Rabu, 12 Desember 2012

Tanya Jawab "Jodoh"

Tanya Jawab Antara MURTAD(murid ustad) dan USTADZ (Ustad) tentang Jodoh dan Perceraian,

MURTAD: saya mau tanya beberapa hal, temen saya sempat bertanya apa itu jodoh???
lalu saya jawab jodoh itu orang yang akan jadi pasangan hidup kita.
USTADZ : Lebih tepat kalau dikatakan jodoh itu orang/sesuatu yang menjadi pasangan hidup kita. Jodoh adalah bagian dari rejeki, dia seperti juga rejeki-rejeki yang lain spt mobil, pekerjaan, dsb. Hal ini akan mudah dipahami kaitannya dengan cerai atau bukan jodoh.
MURTAD: lalu dia kembali bertanya “apakah orang yang menikah itu berarti jodohnya??”
saya jawab “ya”.
USTADZ : Betul, ikatan nikah itulah yang menjadikan istri kita sebut sebagai jodoh. Kalau belum dinikah berarti belum jodohnya.
MURTAD: lalu dia bilang ” mengapa ada orang yang bercerai??? , apakah itu dinamakan jodoh??” , “mengapa allah memberikan jodoh itu kalau akhirnya harus bercerai???”, “apakah itu berarti bukan jodohnya??” padahal dalam surat ar-rum 21, “……Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri…..”
USTADZ : Kita bicarakan dulu Surat Ar-Ruum ayat 21. Ayat ini menjelaskan bahwa sebagai tanda kekuasaan Allah, Allah menciptakan manusia dan memberi setiap diri itu pasangan/jodoh atau istri. Bahkan dalam ayat itu disebutkan jamak yaitu istri-istri artinya satu orang lelaki boleh memiliki istri lebih dari satu (sampai 4). Ayat ini tidak pernah ditafsirkan kalau istri itu harus satu dan/atau sampai mati. Tidak. Garis besar ayat ini menjelaskan adanya pasangan/jodoh bagi setiap individu. Adapun istri itu bisa hanya satu dan sampai mati, tidak bercerari itu adalah suratan takdir. Berkat usaha dan rejeki orang itu seperti itu, sudah qodarnya begitu. Namun ternyata jika setelah menikah tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, sampai kemudian bercerai karena sebab-sebab tertentu itu syah-syah saja. Artinya tidak berdosa. Sebab cerai itu halal, dan ada aturan kenapa mesti dicerai seperti jika aturan Allah – Rasul dilanggar. Jadi justru akan menjadi petaka bagi manusia jika tidak ada cerai, sebab kalau ada hal-hal yang keluar dari hukum kemudian tidak bisa bercerai berarti dosa. Untuk menghindari dosa itulah maka dalam islam diperbolehkan (halal) bercerai.
Jadi kalau sudah bercerai berarti itu bukan lagi jodohnya. Biar gampang anggap saja seperti kita membawa air, ketika mau kita minum terus tumpah ke tanah. Atau air itu direbut orang. Padahal kita udah siapkan dari rumah untuk bekal di jalan kalau haus. Apa yang kita lakukan agar hilang haus kita? Ya mencari air di tempat lain yang punya air. Ingat, perceraian bisa juga disebabkan karena kematian. Jadi kalau kita mengingkari adanya perceraain berarti kita mengingkari kematian. Berarti juga mengingkari qodar.
Kenapa Allah memberi jodoh, kemudian bercerai? Sebab Allah ingin memberi cobaan kepada hambanya untuk mengetahui seberapa besar iman seorang hamba tsb. Lihat Surat Ankabut ayat 2. Jadi yang perlu dipahami bersama bahwa ayat-ayat nikah dan ayat-ayat cerai itu sebagai bagian dari skenario Allah kepada hambanya. Dan kita tahu bagaimana menyikapi adanya skenario Allah yang sudah tertulis 50.000 tahun sebelum kejadian langit dan bumi ini. Tentunya dengan usaha dan doa.
Tidak seperti yang kita lihat di masyarakat umum, sebenarnya perceraian yang diperbolehkan itu jika terjadi pelanggaran terhadap aturan Allah dan Rasul. Seperti istri kita nggak mau ngaji lagi, istri kita ketahuan berzina, suami ringan tangan, atau masalah lain sepanjang bisa diterima oleh pengatur/pengurus. Sebab sudah jelas diterangkan islam melarang icip-icip (kawin cerai hanya bertujuan merasakan berbagai varietas perempuan). Dan juga tidak boleh karena alasan tidak suka lagi, seperti udah bosen, ingin cari yang lebih muda lagi atau alasan hawa nafsu yang lain. Jawaban lugasnya kenapa orang bercerai karena mereka tidak bisa lagi melaksanakan hudud Allah rasul dalm rumah tangganya.
MURTAD: dia juga sempet menanyakan apa hukumnya menikah kalau keduanya sudah sama-sama cukup usia dan sudah mapan, tapi dia masih ragu karena merasa belum siap untuk menikah….
USTADZ : Secara umum nikah sunnah hukumnya. Jika seperti kasus di atas, yang wajib adalah kedua orang tuanya untuk segera menikahkan. Dan anak berkewajiban taat kepada orang tuanya selama tidak maksiat. Selain itu, nikah diperlukan guna menjaga dan menyempurnakan agamanya. Orientasi inilah yang sangat penting diingat dan dilakukan – yaitu menyempurnakan keimanan dan memperbanyak pahala, menghindari dosa.
Adanya keraguan itu karena godaan syaitan. Untuk menghilangkannya banyaklah berdoa dan berserah diri pada Allah. Tawakal adalah sebaik-baik jalan dalam menjalani semua kehidupan ini. Jika masih belum hilang hidupkanlah semangat perang fisabililah dalam menempuh bahtera rumah tangga. Jangan biarkan hidup dalam kesia-sian dalam mencari pahala dan surga.
Jika masih ragu, berarti sifat kemunafiqan mungkin telah bersemayam dalam diri anda. Perbanyaklah dzikir kepada Allah.

Senin, 24 September 2012

Istiqomah Dalam Berjuang

“Sesungguhnya Allah membeli daripada orang-orang yang beriman diri-diri mereka dan harga mereka dengan (bayaran) bagi mereka syurga, (dengan syarat) mereka berperang pada jalan Allah, mereka membunuh dan di bunuh…..:) Surah At-Taubah ayat 111.

Kadang-kadang kita berputus harapan, bila Islam tak kunjung menang, namun sejarah telah mengajar kita tentang peristiwa sahabat nabi, Habbab. Habbab adalah sahabat nabi yang begitu terus disiksa, Habbab disiksa dengan dibaringkannya ke dalam bara api sehingga bara api itu padam oleh sebab darah dan lemak-lemak di badan Habbab. Begitu kuat siksaan yang dialami oleh sahabat-sahabat terdahulu.

Satu hari Habbab dipanggil Rasulullah, "Aku dengar kamu terus disiksa?". tanya nabi kepada Habbab. "Ya, Ya Rasulullah, aku dibaringkan ke atas bara api sehingga bara-bara api itu padam karena darah dan lemak-lemak dari badanku. Selepas itu nabi menyuruh Habbab membuka bajunya untuk melihat parut-parut di belakang Habbab.

