kita.
6. Wanita dapat bebas mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau yang tidak boleh melihatnya.      
7. Bagi seorang gadis, dengan berjilbab pada dasarnya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak. Bukankah hanya pria baik-baik dan memiliki wawasan keislaman memadai yang berani melamar gadis berjilbab?          
  Jilbab bukanlah satu-satunya indikator Ketaqwaan seseorang. Tetapi jilbab menjadi salah satu bentuk nyata dari keimanan kita kepada perintah Allo swt, (Islam adalah agama pengamalan, dan iman harus dibuktikan dengan amal bukan?). Dan pada akhirnya amal tersebut akan men\unjukkan sisi Ketaqwaan kita. Mengapa harus takut dan ragu untuk berjilbab Syari?




Jumat, 13 November 2009

Kenapa Laki-laki suka Wanita Berjilbab?


Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana,karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana sayaharus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampaikembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana,kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langitatau menunduk ke tanah.Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas "TankTop", nolehke kiri pemandangan "PinggulTerbuka", menghindar kekanan ada sajian"CelanaKetat plus YouCanSee", balik ke belakang dihadang oleh "DadaMenantang!",Astaghfirullah... kemana lagi mata ini harus memandang?Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsangitu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Sayajuga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya inginmelihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikinsejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepasditarik oleh pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-lakiketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampilseperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untukmenarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalahpenuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh paralelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yangpunya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilanseksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan andaadalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebihseksi, lebih... dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalambenak sang lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begitu dan begini.Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidakdihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikanpada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apaitu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkinsampai pada perkosaan.Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya "lelaki" bukan?Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. Kalauboleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja,orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis,wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan andamenawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yangmelihat ingin mencicipinya.Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini.Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes,tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya...? tapi sayasungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti sayamempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangandalam hidup saya.Allah Ta'ala telah berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya", yangdemikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahuiapa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah merekamenahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini,duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancardari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah matasaya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggungjawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malasdiajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikankeseksian.Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilemma seperti saya ini. Mungkinada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harusberbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakinmenyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik danmana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadanganyang anda tayangkan?So, berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik,mempersona dan tentunya sejuk dimata.

Thank you ,

Prev: Novel ayat-ayat cinta

Kamis, 05 November 2009

SBY Lamban Sikapi KPK Vs Polri!


Perseteruan antara Polri-KPK memuncak pascapenahanan terhadap Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, Kamis (29/10). Kecaman atas penahanan ini pun terus mengalir hingga hari ini (1/11). Dalam keterangan persnya Jumat (30/10), Presiden menyatakan tidak akan mengintervensi proses hukum yang tengah dijalankan Mabes Polri. Presiden pun dinilai telah lamban memadamkan api perseteruan antara Polri dan KPK tersebut.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menlai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lamban meredakan perseteruan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden pun dinilai telah terlambat memadamkan api perseteruan antara Polri dan KPK tersebut. “Kalau menurut PKS, sejak awal Presiden tidak berusahan memadamkan api permusuhan ini,” kata anggota FPKS, Nasir Jamil, dihubungi Republika, Ahad (1/11).

Menurut Nasir, Presiden SBY memiliki otoritas sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Langkah-langkah politis, seharusnya sejak awal diambil Presiden sebelum publik saat ini melihat adanya rivalitas yang kuat antara Polri dan KPK.

Nasir juga menyayangkan, Menkopolhukam sebagai koordinator penegakan hukum juga tidak menunjukkan perannya saat perseteruan Polri-KPK terus memanas. “Di mana Menkopolhukam itu, yang seharusnya mampu melakukan koordinasi antaraparat penegak hukum,” tambah Nasir.

Hentikan segera Konflik Polri dan KPK !

Desakan terhadap Presiden agar segera menyelesaikan konflik antara KPK dengan Polri yang didukung Kejaksaan Agung, terus berdatangan. Friksi antar lembaga penegak hukum yang berlarut-larut ini dikhawatirkan akan menggoyahkan kepastian hukum di negeri ini.

Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, melihat pertarungan angara cicak versus buaya itu telah mengorbankan kepentingan nasional. Konflik yang melibatkan institusi pemberantasan korupsi itu jangan dibiarkan berlarut-larut. ”Harus ada inisiatif dari pimpinan nasional untuk menghentikan friksi ini,” ujarnya melalui telepon selulernya di Jakarta, Ahad (1/11).

Harmonisasi antara lembaga penegak hukum itu diingatkan Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini harus segera diwujudkan. Semua pihak harus kembali fokus pada fungsi dan tugas pemberantasan korupsi masing-masing. Konflik yang berlarut-larut ini, ditegaskannya, hanya melahirkan kepastian hukum yang rapuh. ”Kepastian hukum menjadi hilang,” sesalnya.

Menguatnya kesan hilangnya kepastian hukum ini, diingatkan Bambang, akan membahayakan masa depan pembangunan nasional. Presiden diingatkan pula untuk tidak menganggap remeh ekses dari friksi ini. ”Pemernitah harus mengkalkukasi dengan benar dan jujur akibat-akibat yang muncul dari disharmoni di antara sesama lembaga penegak hukum ini,” pintanya.

Menurut pengurus Kadin ini, kepastian hukum ini harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan naisonal. ”Kepastian hukum tak boleh dikorbankan dengan alasan apapun juga,” tegasnya.

Penahanan Bibit-Chandra Ciptakan Antipati Keadilan

Penahanan pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandar M Hamzah dapat menciptakan antipati masyarakat terhadap penegakan keadilan, kata pengamat hukum dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Iwan Satriawan SH MCL. “Semakin meruncingnya kasus penahanan Bibit-Chandra oleh Mabes Polri akan menjadikan publik dihadapkan pada kondisi yang dinamakan ‘uncertainty of law’ (ketidakpastian hukum),” katanya pada diskusi “Kasus Bibit-Chandra dan Penegakan Keadilan di Indonesia” di Yogyakarta, Sabtu.

Ketidakpastian hukum itu, menurut dia, dikhawatirkan hanya akan menjadikan publik menjadi tidak percaya pada penegakan keadilan dan upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. “Keadaan itu bisa dilihat dari reaksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang seakan lamban dalam menengahi kasus yang melibatkan kepolisian dan KPK. Meskipun tidak berhak melakukan intervensi, harap diingat bahwa Presiden mempunyai kekuasaan untuk memberi arahan kepada kepolisian,” katanya.

Untuk itu, menurut dia, Presiden SBY minimal perlu memberikan sinyal kuat kepada Kapolri untuk tidak main-main dan segera menangani kasus penahanan serta melakukan langkah konkret dalam menyelesaikan kasus tersebut sehingga tidak berkembang ke mana?mana. Ia mengatakan langkah konkret tersebut dapat dilakukan Kapolri dengan segera melakukan klarifikasi dan mengungkap benar tidaknya transkrip yang saat ini beredar ke publik.

“Kepolisian jangan membiarkan terlalu lama dalam memberikan klarifikasi dan mengusut transkrip yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini. Jika dibiarkan terlalu lama, hal ini akan menimbulkan bias informasi kepada publik yang berujung pada munculnya spekulasi publik,” katanya.

Menurut dia sangat disayangkan mengapa Presiden SBY seakan terlalu lama bereaksi dalam menengahi kasus tersebut. Kasus yang membelit Bibit-Chandra saat ini tidak lagi menyangkut masalah hukum semata, namun sudah melibatkan dimensi politik yang sangat kental. “Jelas terlihat ada unsur politik yang memengaruhi kasus Bibit-Chandra sehingga proses penyelesaiannya pun terkesan lamban,” katanya.

Ia mengatakan kasus tersebut disinyalir sebagai proses pelemahan sistematis bagi KPK, sehingga akan memengaruhi upaya pemberantasan tindak korupsi yang sebelumnya gencar dilakukan oleh negeri ini. “Kasus itu akan menciptakan citra buruk, baik bagi pemerintahan SBY maupun kepolisian,? jelasnya.

Bagi pemerintahan SBY, menurut dia, publik akan menilai SBY tidak mempunyai kebijakan politik yang mendorong proses pemberantasan tindak korupsi, di mana pemberantasan korupsi merupakan salah satu nilai penting yang sedang diupayakan pemerintahan SBY.