Peristiwa ini membuatkan nabi menangis setelah melihat parut-parut di belakang Habbab. Peristiwa yang janggal berlaku kepada nabi. Nabi tidak pernah menangis bila mendengar sahabat-sahabat disiksa hatta Bilal bin Rabah, keluarga Amar bin Yasir dan sahabat-sahabat lain yang disiksa, nabi hanya berpesan, "bersabarlah, sesungguhnya syurga dihadapanmu".

Seorang sahabat yang paling terus disiksa ini bertemu nabi di suatu hari, sedang nabi bersantai meletakkan serban dibawah kepala di Masjidil Haram, tiba-tiba Habbab datang menemuinya, "Ya Rasulullah, engkau masih bersantai sebegini, sedangkan ramai di antara sahabat-sahabatmu disiksa dalam memperjuangkan agama Allah, tidakkah engkau mendoakan kepada Allah agar kita diberi kemenangan?

Muka Nabi menjadi merah padam, dan lantas baginda mengatakan kepada Habbab, "Sesungguhnya kamu seorang yang gopoh/tergesa gesa".

Peristiwa ini menjelaskan bahawa, perjuangan Islam bukan semata-mata untuk kemenangan, perjuangan Islam adalah suatu tarbiyyah oleh Allah. Allah mempunyai masa tertentu untuk memenangkan agamanya. Seorang pejuang agama Allah tidak seharusnya gopoh/tergesa gesa dalam melakukan sesuatu tindakan, kesabaran amat penting dalam perjuangan.

Melihat kepada sejarah orang-orang dulu seperti Imam Bukhori yang begitu tabah berbasikal sejauh berpuluh-puluh kilometer untuk mencari kebenaran hadist atau KH. Ahmad Dahlan dan juga Ust. Rahmat Abdullah yang pulang pergi keluar kota semata-mata memenuhi tuntutan berceramah, namun hanya beberapa orang saja yang hadir dalam ceramah tersebut, namun semangat yang ditunjukkan oleh beliau amat dikagumi oleh kita semua. Jika mau dibandingkan dengan kita, apa sumbangan kita kepada Jamaah, berapa lama kita berjuang dalam agama Allah sehingga kita mahu menuntut kemenagan itu dengan jalan ringkas.
Ashsyahid Sheikh Ahmad Yassin pemimpin Hamas yang telah mati syahid walaupun buta sebelah matanya akibat cedara masa remajanya dan disiksa di dalam penjara sehingga menyebabkan badannya lumpuh, tangannya tidak bisa menulis dan kata-katanya sudah tidak kuat, sudah tidak bisa mengeraskan pentas-pentas pidato/ceramahnya seperti zaman muda tetapi pihak musuh tetap takut dengannya

Pada malam terakhir, beliau beri’tikaf di masjid Majma’ Al-Islamiy dan berniat puasa sunat setelah meminum segelas air putih. Kemudian beliau menunaikan Solat Subuh. Ancaman bahaya dirasai oleh ahli jama’ah masjid dan mereka bertindak mengambil tayar-tayar serta membakarnya agar asap yang naik nanti akan melindungi pergerakan beliau. Namun, Sheikh Yasin melarangnya.

Beliau terus keluar dari pintu masjid dan sejurus itu, rudal dari apache menghantam beliau dan para pengawalnya termasuk menantunya, Khamis Musytaha. Mereka semua gugur syahid.Saksikanlah jasad syahid Sheikh Ahmad Yassin:
.
“ saya punya firasat akan segera mendapatkan kesyahidan dan memang itulah yang saya minta. Saya hanya mencari akhirat, bukan dunia” kata Sheikh Yasin pada anak-anaknya.


Beliau telah syahid, bagaimana kita?

Sudah seperti apa pengorbanan kita?


baca lanjut syeikh yasin:
http://destinasimu.blogspot.com/2009/03/as-syahid-sheikh-ahmad-yasinjasadmu.html

http://ibumithali.com/tag/sheikh-ahmad-yasin/

Senin, 17 September 2012

Karakter yang Kecil Kemungkinan Menemukan Kebahagiaan

1. Orang yang ingin kaya, tapi malas belajar dan menghindari pekerjaan.
2. Orang yang seleranya tinggi, tapi semangat kerjanya rendah.
3. Orang yang impiannya besar, tapi keberaniannya kecil.
4. Orang yang ingin berubah menjadi lebih baik, tapi suka membantah dan mencemooh nasihat.
5. Orang yang ingin keren dan beken, tapi kamseupay-nya norak, bukan yang lugu dan lucu.
6. Orang yang ingin dicintai, tapi kasar dan tidak peka terhadap perasaan orang lain.
7. Orang yang ingin dipercaya, tapi tidak jujur.
8. Orang yang ingin dipilih oleh belahan jiwa yang berkelas, tapi sikap dan perilakunya murahan.
9. Orang yang iri dengan keberhasilan orang lain, dan bersikap memusuhi orang yang lebih pandai, lebih berhasil, atau yang lebih berbahagia.
10. Orang yang ingin sehat dan panjang umur, tapi menikmati kebiasaan buruk yang merusak kesehatan tubuh dan jiwa.
11. Orang yang ingin dijatuh-cintai, tapi tidak memperhatikan keindahan tutur dan pribadinya.
12. Orang yang ingin move on, tapi masih hang on.
13. Orang yang ingin melepaskan diri dari cinta yang palsu, tapi tidak bisa berlaku tegas karena alasan yang stupeod (stupid, tulul).
14. Orang yang ingin berhati damai, tapi suka mengulangi rasa sakit hati dan mengkhayalkan balas dendam.
15. Orang yang ingin diterima apa adanya, tapi banyak maunya.
16. Orang yang tidak percaya diri jika tidak memiliki barang bagus dan bermerk, atau jika tidak tampil bling-bling dan mewah.
17. Orang yang berkeluarga yang harus tumbuh dengan sejahtera, tapi membenci uang.
18. Orang yang salih secara pribadi, tapi tidak salih secara sosial.
19. Orang yang ingin disegani, bernama harum dan dikenal luas, tapi suka mengecilkan, bertengkar dan bermusuhan dengan orang lain.
20. Orang yang ingin sepenuhnya berserah kepada Tuhan, tapi masih sibuk mengatur apa yang akan dilakukan oleh Tuhan untuknya.
21. Orang yang memaafkan, tapi meminta Tuhan untuk membalas dengan setimpal.
22. Orang yang ingin berderma, tapi tidak ikhlas jika tidak diketahui bahwa dia yang menyumbang.
23. Orang yang menikah, tapi tidak menikmati kebersamaan.
24. Orang yang menuntut orang lain melakukan yang tidak dilakukannya.
25. Orang yang jauh dari Tuhan.
Yang nomor berapa yang paling berkesan bagi Anda?
Semoga daftar di atas, yang sesungguhnya masih ada tambahannya lagi ini, dapat memberikan gambaran tentang sikap dan sifat yang harus kita jauhi.
Semoga berguna.
Terima kasih dan semangat pagi..,

Kapankah Orang Seperti Mursi Memimpin Indonesia

al-ikhwan.net – Kairo - Mursi Bertabur Bintang! Itu kira-kira sebutan yang pantas disematkan pada Presiden Mesir, Muhammad Mursi. Karena dalam rentang dua bulan mengemban amanah sebagai Presiden, beliau mampu mewujudkan mimpi-mimpi bertahun-tahun rakyat Mesir:
Pertama, beliau sukses dalam menyudahi pemerintahan militer dan membatalkan ‘dustur mukammil’ atau konstitusi penyempurna bikinan militer.
Kedua, beliau sukses memastikan stabilitas keamanan di Sinai dan perbatasan.
Ketiga, beliau sukses membentuk Dewan Kepresidenan yang terdiri dari kelompok profesional, ia juga menunjuk wakil presiden dari kalangan independen. Yang terbaru adalah beliau melantik sepuluh Gubernur baru.
Keempat, beliau sukses membebaskan hutang petani (tidak perlu membayar) dan membentuk tim pembangunan dan ngembangan Sinai (perbatasan).
Kelima, beliau sukses mengembalikan wibawa Mesir dalam percaturan dunia internasional dan terbebas dari hegemoni Amerika (kunjungan beliau ke Saudi, KTT negara2 Afrika, kunjungan ke China, KTT Non Blok dan terbaru pidato beliau di Liga Arab).