“Selain itu, dalam pemberantasan tindak korupsi seharusnya KPK, kepolisian, dan kejaksaan agung bersinergi, namun yang terjadi saat ini justru saling bertengkar. Hal ini tentu semakin memperburuk citra polisi di mata publik,” katanya.

Minggu, 01 November 2009

RENUNGAN UNTUK PEMUDA

RENUNGAN UNTUK PEMUDA

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,

TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,

BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN,

BAHASA INDONESIA

Pemuda adalah tumpuan bangsa. Pemuda seharusnya menjadi penegak jati diri suatu Negara. Kata-kata ini banyak tercatat dalam spanduk-spanduk menjelang peringatan hari sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggap 28 oktober. Kata-kata manis dan menggugah begitu banyak bertebaran. Normatif memang, tapi itu semua tidaklah salah sebab sejarah telah membuktikan bahwa Negara ini berdiri dan tegak berkat peran pemuda yang cukup besar di dalamnya.

Namun hal yang disayangkan adalah generasi muda Indonesia banyak yang tidak mengerti makna dari sumpah pemuda. Bahkan sebagian generasi masa kini tak hafal dengan poin-poin sumpah pemuda yang lahir dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Dalam salah satu berita televisi misalnya. Mulut seorang seolah menjadi kaku saat ditanya butir-butir sumpah pemuda. Bahkan ada yang langsung menjawab ‘tidak tahu’.

Sumpah Pemuda kini seakan-akan peristiwa sejarah yang sudah berlalu, dan hanya menjadi hafalan pelajaran saat kita dibangku sekolah. Padahal 80 tahun lalu para pemuda seluruh Indonesia mencetuskan ikrar yang menorehkan tiga inti gagasan perekat bangsa, yakni satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia. Dalam Kongres Pemuda 1928 tersebut, juga diputuskan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan bendera Merah Putih.

Memang kita tidak harus mengulangi apa yang dilakukan para perwakilan pemuda 80 tahun yang lalu. Karena zaman punya cara dan realita sendiri untuk menghadapinya. Namun, bukan berarti peristiwa 80 tahun yang lalu itu kita tinggalkan begitu saja bahkan sampai dilupakan.

Sejarah memang penting. Bangga kepada masa silam adalah sesuatu yang seharusnya dan menjadi bagian dari rasa hormat kepada para pendahulu. Tetapi yang lebih penting adalah melanjutkan sejarah dengan pahatan-pahatan sejarah baru yang lebih baik dan mengesankan. Para pemuda harus menjadi sosok historis yang mau dan mampu menjadi aktor perputaran kemajuan bangsa, guna melanjutkan etape-etape perjalanan bangsa yang telah dirintis oleh para pendahulu. Rintisan sejarah, tumpahan keringat, darah dan air mata pada pendahulu musti dilanjutkan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.

Bila dahulu para pemuda di Indonesia berkumpul untuk bersatu melawan penjajahan. Saat ini musuh kita lebih pada keterbelakangan, ketertinggalan. Kemunduran, peredaran narkoba di kalangan remaja dan lain sebagainya. Maka itu ada beberapa tantangan pemuda kedepan yang harus dijawab dengan langkah nyata.

pertama, meneguhkan kembali jatidiri sebagai pemuda Indonesia ditengah gempuran budaya-budaya luar. Tunjukkan kepribadian bangsa ini yang telah lama tertanam sebagai bangsa yang peduli tidak hanya pda dirinya sendiri namun juga pada apa yang ada diluarnya. Perkembangan sekarang menunjukkan bahwa para pemuda terutama di daerah perkotaan menjadi pemuda yang pragmatis. Inilah tantang pertama yang harus segera dijawab.

Kedua, bangkitkan kembali sikap kritis seperti yang pernah ditunjukkan pemuda-pemuda di awal berdirinya bangsa ini. Jangan hanya menjadi pemuda yang gampang membebek tanpa mencari referensi ada apa dibalik yang diikutinya itu.

Ketiga, menjadi pemuda yang mandiri dan berkompeten. Tantangan zaman saat ini benar-benar membutuhkan kompetensi agar dapat bersaing. Sudah tidak zaman lagi pemuda mengandalkan diri pada senior atau rekanannya. Tunjukkan dan buatlah karya nyata, biar dunia melihat peran kita.