Insya Allah Indonesia akan memiliki pemimpin hebat seperti Dr. Muhammad Mursi yang dicintai rakyatnya jika kelakuan kolektif masyarakat Indonesia bisa sama dengan kelakuan kolektif masyarakat Mesir, karena seorang pemimpin yang jujur itu dipilih oleh orang-orang yang jujur, yang mereka memilih dengan hati nuraninya secara benar bukan karena paksaan apalagi uang.
إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم ..
"Sesungguhnya Allah tidaklah mengubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu mengubah keadaan mereka,
Jika kelakuan masyarakat kita sudah bagus Insya Allah Allah akan memberikan pemimpin yang bagus dan mengubah keadaan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan memperoleh harkat dan martabat dimat bangsa bangsa yang lain. Wallahu a'lam bisshowaf...

Jumat, 14 September 2012

Innocence of Muslims, Film yang Membakar Kemarahan Umat Islam

Setiap orang yang mengaku dirinya Muslim pasti terbakar dan mendidih darahnya ketika melihat film ini, film yang dibuat orang yang tidak bertanggung jawab yang memutar balikkan fakta karna kebenciannya.

Kepada CNN dan dilansir IANN News, Rabu 13 September 2012, sebanyak 80 kru dan pemain yang terlibat dalam film tersebut mengaku terkejut akan dampak yang mereka timbulkan. Tercatat, tiga orang tewas, salah satunya adalah Duta Besar Amerika untuk Libya Chris Stevens yang diroket orang tidak dikenal.

"Seluruh kru dan pemain sangat sedih dan merasa dimanfaatkan oleh produser. Kami 100 persen tidak berada di balik film ini dan telah diperdaya. Kami kaget dengan penulisan ulang naskah dan kebohongan yang mereka katakan kepada kami. Kami sedih atas tragedi yang disebabkannya," tulis pernyataan bersama para kru.

Salah seorang pemain yang menolak disebutkan namanya mengatakan bahwa mereka pertama kali di-casting pada Juli 2011. Produser kala itu mengaku akan menggarap film berjudul "Desert Warrior", sebuah film sejarah Arab di gurun.

Dia mengatakan, pada naskah awal tidak ada karakter Nabi Muhammad. Naskahnya diubah oleh produser, menuai protes dari para pemain. Kepada para kru, Bacile yang kini bersembunyi mengatakan bahwa perubahan naskah dibuat agar para Muslim berhenti membunuh.

Karakter Nabi Muhammad pada naskah awal tertulis bernama George. Pemain juga menyebutkan nama "George" bukan "Muhammad" saat syuting. Namun usai syuting, mereka diminta mengambil suara, mengucapkan kata "Muhammad" yang ternyata digunakan dalam film.

Staf produksi yang mengaku memiliki naskah asli juga menegaskan bahwa film tersebut awalnya tidak ada hubungannya dengan Muhammad dan Islam.

"Saya tidak akan pernah terlibat dalam film yang mengakibatkan seseorang terluka. Saya mual saat menyadari bahwa saya terlibat dalam film yang menyebabkan seseorang tewas," kata seorang aktris.

Trailer film tersebut diunggah di laman Youtube dan langsung menuai kecaman. di Mesir dan Libya ribuan massa menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk Libya tewas diroket bersama dengan dua orang stafnya. AS langsung menurunkan marinir ke Benghazi untuk membantu mengamankan situasi dan mencari pelaku pembunuhan tersebut.
Di Indonesia Alhamdulillah Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah berkoordinasi dengan Youtube untuk kemungkinan menutup konten film penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Kepala Pusat Informasi dan HUmas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto mengaku tengah melakukan pembicaraan dengan pihak Youtube.

Hal serupa sudah dilakukan Afghanistan. Afghanistan memblokir akses ke situs berbagi video YouTube hari Rabu (12/09) untuk mencegah warga di negara tersebut menonton film yang menghina Nabi Muhammad.

Film yang diproduksi oleh pengusaha Yahudi di Amerika Serikat, telah memicu gelombang protes di beberapa negara Muslim.

Kantor kedutaan AS di Kairo, Mesir, juga diserang akibat film tersebut.

Aljazair sangat menyesalkan ketidakbertanggungjawaban pembuat film Amerika Serikat "Innocence of Muslims" yang dianggap menyerang Nabi Muhammad SAW, kata pernyataan kementerian luar negeri yang disiarkan kantor berita APS, Rabu (12/09).

Rabu, 12 September 2012

Pesan Revolusioner

Sesunguhnya medan berbicara itu tidak semudah medan berkhayal. Medan berbuat tidak semudah medan berbicara. Medan berjihad tidak semudah medan bertindak dan medan jihad yang benar tidak semudah medan jihad yang keliru.
Terkadang sebagian besar orang mudah berangan-angan namun tidak semua angan-angan yang ada dalam benaknya mampu diucapkan dengan lisan. Betapa banyak orang yang dapat berbicara namun sedikit sekali yang sanggup bekerja dan sungguh-sungguh. Dari yang sedikit itu, banyak diantaranya yang sanggup berbuat namun jarang yang mampu menghadapi rintangan-rintangan berat dalam berjihad.
Para mujahid adalah sekelompok kecil yang terdiri dari para anshor (orang2 yang bersedia berkorban demi agama) yang bisa berbuat salah seandainya mereka tidak mendapat pertolongan 4JJI. Maka persiapkanlah diri & jiwa kalian, menggemblengnya secara benar dengan ujian yang cermat. Serta ujilah jiwa kalian dengan tindakan, yaitu suatu pekerjaan yang amat berat baginya. Dan jauhkanlah jiwa kalian dari kesenangan & kebiasaan buruk.
Putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan & memberikan peluang kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan & kedamaian yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang sedang dideritanya. Dan setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, karena bumi akan tetap berputar & kejayaan itu akan kembali kepada kita. Dan 4JJI satu-satunya harapan kita …..
Maka bersipalah & berbuatlah, jangan menungu datangnya hari esok,…..
Kita memang menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti, kita harus berbuat & terus melangkah, karena kita tidak mengenal kata berhenti dalam jihad suci ini!!!
“Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, sungguh benar-benar akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.” (QS Al-Hujurat : 69)
“Dan 4JJI lah zat yang Maha Agung & bagi-Nya segala puji..”
As-Syaahid Hasan Al Banna

Rabu, 25 Juli 2012

Dialog Uang

Ibroh : ITersebutlah uang seribu dan seratus ribu sama-sama baru keluar dari percetakan uang. Mereka saling berkenalan sambil mengingat nomor seri masing-masing. Lalu mereka berpisah.
Tiga bulan kemudian mereka bertemu kembali dengan keadaan yang sudah berubah. Uang seribu menjadi sangat lecek tidak karuan sedangkan uang seratus ribu masih gagah.
“Lho kok kamu lecek sekali, kenapa?” tanya uang seratus ribu kepada uang seribu.
“Aku banyak dipakai orang. Dari ibu-ibu belanja ke warung lalu ke tangan pom bensin, ke pasar, ke tukang parkir, toilet umum dan begini akhirnya diriku,” jawab uang seribu.
“Oh pantaslah jika begitu, aku masih pindah-pindah tangan tertentu saja dan kebanyakan disimpan di dompet, paling-paling ke mall atau restoran mahal. Itu pun mereka pasti hati-hati memegangku,” ujar uang seratus ribu menjelaskan.
“Iya tapi kamu tidak punya pengalaman istimewa,” ujar uang seribu. “Apa tuh?” tanya uang seratus ribu.
“Aku punya banyak pengalaman masuk kotak amal mesjid dan kencleng-kencleng amal,” jawab uang seribu dengan bangganya.
“Oh iya, ya,” Aku sedih karena aku adalah uang yang paling banyak digunakan untuk kemaksiatan, jangankan ke kotak amal masjid bahkan aku lebih sering masuk diskotik, membeli miras, ganja, digunakan nyogok dan sering kali dikorupsi. “Kapan aku punya pengalaman seperti kamu ya, sering masuk kotak amal,”
 Kelihatannya saja aku masih bagus tampilan dari luar, tapi tidak seperti kamu banyak digunakan untuk yang bermanfaat

.

Jumat, 20 Juli 2012

Menginstal Kasih Sayang

Q : Hallo Reception …. tolong hubungkan ke bagian IT  ya…

Reception : Ditunggu…

IT : Ya, ada yang bisa saya bantu?
Q : Ini dengan Pak Ariel atau Pak Michael? Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal program KASIH-SAYANG. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

IT : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
Q : Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk Menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?

IT : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan Anda di mana HATI Anda?
Q : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?

IT : Program apa saja yang sedang aktif?
Q : Sebentar, saya lihat dulu. Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.

IT : Tidak apa-apa. KASIH-SAYANG akan menghapus SAKITHATI.EXE dari sistem operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori Anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. KASIH-SAYANG akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi Anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan KASIH-SAYANG tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?
Q : Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah Anda memandu saya?

IT : Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.
Q : OK, sudah. KASIH-SAYANG mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?

IT : Ya, Anda akan menerima pesan bahwa KASIH-SAYANG akan terus diinstal kembali dalam HATI Anda. Apakah Anda melihat pesan tersebut?
Q : Ya. Apakah sudah selesai terinstal?

IT : Ya, tapi ingat bahwa Anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.
Q : Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?

IT : Apa pesannya?
Q : “ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT”. Apa artinya?

IT : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program KASIH-SAYANG diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal Anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti Anda harus meng-”KASIH-SAYANG”-i mesin Anda sendiri sebelum meng-”KASIH-SAYANG”-i orang lain.
Q : Lalu apa yang harus saya lakukan?

IT : Dapatkan Anda klik pulldown direktori yang disebut “PASRAH”?
Q : Ya, sudah.

IT : Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori “MYHEART”. MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. Sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali
Q : Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif dimonitor saya dan sistem menunjukkan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?

IT : Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi KASIH-SAYANG telah terinstal dan aktif. Seharusnya Anda bisa menanganinya sendiri dari sini. Oh ya, ada satu lagi hal penting yang perlu Anda ketahui.
Q : Apa?

IT : KASIH-SAYANG adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang Anda temui.

Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai Anda akan menerimanya kembali.
Q : Pasti. Terima kasih atas bantuannya.

Selasa, 10 Juli 2012

Menjadi Bintang Ditengah Derasnya Gelombang

Permasalahan, selama kita hidup akan terus ada, manusia terus dalam keadaan merugi. Bahkan tanda dari manusia itu hidup memang adanya masalah.  Anak kecil ABG sampai remaja, mengeluh karena ini itu selalu dilarang, setelah menikah problema pun bertambah. Suami harus kerja mencari nafkah, Istri harus mengandung harus melayani suami
Wanita, menikah, atau menjanda juga punya masalah. Mereka yang bujang atau melajang pun ada masalah. Menjadi politisi, pedagang, sopir atau apa pun profesinya selalu ada risiko, selalu ada masalah.
“Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran,” (QS al Ashr [103]: 1-3)

Jadi Manusia memang tidak bisa menghindari dari masalah. Dia akan terus bertemu dengan masalah. Tinggal bagaimana dia menghadapi masalah itu sendiri. Mereka yang sukses mereka yang bisa mengatasi masalah. Kesuksesan selalu ada bagi mereka yang mampu mengatasi kesulitan.  
Mereka yang berhasil meraih cita-cita bukanlah mereka yang memiliki waktu lebih dari yang tersedia. Karena Allah memberi udara dan waktu yang sama. Semua diberi kesempatan yang sama.    
***
Wahai insan, ketika masalah di bumi terus menghimpit maka naiklah ke ketinggian di sana Anda akan melihat jalan keluar. Ibarat peta, dari selembar kertas peta, kita bisa melihat dari atas dan keluar dari jalan kesesatan dengan cepat.
Betapa pun ombak meninggi dan badai sekuatnya menghantam, kalau Anda berada di atasnya akan terasa aman. Anda tidak akan masuk kegulungan ombak. Setinggi apa pun masalah, sekuat apa pun hantaman cobaan mendera, kala Anda tetap bersama yang Maha Tinggi,  Anda tidak akan tergulung oleh ombak.
Bangunlah di malam hari, tataplah langit. Kalau cuaca cerah Anda akan melihat benda langit yang bersinar kelap-kelip. Segeralah mohon ampun pada yang Maha Tinggi,  teruslah Anda berada di ketinggian. Jangan sampai Anda jatuh oleh problema Anda. Teruslah berada di maqam yang lebih tinggi dari masalah Anda sendiri, sehingga Anda-lah yang mengendalikan masalah. Bukan Anda yang tersungkur oleh ‘masalah’.   
Maka jadilah bintang di atas gelombang.