Keempat, buang jauh-jauh sikap pesimis dalam mengarungi kehidupan ini. Bangunlah sikap optimis dalam diri. Kita bisa selama kita berusaha begitu juga sebaliknya jika hanya berandai-andai tanpa menjejakkan kaki di alam nyata maka kita akan selalu menjadi bangsa yang tertinggal. Dengan sikap optimis sebagian masalah akan mudah terjawab. Dengan sikap pesimis peluang sebesar apapun akan sulit untuk dilanjutkan.

Kelima, jadilah pemuda yang tetap memegang teguh ajaran-ajaran agama dan kebaikan yang telah lama tertanam di bangsa ini. Akhlah sosial harus dibarengi dengan menjaga akhlak pribadi yang berdasar pada ajaran-ajaran relijius yang telah lama dipegang oleh rakyat Indonesia.

Beberapa point diatas merupakan hal-hal yang perlu segera dijawab oleh para pemuda saat ini. Jadi pemuda tidak hanya menjadi pemuja sejarah lampau, namun juga mampu menjadi pelanjut sejarah bangsa.


Kamis, 22 Oktober 2009

PILKADA GRESIK


Saat ini ada dua gerakan yang telah diciptakan atau dibentuk secara dadakan oleh beberapa opnum. Ada yang bernama Gresik Bangkit, ada yang mempunyai nama Gerakan Perubahan. Dua gerakan ini masing - masing mengatas namakan mewakili rakyat Gresik dan berdiri sebagai organisasi independen. Namun sama sekali kita belum mengetahui bagaimana sepak terjang dua gerakan ini, mereka benar - benar beritikad baik untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat yang nantinya akan menguntungkan masyarakat banyak, atau justru malah mereka ini mengatas namakan masyarakat banyak tetapi hanya untuk kepentingan mereka sendiri.. Saya sudah mengantongi beberapa nama yang ada di dalam dua gerakan tersebut, namun belum bisa menerawang dengan jelas siapa-siapa yang ada dibaliknya. Tetapi kita khusnudzon saja kepada dua gerakan ini, mudah-mudahan mereka benar - benar memberikan kebaikan untuk masyarakat dan untuk perubahan dan kebangkitan Gresik ke depan...






bersambung..


Selasa, 20 Oktober 2009

PILKADA GRESIK


Sesuai UU No 15 tahun 2005, pengantin pilkada harus mendapatkan dukungan suara sah 15 persen atau perolehan kursi 15 persen dari jumlah keseluruhan kursi yang ada di parlemen suatu daerah.

Pasal itu menyebut, "Bagi DPC Partai yang perolehan suara sahnya dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan kurang dari 15 persen dari akumulasi perolehan suara sah atau memperoleh kursi kurang dari 15 persen dari jumlah kursi DPRD sehingga tidak dapat mengajukan calon, maka DPC Partai yang bersangkutan dapat bergabung dengan partai politik lain yang memiliki kesamaan idiologi, visi dan misi, serta garis perjuangan partai."

Ada hal yang menarik dari hal diatas terkait beberapa pertanyaan dari kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), disisi lain PKS adalah partai besar dan pendukung pemerintah "secara nasional" tapi di lokal Gresik PKS tidak mempunyai wakil di parlemen. Meski mumpunyai masa yang cukup besar yakni sekitar 16000 lebih, diatas partai buruh dan PKPI tetapi partai buruh dan PKPI masing - masing mendudukan wakilnya di DPRD.
Akan tetapi PKS tetap menjadi perhatian dari semua pengantin yang akan maju di Pilkada Gresik, mereka tidak bisa meremehkan militansi kader PKS. Mereka belajar dari Pilakada 2005 yang mana PKS menjadi King Maker pada kemenangan Kh. Robach Ma'sum, jika pada 2005 PKS memberikan dukungannya ke Sambari maka Sambari lah yang menjadi pemenang.
Beberapa hari yang lalu DiJawapos mengabarkan bahwa salah satu calon yang akan maju sebagai Bupati Gresik didukung oleh beberapa partai yang diantaranya adalah PKS , beliau merasa yakin akan didukung PKS. Disisi yang lain PKS sama sekali belum mengetahui siapa saja yang bakal akan maju apalagi soal dukung mendukung, soal dukungan PKS tidak gegabah.
Saat ini beberapa calon sudah intensif menghubungi PKS melalui TIM 7 yang sudah dibentuk oleh DPD PKS Gresik. Tim ini bekerja intensif untuk mengkaji beberapa calon yang sudah pendekatan ke PKS dan yang akan merumuskan beberapa syarat dan ketentuan bagaimana calon yang tepat untuk di dukung.
Musyarokah yang akan dilakukan adalah utnuk perbaikan Gresik ke depan...