Jumat, 18 Mei 2012

Membaca = Menggabungkan 2 Perasaan Cinta

Jika kita pernah merasakan jatuh cinta, menggabungkan perasaan Anda dengan perasaan orang lain, maka ketika itu, gabungan cinta akan berkembang dan berkembang sehingga meluap ke mana-mana. Ini akan menjadikan hidup kita lebih dari satu hidup. Hal inii serupa dengan ketika kita membaca.  Seorang cendekiawan Mesir, sastrawan, kritikus sekaligus ulama dan wartawan yang bernama Abbas Mahmud Al-Aqqad menuliskan bahwa jika kita ingin hidup kita lebih dari satu hidup dapat dilakukan dengan membaca. Karena tanpa membaca, hidup ini hanya satu. Ide kita hanya satu, demikian juga dengan perasaan dan imajinasi kita. Tetapi bila hal itu bertemu dengan ide,  perasaan dan imajinasi yang lain, maka yang lahir bukan hanya dua rasa, dua ide dan dua imajinasi, tetapi banyak sekali, hingga tak terhitung jumlahnya. Inilah serupa dengan seorang yang duduk di antara dua cermin. Ia tidak melihat hanya satu gambar dirinya, tidak hanya dua tetapi banyak sekali, sebanyak pandangannya ke seluruh cermin itu.
            Dengan bermacam aktivitas dan tuntutan profesi kita, sering kali kita membuat apologii atas ketidaksempatan untuk membaca.  Ketahuilah bahwa sesungguhnya kita tidak harus menggunakan waktu yang banyak untuk membaca. Kalau kita membiasakan diri membaca, maka kita dapat membaca sekitar 300 kata—bukan huruf – dalam semenit. Dalam satu bulan kita dapat menyelesaikan 126.000 kata, maka jika rata-rata buku saku itu memuat 6000 kata maka itu berarti setiap bulannya kita telah membaca dua buku hanya dalam waktu 15 menit sehari, coba bandingkan dengan waktu kita untuk mengobrol dengan teman atau membuka facebook!
Sebagai seorang ibu rumah tangga dan seorang pendidik, tuntutan untuk membaca sangat besar bagi saya pribadi. Seringkali pertanyaan-pertanyaan kritis muncul dari anak-anak menjadi banyak yang tidak bisa langsung terjawab.  Meski  kemauan untuk membaca kadang harus ‘dipaksakan’, seperti pepatah Arab yang mengatakan : tidak dapat memberi sesuatu, orang yang tidak mempunyai sesuatu. Maka di lingkungan sekolah tempat saya mengabdi ada program guru membuat resume buku dengan ketebalan minimal 100 halaman. Hal ini menjadikan guru ‘dipaksa’ untuk mau mengagendakan kegiatan membaca pada aktivitas kesehariannya. Inii adalah sebuah program khusus, tidak hanya seruan atau anjuran saja, hal ini bertujuan sebagai salah satu cara meng-up grade kapabilitas seorang pendidik, mengimbangi semangat membaca anak-anak yang tinggi dan menjadikan membaca menjadi habit seorang pendidik.
Habit membaca ini tentunya tidak hanya di monopoli para pendidik saja. Tetapi setiap kita ‘diharuskan’ menjadikan membaca menjadi habit tersendiri, sebagai salah satu langkah kita meneladani Rasul tercinta, Muhammad saw, karena pertama kali yang diwahyukan kepada beliau adalah Iqra’. bacalah!.
 Dan jangan menduga bahwa dengan membaca 24 jam sehari kita dapat mengikutii perkembangan ilmu pengetahuan, karena kita akan masih sangat jauh tertinggal.
            Maka membaca! membaca!
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan (QS Al ‘Alaq:1), bekerjalah demii Tuhanmu, bergeraklah demi Tuhanmu!
           

Oleh : Nur Yum Saidah, S.Si (pendidik di SDIT Al ‘Ibrah Gresik).

Senin, 07 Mei 2012

INDAHNYA “ MALAM PERTAMA “

Malam pertama .....
(sengaja diberi tanda petik, berarti bukan arti yang sesungguhnya, artinya bukan malam pertama bagi sang raja & permaisuri sebagai pengantin baru),

Justru .... malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuuut.....

Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara......


Hari itu, mempelai sangat dimanjakan, mandinyapun harus dimandikan, seluruh badan kita terbuka .....
tak sehelaipun benang melekat pada tubuh kita yang menutupinya

Tak ada rasa sedikitpun malu ......
seluruh badan digosok dibersihkan ....
kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan, bahkan lubang itunyapun ditutupi dengan kapas putih, itulah sosok kita …..

Itulah jasad kita waktu nanti ....


Setelah dimandikan .....
kita pun akan dipakaikan gaun yang cantik, yang semua orang jarang memakainya, tetapi merknya cukup terkenal, bahkan dikenal di seluruh dunia, yaitu Kafan, wewangian ditaburkan ke baju kita, bagian kepala, badan dan kaki diikatkan,
tataplah ... tataplah .... itulah wajah kita


Keranda pelaminan, langsung dipersiapkan, pengantin bersanding sendirian tanpa teman ...
mempelai diarak keliling kampung bertandukan tetangga menuju istana keabadian sebagai symbol asal usul kita diiringi langkah gontak oleh seluruh keluarga serta rasa haru para handai taulan.


Gamelan syahdu bersyairkan adzan, akad nikahnya bacaan tahlil ......
berwalikan liang lahat ....
disaksikan nisan-nisan ....
yang telah tiba terlebih dahulu, siraman air mawar merupakan pengantar akhir kerinduan.....


Dan akhirnya tibalah saatnya masa pengantin ......
menunggu dan ditinggal sendirian ......
untuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan.


Malam pertama bersama kekasih .....
ditemani rayap-rayap dan cacing tanah dikamar bertilamkan tanah, dan ketika 7 langkah sanak saudara telah pergi meninggalkan kita, kita pun ditanyai oleh sang Malaikat ....


Kitapun tak tahu apakah akan memperoleh nikmat kubur …
ataukah kita akan memperoleh siksa kubur.....
kita tak tahu dan tak ada seorangpun yang tahu.


Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan …..
padahal nikmatkah atau siksakah yang akan kita terima ?
Kita sungkan sekali meneteskan air mata, seolah tangis atas dosa dan khilaf adalah barang berharga yang sangat mahal sekali.


Dan Dia kekasih itu......
Menetapkanmu ke Syurga .....
atau melemparkanmu ke Neraka …..
tentunya kita berharap menjadi penghuni Syurga, akan tetapi sudah pantaskah sikap kita ini untuk disebut calon penghuni Syurga ?


Sahabat ...
mohon naaf ...
jika malam itu aku tak menemanimu .....
bukan aku tak setia, bukan aku berkhianat .....
tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan.


Aku berdo’a .......

Semoga Aku, kau dan kita semua selalu bisa Khusnul Khotimah sehingga menjadi ahli syurga.


Amin ........ ya robbal ‘alamin.

Jumat, 04 Mei 2012

Gizi Dari Nurani Kita

Rekam jejak kehidupan mengisyaratkan kepada kita bahwa banyak kegelisahan bergumul di  sekitar benak. Kegelisahan hari ini sangat dimungkinkan oleh dampak aksi kita di masa lampau. Terkadang juga itu merupakan tumpukan cemas, asa, harap, cita. Kemudian meledak ia menjadi sebuah kegelisahan. Terkadang ada yang membahasakan, antitesanya kegelisahan adalah ketenangan. Namun kalau mau ditelisik lebih jauh, ternyata ketenangan sendiri merupakan wujud kegelisahan. Adalagi tenang bagi sebagian, merupakan gelisah bagi yang lain. Bagi mereka yang abstrak, gelisah dan tenang merupakan sesuatu yang tak berwujud dan tak berbeda. Tenang merupakan bagian dari gelisah, namun demikian gelisah bukan bagian dari tenang.
Mari kita berandai - andai. Seandainya sudah tidak ada lagi gelisah di benak kita, dapatkah kita menjustifikasi bahwa nuansa hati sudah tenang ketika itu? Atau ketika kita merasa gelisah, adakah ketenangan sudah bepergian jauh meninggalkan kita? Bisa jadi jawabnya ia, namun bisa juga tidak.Tafsiran sebenarnya ternyata ada jauh di lubuk hati. Nurani namanya. Ia kemudian berwujud menjadi persepsi. Lebih jelas ia akan bekerja di sekitar kondisi yang terjadi. Nurani inilah yang akan menilai apakah penting saat ini untuk gelisah, atau lebih baik tenang. Ia akan memilah berbagai tampilan problematika yang menghampirinya untuk kemudian diklasifikasikan menjadi tumpukan gelisah atau ketenangan.Gizinya nurani adalah pemahaman. Sumber pemahaman adalah pembelajaran dan ketekunan. Akar dari semua itu adalah ilham akan kecendrungan kepada kebenaran. Inilah yang kemudian menjadi fondasi nurani untuk menentukan sebuah jasad menjadi gelisah atau tenang. 
Akan tetapi, tetap masih ada sebuah kekuatan yang bersekongkol dan atau malah memonopoli proses pengklasifikasian itu. Kekuatan itulah yang sering disebut - sebut sebagai hidayah. Sesuatu yang tak bisa direalitakan secara verbal, hanya hati yang bisa merasakan kedatangannya. Ketika ia datang, ketenangan dapat jelas terasa mejadi sebuah anugerah, dan kegelisahan menjadi sebuah spirit. Dengan kedatangannya jua, tenang melegitimasi wujudnya menjadi kesyukuran, gelisah bermetamorfosa menjadi kesabaran.Lantas, sebuah pertanyaan tersirat. Darimanakah datangnya hidayah itu? Tak ada jawaban yang pasti. 
Namun sebuah sketsa mengisyaratkan bahwa seberapa dekat kita dengan spiritualitas, sangat memungkinkan ia menghampiri. Memang erat hubungannya antara spiritualitas dan hidayah. Namun ada sebuah hal mutlak yang mesti kita yakini. Ia bernama takdir. Bisa jadi takdir yang membisikkan hidayah untuk menghampiri.Manusia tidak bisa lari dari gelisah. Ia juga tak bisa dengan mudah meraih tenang. Demikian sebaliknya. Bukan materi, apalagi imajinasi duniawi tabib dari dua tabiat ini, melainkan seberapa kuat spiritualitas itu menjadi karakter diri. Sampai disini, aku sadar. Tak ada hal yang membenarkanku untuk lari dari masalah. Pun tak ada alasan bagiku untuk mencari ketenangan. Aku cukup bertanya pada nurani, dan ia akan menjawabnya.

Masalah, Tidak Akan Menjadi Masalah, Jika Tidak Dipermasalahkan

Anda masih ingat dengan Amrozi cs?
Tersirat senyum di bibirnya ketika palu itu diketuk jua. Beberapa detik kemudian bahkan ia bangkit dan dengan pasti kepalan tangan itu mengangkasa diiringi gema takbir dari lantang suaranya. “Allahuakbar...” Seisi ruang sidang dibuat takjub oleh mereka. Sorot mata yang tajam itu jua bahkan kemudian menyaksikan sendiri kematian tubuhnya. Sebuah peluru akhirnya mengantarkan ia dan dua rekannya menghadap kharibaan-Nya. Ada sebuah hikmah manfaat yang bisa dipetik dari kisah perjalanannya. Ini tentang prinsif. Ini juga cerita tentang integritas. Keberanian menyatakan keyakinan. Dan yang paling penting adalah sebuah sikap ketika menghadapi permasalahan. Sebuah ungkapan bijak disampaikan seorang kawan dalam sela kesempatan tausiyahnya, “Kawan, masalah itu tidak akan menjadi masalah, jika tidak kita permasalahkan.” Persis. Bahkan di sela – sela penantian menunggu eksekusi penentuan keputusan manusia itu, ia dan kedua rekannya tetap menebar senyum yang menyiratkan sebuah ketegaran. “Ini bukan sebuah masalah, bung.” Seakan kalimat tersebut terluncur dari sikapnya yang semakin membuat penasaran. 
Kisah lain (Sayyid Quthb) jua kita dapati di Mesir beberapa puluh tahun silam. Lelaki itu, dengan senyum yang manis itu menunggu detik - detik algojo menggantungnya. Itulah senyum kedua seumur hidupnya yang juga menjadi senyum terakhir menutup usia. Ketegaran akan kerinduan perjumpaan meyakinkannya. Sosok kecil itu kemudian menjadi sebuah spirit. Kenapa harus bersedih atas berbagai permasalahan? Mereka hanyalah sebuah mozaik. Sebuah serpihan dari sebagian kisah cerita dunia. Dunia yang terdiri dari serpihan problematika. Disitulah sebenarnya sebuah pendewasaan. Jika manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Perspektif bedanya hanya terletak di sudut pandang saja. Memandang sebagai apakah seorang individu terhadap sebuah masalah, ancaman atau anugerah.
 
“Bersungguh – sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan kelemahanmu niscaya Ia menolongmu dengan kekuatan-Nya.” 

Banyak dari kita memandang sebuah masalah yang menimpa adalah sebagai sebuah musibah. Terlebih ketika beban tersebut terasa betapa berat dan kerasnya. Seolah tak sanggup lagi kita menanggungnya. Padahal sudah kita tahu, DiaYang Maha Esa tidak sekali – kali membebani sesuatu yang tidak sanggup kita pikul. Lantas, apa yang kita permasalahkan...? Cara kita memandang masalah itu sendiri, sebenarnya itulah masalahnya. Seberapa kuat doktrin kebaikan mampu mengalahkan bujuk buruk sangka dalam mindset pemikiran kita. Terkadang, memang terasa sangat berat ujian ini, lunglai sudah tubuh ringkih ini. Rasanya tak sanggup jua berdiri menopang beban berat ini. Namun, sekali lagi disinilah titik ujian kita. Benar, manusia diuji dari titik lemahnya masing – masing. Apapun itu, saudaraku. Inilah ujian iman itu. Seorang Imam Hasan Al Basri pernah mengatakan,

“Ketika badan sehat dan hati senang, semua orang mengaku beriman. Tetapi setelah datang cobaan barulah diketahui benar tidaknya pengakuan itu. Orang yang ingin permintaannya cepat terkabul hari ini dan tidak sabar menunggu, itulah orang yang lemah iman.” 

Inilah hidup punya cerita, saudaraku. Terlalu banyak  cerita problematika dunia bila ingin kita jabar. Namun bukan itu esensi hidup kita. Bukankah kita dicipta untuk menggapai ridho-Nya? Bukankah masalah ini jualah yang akan mengakselerasi kita membuktikan kecintaan yang sebenarnya pada-Nya? Bukankah dengan ini jiwa kita akan lebih berpengalaman dalam menghadapi detak demi detak masalah yang melintang aral? Bukankah ini adalah sebuah nikmat, kalau begitu? Lantas, apa yang kita permasalahkan? Inilah kekuatan iman itu, kawan. Tanpanya ibadah – ibadah kita selama ini seolah hampa. Kering, tanpa jiwa. Tanpa ruh di dalamnya. Yakin. Yakinlah Dia selalu bersama kita. 