Bersambung...



Jumat, 16 Oktober 2009

Era Pergerakan Mahasiswa Muslim Inspirasi Untuk Bangkit


PERGERAKAN mahasiswa muslim di Indonesia memiliki peran yang sangat penting. Berbeda dengan mahasiswa pada umumnya, pergerakan mahasiswa muslim disamping di latarbelakangi rasa tanggung jawab kepada nasib dan kesulitan hidup yang dialami oleh rakyat, mereka dalam pergerakannya dimotivasi oleh tanggung jawab ideologi ke-Islam-an yang kuat. Meski tidak sepenuhnya semua gerakan mahasiswa muslim berpijak erat-erat diatas tata nilai keislaman, akan tetapi paling tidak mereka berjuang diatas motivasi untuk membuktikan bahwa Islam adalah solusi berbagai tantangan dan problematika kebangsaan.

Mahasiswa merupakan salah satu kekuatan pelopor di setiap perubahan. Dan mahasiswa telah berhasil mengambil peran yang signifikan dengan terus menggelorakan energi “perlawanan” dan bersikap kritis membela kebenaran dan keadilan.

Dalam perjalanan sejarah Indonesia terdapat beberapa organisasi mahasiswa ekstra kampus yang cukup menonjol, yaitu HMI Dipo (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), HMI MPO (Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi) dan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia).

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi mahasiswa tertua di Indonesia yag lahir pada 5 Februari 1947 di kota Yogyakarta. Didirikan oleh Lafran Pane dan kawan-kawan ditengah kondisi bangsa yang masih bergejolak di awal-awal kemerdekaan.

Langkah-langkah strategis untuk mengambil peranan dalam melakukan perbaikan diberbagai aspek kehidupan pun diupayakan. Format awal gerakan HMI selain memberikan pembinaan agama Islam kepada mahasiswa dan masyarakat untuk mengantisipasi pengaruh sekulerisme Barat, juga mengerahkan milisi mahasiswa untuk berjuang secara fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam perkembangannya, HMI telah banyak melahirkan kader-kader pemimpin bangsa. Dalam pemerintahan Orde Baru, hampir selalu ada mantan kader HMI yang duduk di kabinet. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran signifikan HMI dalam keikutsertannya menumbangkan Orde Lama serta menegakkan Orde Baru.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Kelahiran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dibidani oleh kaum muda Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia pada tanggal 17 April 1960 di Surabaya. Pada perkembangannya, dengan dicetuskannya Deklarasi Murnajati 14 Juli 1972, PMII secara struktural menyatakan diri sebagai organisasi independen, terlepas dari ormas apa pun, termasuk dari NU.

Menjelang peristiwa jatuhnya Soeharto, PMII bergabung dengan elemen gerakan mahasiswa lainnya menumbangkan rezim Soeharto.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

Beberapa tokoh angkatan muda Muhammadiyah seperti Muhammad Djaman Alkirdi, Rosyad Soleh, Amin Rais dan kawan-kawan memelopori berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Yogyakarta pada tanggal 14 Maret 1964.

Dalam periode pergolakan ini, IMM harus berhadapan dengan situasi dan kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya di tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama yang sangat rawan dan kritis. IMM pada saat itu langsung berhadapan dengan kebijakan Manipol Usdek Bung Karno, Nasakom, dan ancaman PKI. Sehingga kegiatan-kegiatan IMM lebih banyak diarahkan kepada pembinaan personil, penguatan organisasi, pembentukan dan pengembangan IMM di kota-kota maupun perguruan tinggi

Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO)

Mulanya MPO merupakan nama sekelompok aktivis kritis HMI yang prihatin melihat HMI begitu terkooptasi oleh rezim orde baru yang mewajibkan HMI mengubah azasnya yang semula Islam menjadi pancasila. Bagi aktivis MPO, perubahan azas ini merupakan simbol kemenangan penguasa terhadap gerakan mahasiswa yang akan berdampak pada termatikannya demokrasi di Indonesia.