“Sesungguhnya Allah bersama orang – orang yang sabar...” 

Jangan permalukan jiwa dengan menyerah pada titik perjalanan hidup ini. Ini hanya sebuah stasiun pemberhentian sementara. Isilah kemudian amunisi lagi, kita lanjutkan perjalanan yang masih panjang ini. Yakinlah akan pertolongannya. Memang, sepertinya tak semua yang kita minta terkabulkan, tapi taukah kita, sungguh sebenarnya apa yang kita butuhkan telah terpenuhi jua. “La Tahzan, Innallaha ma’ana” Demikian seorang sahabat mencoba menenangkan saudara yang dicintainya ketika sedang gelisah akan petolongan-Nya. Tidak. itu bukan sebuah keraguan. Namun sebuah pengharapan, akan pertolongan Sang Penciptanya. 
“Tampilkan dengan sesungguhnya sifat – sifat kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan sifat – sifat kesempurnaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Bersungguh – sungguhlah dengan kelemahanmu niscaya Ia menolongmu dengan kekuatan-Nya.” (Ibnu Athaillah) Itulah kunci dari permasalahan kita. Pertolongan itu adalah sebuah keniscayaan. “Adalah hak bagi Kami menolong orang – orang beriman.” (Q.S. Ar Ruum:47) Tidak ada kegelisahan, selama masih tersemat iman itu dalam lubuk jiwa. Masalah, tidak akan menjadi masalah, jika tidak dipermasalahkan...”

Senin, 30 April 2012

Mengkalkulasi "Satu" Rahmat Allah

Rahmat per-definisi orang miskin adalah kekayaan. Rahmat bagi orang tertindas adalah kebebasan. Rahmat bagi penguasa adalah langgeng kekuasaan. Rahmat bagi pedagang adalah laris daganganya. Rahmat bagi staf biasa adalah diangkat ke dalam jabatan. Rahmat bagi petani adalah panen melimpah ruah. Dengan arti kata Rahmat adalah mendapatkan sesuatu yang belum dalam genggaman.
Lalu… yang sudah dalam genggaman ?, yang setiap hari dinikmati ?. Apakah itu bukan ramhat ?. Mari kita uji : Silahkan tahan nafas, hitung mulai dari 1 interval 1 detik saja. Berapa hitungan kita mampu bertahan ?. Mungkin langka manusianya yang sampai pada hitungan 60 (1 menit)
Menurut ilmu kesehatan, satu kali pernafasan menghirup udara (kapasitas paru-paru) adalah 0,5 liter dengan kandungan oksigennya 20 % dan rata-rata frekuensi pernafasan 15-18 kali per menit. Kita ambil angka terbawah 15 kali. Denga asumsi harga oksigen di rumah sakit Rp.1000,- perliter, mari kita kalkulasi harga bahan mentahnya.
  • Satu kali pernafasan (0,5 liter) menghirup 0,1 liter oksigen, berarti dalam 1 menit = 1,5 liter.
  • Dalam 1 jam menghirup oksigen : 60 menit x 1,5 liter = 90 liter
  • Dalam 1 hari menghirup oksigen 24 jam x 90 liter = 2.160 liter
  • Dalam 1 tahun menghirup oksigen 365 hari x 2.160 liter = 788.400 liter
  • Jika umur saya saat ini adalah 45 tahun berarti telah menghabiskan oksegen sebanyak 27 tahun x 788.400 liter = 21.286.800 liter
  • Nilai rupiahnya 21.286.800 liter x Rp. 1000 = 21.286.800.000,-
  • Angka yang fantastis 21 MILYAR rupiah

21 milyar lebih sudah saya menghabiskan uang jika saya beli sendiri oksigen untuk pernafasan saya. Itupun harus ditambah dengan biaya transportasi pergi membeli, beli tabung, maintenance peralatan sedot dan segala macam. Belum lagi kalo oksigen menghilang dari pasaran seperti pupuk untuk petani sekarang. Saya mau cari kemana ?. Enam puluh detik saja menahan saya tak mampu. Kalau saya ke kantor harus menenteng tabung oksigen. Kalau saya tidurpun harus bersama tabung. Ke kamar mandipun harus mandi sambil selang oksigen di hidung, kalau tidak begitu saya bisa terkapar di kamar mandi kehabisan oksigen
Selama ini, saya menghirupnya dengan gratis. Allah sebarkan oksigen dimana-mana untuk saya hirup. Dalam tidurpun saya, DIA siapkan oksigen dalam selimut saya. Kemanapun saya pergi disana sudah tersedia oksigen. Saya hirup sesuka hati saya, tanpa saya fikirkan siapa yang punya.
Jika uang 21 Miyar ditagih kepada saya sekarang ?. Jangankan sebayak itu, satu persennya saja uang saya tidak cukup untuk membayarnya. Apakah sudah terfikirkan oleh saya untuk membayar hutang itu ?. Yang saya fikirkan sekarang bagaimana cicilan kredit Bank saya, yang kalau saya tidak angsur, barang saya akan disita.
Itu baru oksigen, bagaimana dengan mata ?. berapa nilai pemandangan yang saya lihat untuk kehidupan saya. Coba saja kalkulasi dengan biaya 1 kali nonton bioskop untk seumur hidup. Tangan ?, kaki ?, telinga ?. Lebih dari itu nikmat kesehatan ?, kalkulasikan dengan biaya rumah sakit, berapa rupiah harus kita keluarkan semalam di ruang bangsal saja. Secanggih apapun kalkulator kita tidak akan mampu lagi menampung digit hutang kita pada Allah. Bukankah itu RahmatNya ?
Mintak dibayarkah DIA ?. Pernahkah collectornya menggedor pintu rumah kita dengan ancaman akan menyita barang kita jika tidak dibayar ? seperti layaknya kita kredit cicilan sesuatu barang.
Dia hanya minta :
La inzakartum la azidannakum wa la in kafartum inna ‘azaabi la syadiid
Memuji namanya saja kita masih malas, memuji sang pacar, atasan, dan jabatan kadang tak kenal waktu. Nauzubillahi tsumma nauzubila. Untuk bersedekah masih menggerutu dalam hati, … enak aja nikmati hasil pencarian saya. Kalo mau uang, usaha dong ! (dalam hati)

Kamis, 26 April 2012

Mencari Pegangan..


Jika Anda mencari Pegangan... 
Jangan Barang yang penuh Ketegangan 
Jangan Pikiran sepatuh Kuda Tunggangan 
Jangan Kebatinan di kamar Tenar Perpanggungan

Pegangan itu ditaruh di tanah merata 
Mulus lurus tanpa kelok-kelok Dusta 
Bertangkai Elok Permata Welas Cinta 
Berbilah tajam Baja Inteligensi Nyata

Pegangan begini berisi Tuah Ikhlas
Disimpan di Hati sebening Gelas :
Yang Menerima-Mensyukuri Hidup ini
Dengan Kekurangan-Kelebihan begini
Tak meratapi tak Menyesali Diri
Buku Hidup ini memang dipilih sendiri
Nilainya pasti ada dan Luhur

Cobalah Cicipi Tuah Ikhlas waktu Sahur
Yang Berbagi dengan Tangan Kanan-Kiri
Yang Tahu hanya yang Gaib di samping Diri
Yang Berdoa bagi mereka yang tak mau Peduli
Yang Berdoa bagi Lawan-Pembenci-Mendzalimi
Yang Melepas Pasung-Sanjung yang membelenggu Kami

Jika Anda mencari Pegangan...
Carilah di Bukit Ikhlas-Welas Perenungan
Itulah sebaik-baik Tempat Berlindung Sekeluarga
Dengan Bersyukur-Berbagi jadi Titian Tangga

Rabu, 25 April 2012

Kita dan Hidayah Allah


Kupahami Perjalanan Matahari-Mu
Kupahami segala lupa, dan sejarah yang kutulis tanpa kesungguhan.
Ingin kumulai hari-hari Bernash, kupertaruhkan langkah.
Dan segera kupahami, betapa berharganya kemilau embun yang memantulkan gema adzan pada permulaan pagi, setiap tanggal,
setiap kebangkitan dari kematian kecil.
Dan aku menghadap-Mu membayar khilaf masa lalu…

Transendental, Menurut Kamus bahasa Besar Indonesia adalah :
(1) menonjolkan hal-hal yg bersifat kerohanian;
(2) sukar dipahami;
(3) gaib;
(4) abstrak

Berasal dari kata dasar Transenden, yang berarti (1) di luar segala kesanggupan manusia; luar biasa; (2) utama.
Catatan Kali ini, bukan tentang Idealisme Transendentalnya Immanuel Kant atau Bilangan Transenden dalam Istilah Kalkulus .  Namun tentang  satu kejadian dalam perjalanan hidup, yang mungkin dialami saya, anda atau orang-orang disekeliling kita, dan menjadikan “Habis gelap Terbitlah Terang”, salah satunya tentang Umar Bin Khatab Ra. yang pertama kali saya baca ketika SMP, dalam buku 30 kisah teladan. Juga beberapa kisah lainnya…

Pada masa Jahiliyah, Ia pernah Mengubur hidup-hidup anak perempuannya, mengikuti tradisi kaum Arab Jahiliyah. Pada awal Nabi Muhammad menyebarkan Islam pun, ia termasuk salah seorang yang menentangnya. Dan pada suatu hari ketika ia bermaksud membunuh Rasulullah, ia memperoleh kabar bahwa saudari kandungnya telah memeluk agama islam,  dan ketika didatangi, saudaranya yang sedang membaca Al Qur’an (surat Thoha), kemarahannya ia lampiaskan dengan memukul saudaranya tersebut hingga berdarah, namun ia menjadi iba dan memintanya agar dapat melihat bacaan tersebut. Dan Subhanallah, Ia begitu terguncang dengan kandungan Al Qur’an tersebut, hingga akhirnya ia memeluk islam pada hari itu juga. Ia akhirnya menjadi salah seorang Shahabat Rasul, dan salah satu diantara 10 Shahabat rasul yang telah di jamin masuk Surga, Subhanallah. Ia pun menjadi salah seorang Khulafur Rasyidin, Menggantikan Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq. Di masa Kekhalifannya lah, Islam berkembang dengan pesat, bahkan kerajaan Romawi dan Persia ditaklukkan dalam waktu satu tahun.

Kisah Lainnya adalah sepupu Rasulullah, Abu Sufyan Bin Harits, yang bersama putranya Jafar, mendatangi rasulullah untuk memeluk agama Islam, setelah selama 20 tahun memerangi Rasulullah. Keraguannya dengan Agama Nenek Moyang sebetulnya sudah mulai ada saat Perang Badar, pada waktu itu ia melihat kejadian yang mengherankan dirinya, ketika melihat pasukan berpakaian serba putih turun dari langit membantu pasukan Kaum Muslimin. Ia menjadi salah satu Shahabat dekan Rasul, dimana pada saat Perang Hunain, ia termasuk dari delapan orang yang tidak beranjak pergi meninggalkan Rasul ketika Pasukan Muslim tercerai berai, dan tetap memegangi Tali Kekang Kuda Rasul, dengan Harapan Ia bertekad melakukan Jihad Fi Sabilillah.

Ibrahim Bin Adham, salah seorang Sufi ternama. Latar Belakangnya adalah seorang Raja, yang bergelimang harta dan kemewahan. Suatu malam Ia berdialog dengan suara yang didengar dari atap, dan kalimat “Tuan yang Gila, karena mencari Allah di dalam Istana,” membuatnya tersentak dan menjadi gelisah, hingga akhirnya ia memiliki keyakinan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan menjadi Ulama yang terkenal Zuhud dan Tawadu.

Momen Transendental, adalah sebuah Hidayah dari Allah, yang datangnya tidak setiap waktu dalam hidup kita. Saya sendiri pernah mengalaminya karena akibat salah pergaulan, hal – hal yang dibenci dan dimurkai oleh Allah senantiasa saya kerjakan, berkelahi & tawuran adalah kesenangan. Rokok, miras, bahkan sampai ganja dan obat terlarang adalah konsumsi hampir setiap hari. Dan kemudian Allah memberikan moment transendental sehingga saya mampu menjauhi semua kemaksiatan – kemaksiatan yang sudah menjadi kebiasaan jahiliyah. Tentu itu semua patut disyukuri dengan berpegang teguh pada tali Agama Allah dan berjuang dijalanNya.kalau dulu dijalan yang salah selalu berani dan tidak ada rasa takut, maka kenapa sekarang berada dijalan yang insya Allah benar harus takut! Seperti halnya Umar Ibnul Khotob.

Saudara sekalian perjalanan kita di Bumi Allah ini hanyalah sementara, bagi Hamba-hambaNya yang Sholeh, tentu menjaga keimanan dan tetap Istiqomah dijalanNYA, adalah sebuah keharusan, dan tidak sedikit pula HambaNya yang masih jauh dari perjalanan kepadaNya, yang bisa saja suatu waktu Allah akan memberikan HidayahNya. Namun tentu saja kita harus pandai-pandai menyikapi Sinyal yang Allah berikan melalui hidayahNya tersebut.

Karena waktu terus bergulir, dia takkan pernah menunggu kita, dan kita akan terus menjadi tua ketika berbuat dosa, namunkita akan tetap muda untuk melakukan tobat kepadaNYA. Jika Momen itu datang kepada kita, maka pikirkanlah bahwa itu adalah kesempatan terakhir bagi kita, mungkin, kita tidak akan pernah menemuinya lagi. Dan Allah adalah Maha Penerima tobat untuk para HambaNYA.
Apakah kita pernah mengalami kejadian yang membuat kita semakin “Klik” dengan Allah ? tentunya jawabannya kita harus introspeksi diri, dan simpan dalam hati masing-masing. Yang terutama, adalah kesadaran kita dalam Mengingat Allah dan Mengingat Kehidupan Akhirat, semakin diperkuat agar di sisa usia kita ini, dalam perjalanan memperoleh RidhoNya, dan memperbanyak Bekal untuk kehidupan Akhirat, tidak lagi terbuang percuma karena kita terlena kehidupan sementara, dan pada akhirnya kita akan kecewa dan menyesal.

Terkadang Usia panjang masanya, tetapi sedikit manfaatnya. Terkadang Usia itu pendek masanya, akan tetapi lebih banyak manfaatnya…(Ibnu Athailah)