Setelah Pengurus Besar HMI melalui jumpa pers mengumumkan tentang penerimaannya asas Pancasila oleh HMI, muncullah perlawanan yang kemudian melahirkan HMI MPO pada 15 Maret 1986 di Jakarta, sebagaimana tercantum dalam buku Berkas Putih yang terbit 10 Agustus 1986.

HMI-MPO hadir sebagai sosok pendekar yang berani berteriak lantang menentang kekuasaan. HMI-MPO-lah satu-satunya organisasi Islam yang pertama kali menuntut turunnya Suharto dari kursi kepresidenan. Maka tak heran jika selama kekuasaan orde baru, HMI-MPO menjadi organisasi 'bawah tanah' yang berjuang melawan rezim dengan segala resikonya.

Ketika terjadi gerakan reformasi 98, kesatuan-kesatuan aksi buatan HMI-MPO seperti LMMY, FKMIJ, FKSMJ, dan FKMIJ memainkan peran strategis dalam menggalang kekuatan elemen gerakan mahasiswa. Melalui poros Jakarta-Yogyakarta-Makassar, yang secara tidak langsung terbentuk sebagai sentra gerakan HMI-MPO, isu-isu gerakan dikomunikasikan ke seluruh Indonesia.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)

KAMMI lahir para ahad tanggal 29 April 1998 bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang. KAMMI awal kali muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis aktivis dakwah kampus pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang.

Ada beberapa alasan mengapa KAMMI harus lahir. Pertama, adanya indikasi upaya rezim pemerintah mematikan potensi bangsa sehingga mendorong segera didengungkannya tuntutan reformasi. Kedua, suara umat Islam mulai terabaikan, sehingga penting untuk segera berbuat. Ketiga, sebagai ekspresi keprihatian mendalam dan tanggung jawab moral atas krisis dan penderitaan rakyat yang melanda Indonesia. Keempat, untuk membangun kekuatan yang dapat berfungsi sebagai peace power untuk melakukan tekanan moral kepada pemerintah.

Dalam perjuangan reformasi tahun 98, bersama elemen pergerakan mahasiswa lainnya KAMMI melakukan tekanan terhadap pemerintahan Orde Baru melalui gerakan massa. Rezim Suharto dengan segala macam kebobrokannya, akhirnya tumbang pada 21 Mei 1998.

Namun menurut KAMMI, paska keruntuhan Suharto proses reformasi di Indonesia belumlah usai, masih membutuhkan proses yang panjang. Lewat Muktamar Nasional KAMMI yang pertama, 1-4 Oktober 1998, KAMMI memutuskan diri berubah dari organ gerakan aksi menjadi ormas mahasiswa Islam. Peran utamanya adalah untuk menjadi pelopor, pemercepat dan perekat gerakan pro-reformasi.

Inspirasi untuk Segera Bangkit

Adalah satu bukti sejarah bahwa pergerakan mahasiswa muslim tidak bisa dipandang remeh dalam mengawal perjalanan bangsa ini. Bahkan, dapat dikatakan mahasiswa muslim menjadi energi yang konsisten dalam tribulasi pergerakan mahasiswa di Indonesia. Dari waktu ke waktu, dalam berbagai wadahnya, gerakan mahasiswa muslim menjadi pagar betis yang berdiri dibarisan terdepan dalam mengawal perubahan demi perubahan.

Mahasiswa muslim Gresik adalah bagian tak terpisahkan dari komunitas mahasiswa muslim di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Yang padanya melekat semangat juang yang tinggi untuk bangkit dari keterpurukan, memiliki sensitifitas yang tajam terhadap penderitaan ummat, juga memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk mendidik dan men-tarbiyah bangsa ini.

Oleh karena itu, sejarah emas perjuangan mahasiswa muslim diatas mestinya dapat menjadi inspirasi mendasar bagi mahasiswa muslim di Kota Gresik untuk segera bangkit dari ketidak-berdayaan, bangkit dari ketidak-produktifan, bangkit dari rasa pesimis, bangkit dari rasa tidak percaya diri, dan bangkit dari kemalasan. Jangan sampai menyerah sebelum berjuang!